SuamiKu Angry Birds

SuamiKu Angry Birds
85.Kegaduhan di depan D&G


__ADS_3

Aros segera memarkirkan mobil nya,melihat Victor yang masih sibuk dengan ponselnya,ia segera turun dari mobil,dan di temani oleh Maria.


Sampai di depan kantor,Maria dan Aros segera masuk,namun kaki Maria terhentikan saat sesuatu terbang kearah nya.


Bugh !


Bugh!


"Aaahh!" Pekik Maria lalu menoleh kearah benda itu muncul.


"Dasar pelakor!"Teriak ibu-ibu sosialita yang meminta keadilan atas mati nya Marisa.


Mereka melempar buah tomat busuk kearah Maria,sehingga membuat baju Maria kotor.


"Apa yang membuat Anda berani berbuat begini?"Tanya Maria dengan marah,berjalan kearah mereka.


"Nyonya jangan kesana,bisa saja mereka mencelakai Anda !" Seru Aros melarang Maria untuk mendekat.


Benar saja,Mereka malah menantang Maria,dan mendekat kearah wanita ini.


"Pegang Dia aku akan mencoret wajahnya dengan kuas ini" Ucap salah satu wanita dewasa yang memegang cat kuas di tangan nya.


"Kalian mau apa ?jangan berani ada yang mendekat,jika kalian berani menyentuh nya,kalian akan berakhir di penjara!"Ancam Aros kepada ibu-ibu tersebut.Namun,tidak ada satu pun yang mau mendengarkan perkataan Aros.


"Kami tidak takut!" Jawab Mereka yang berusaha melanjutkan aksinya.


"Berhenti!!"Teriak Victor dengan kencang,di belakang nya ada dua orang pengawal yang datang.


"Kalian berdua bereskan wanita itu,kirim mereka ke kantor polisi!"Titah Victor,Pria ini segera menarik Maria dalam pelukan nya.


"Sayang,Kamu enggak apa-apa ?"Tanya Victor membersihkan sisa tomat yang menempel di baju Maria.


"Aku tidak apa-apa!"Jawab Maria,yang melihat Sulthan sudah tertidur."Mereka berani berbuat begitu,pasti opini publik lebih ngeri dari hasil yang Kita pikirkan !" Sambung Maria lagi,melihat kearah wanita tersebut.


"Tuan,mari Kita selesaikan masalah ini,Aku sudah menelpon wartawan !" Ucap Aros.


Victor dan Maria segera masuk kedalam kantor D&G,sebagian orang telah mengenal Maria,mereka percaya nya kalau Maria lah nyonya muda Bagaskara,apalagi adanya Sulthan,bisa memperkuat kan bukti Victor.

__ADS_1


Maria dan Victor menghadapi para investor dan juga dewan direksi,serta wartawan ikut di andilkan dalam kasus ini,karena Victor akan menyerahkan beberapa bukti melalui siaran langsung.


RUMAH SAKIT !


Dokter Sania mengeluarkan hasil pemeriksaan Calvin,lalu memberikan nya kepada pria itu.


"Tuan,Aku sudah berkali -kali untuk sampaikan kepada Anda,kalau Anda harus segera di operasi tahap pertama,meskipun keberhasilan nya tipis,tapi ini bisa meringankan rasa sakit!" Jelas Dokter Sania.


"Aku masih perlu waktu Dok,Aku saat ini belum bisa!" Jawab Calvin menatap hasil pemeriksaan nya.


"Sering-sering melakukan olahraga di pagi hari,hindari makanan yang tidak sehat agar tidak memicu penyakit Anda lebih parah !"Sambung Dokter Sania lagi,memberikan resep kepada Calvin.


"Baik Dok,akan saya ingatkan !"Calvin tersenyum,lalu berjalan kearah pintu keluar,diluar ia berpas-pasan dengan Dokter Anwar.


"Tuan Calvin !"Panggil Dokter Anwar.


Calvin segera berbalik melihat kearah Dokter Anwar yang berdiri di belakang mereka.


"Bagaimana keadaan Tuan,Aku melihat hasil pemeriksaan kesehatan Tuan,seperti nya tidak bisa menunggu lebih lama lagi!" Tanya Dokter Anwar,meskipun Dokter Sania yang selalu merawat Calvin,namun dalam hal ini Dokter Anwar yang lebih banyak tahu,mengenai penyakit Calvin.


"Saya baik-baik saja,seperti yang Tuan lihat,tidak ada masalah dengan kesehatan saya!"Jawab Calvin dengan datar.


"Tuan!" Dokter Anwar memanggilnya lagi,


Calvin berbalik.


"Tuan,maaf jika Saya lancang,bisa kah saya berbicara dengan Anda li-ma menit saja,tapi jangan disini,Saya meminta Anda untuk ke ruangan Saya !"Sambung Dokter Anwar lagi.


Calvin segera mengikuti Dokter Anwar menuju ke ruangan nya.


Ceklek !


"Tuan silahkan duduk !" Ujar Dokter Anwar mempersilahkan Calvin duduk di depan mejanya.


"Terimakasih !"Jawab nya sembari menarik kursi untuk duduk.


"Tuan Calvin,mohon maaf jika saya lancang,sebenarnya ini ada hubungan nya dengan Dokter Sania atau pun Nona Maria!"

__ADS_1


Calvin menatap tajam kearah Dokter Anwar yang tiba-tiba bertanya tentang masalah pribadinya.


"Dokter Sania adalah Dokter pribadi keluarga Flores tidak ada masalahnya dengan hal yang terjadi sekarang,kalau Maria itu memang tunangan saya,makanya saya sedang berjuang!" Jawab Calvin dingin.


"Saya pernah melakukan operasi kepada Nona Maria sa-tu bulan lalu,tapi saya melihat hasil pemeriksaan mengenai pengangkatan janin yang di lakukan di rumah sakit ini apa Tuan Calvin tau soal ini?"Tanya Dokter Anwar kepada Calvin,pria ini menggelengkan kepala nya dengan cepat.


"Boleh saya melihat hasil pemeriksaan itu?"Tanya Calvin lagi,Dokter Anwar mengangguk nya sembari membuka laci mejanya.


"Ini !"Dokter Anwar menyodorkan selembar kertas kepada Calvin,Pria ini segera melihat nya ada tanda tangan Victor di ujung kertas membuat Calvin tersenyum.


'Ini akan membuat Maria ragu akan kesetiaan Victor kepada nya,yang rela mengangkat calon baby Mereka !'


"Dok,bisa kah ini saya bawa pulang?" Tanya Calvin.


"Sebenarnya ini tidak boleh diberikan kepada siapapun,tapi karena Anda tunangan nya saya bisa memberikannya,saya juga sudah melihat kasus yang menimpa keluarga Bagaskara,semoga semua nya cepat terselesaikan !"Ujar Dokter Anwar memberikan hasil pemeriksaan kepada Calvin.


"Terimakasih Dokter,Saya pamit dulu !"


Calvin segera bangkit dari duduk nya dan berjalan kearah pintu.


Diluar ruangan,Haris sudah menunggu Calvin .


"Tuan,keluarga Bagaskara sudah membuat pernyataan mengenai kasus opini publik,bahkan semua masalah telah terselesaikan!" Ujar Haris.


"Tidak apa-apa,untuk saat ini Kita jangan menyerang dulu,tunggu suasana nya adem,Kita akan menyerang lagi,Aku sudah memegang kartu As Victor !"Ucap Calvin berjalan,keluar dari lorong rumah sakit.


Calvin membuka iPad nya,melihat konferensi pers Victor yang begitu ramai,bahkan banyak sekali komentar-komentar yang mendukung keluarga Bagaskara.


Bahkan Maria ikut andil dalam menyelesaikan kasus ini, mereka sudah mulai mengekspos Sulthan di media,sehingga Maria dan Sulthan telah di akui menantu dan cucu keluarga Bagaskara.


"Haris kirimkan ucapan selamat ke rumah Bagaskara atas peresmian menantu dan cucu Bagaskara!" Ujar Calvin dengan senyuman liciknya.


"Tuan,apa Aku tidak salah dengar,bukan kah Kita baru saja menentang mereka?"Tanya Haris yang penasaran.


"Kerjakan apa yang Ku katakan,disini Aku Bos atau Kamu ?"Tanya Calvin dengan datar.


"Anda Tuan,akan segera saya hubungi toko bingkisan !"Jawab Haris dengan gugup,baru kali ini Calvin menegaskan ucapannya kepada asisten nya.

__ADS_1


'Victor,tunggu saja pada saat nya bagaimana Kamu akan menjelaskan nya kepada Maria!'


Calvin segera menyimpan kembali iPad nya,lalu menatap fokus kedepan,sembari menyusun rencana nya.


__ADS_2