Suamiku Pinky Boy

Suamiku Pinky Boy
SPB. Bab 64


__ADS_3

Proses akad hingga resepsi pernikahan Walter dan Rosita berlangsung dengan begitu meriah dan tanpa gangguan apapun. Malam ini, Walter membawa Rosita menginap di hotel berbintang tempat mereka mengadakan resepsi pernikahan. Sebenarnya pesta belum berakhir. Besok malam Fabio dan Lara sudah menyiapkan pesta mewah untuk merayakan pernikahan Walter dan Rosita di mansion. Dia ingin membuat semua pekerja di mansionnya ikut memeriahkan pernikahan Walter dan Rosita.


Rosita melepaskan satu persatu anting yang ada di telinganya. Sesekali wanita itu memandang Walter yang kini justru sibuk dengan ponselnya. Ini malam pertama mereka. Hari pertama mereka resmi menjadi suami istri. Tetapi, Walter terlihat biasa saja. Pria itu tidak seperti pria pada umumnya. Rosita merasa sedikit kesal malam itu. Dia ingin di manja dan diperlakukan dengan manis seperti wanita lain. Tetapi justru Walter tidak memberikan semua yang dia inginkan itu.


Setelah membersihkan make up yang ada di wajahnya. Rosita memiliki rencana untuk segera mandi agar jauh lebih segar. Walter sendiri sudah mandi dan sekarang masih dalam keadaan mengenakan jubah mandi. Pria itu belum mengenakan pakaian tetapi dia juga tidak mau menggoda istrinya untuk memulai malam pertama mereka.


"Sebaiknya aku mandi saja setelah itu tidur. Kak Walter sangat menyebalkan. Kenapa dia terus saja fokus dengan ponselnya padahal malam ini adalah malam penuh arti bagi Pernikahan kami," gumam Rosita di dalam hati.


Walter melirik ke arah Rosita sejenak ketika wanita itu melangkah ke kamar mandi dengan langkah yang gusar. Dia tersenyum sebelum meletakkan ponselnya di atas meja. Walter bersandar dan menunggu istrinya keluar dari kamar mandi. Pria itu tahu kalau Rosita kesal. Tetapi, Walter juga tidak mau melakukan apapun. Dia juga sudah menyiapkan sebuah rencana untuk membuat Rosita bahagia malam ini.

__ADS_1


Tidak lama menunggu, Rosita sudah keluar dari kamar mandi. Sepertinya dia tidak tertarik untuk berendam di dalam bak mandi yang sudah dipenuhi kelopak mawar merah. Berbeda dengan Walter yang keluar dengan jubah mandi. Rosita keluar dengan piyama biru celana panjang. Wanita itu tidak lagi mau memandang ke arah Walter. Terlihat jelas kalau dia kesal sama Walter.


"Baby," celetuk Walter. Panggilan itu berhasil membuat Rosita berhenti dan menahan senyum. Ekspresi wajah yang tadinya ingin marah kini hilanglah sudah.


Melihat Rosita sudah berdiri di dekat jendela membuat Walter beranjak dari sofa. Pria itu mengambil remote dan membuka tirai yang menutupi jendela berukuran luas tersebut. Rosita memutar tubuhnya memandang ke arah luar. Dia tidak melihat ada yang aneh di luar sana. Semua masih sama. Tetapi dia bingung kenapa Walter harus membuka jendela di malam hari seperti ini. Bukankah seharusnya mereka tidur?


"Kemarilah. Ada yang ingin aku tunjukkan padamu." Walter memegang tangan Rosita dan membawanya ke depan jendela. Pria itu memposisikan Rosita di depannya dan memeluknya dari belakang. Entah dapat dari mana trik romantis seperti itu. Yang pastinya kini Rosita mulai senang dan bahagia.


"Ya. Ada apa?"

__ADS_1


Tiba-tiba seluruh lampu di gedung itu mati. Rosita kaget awalnya tetapi ketika satu persatu lampunya kembali hidup dan membentuk tulisan Aku mencintaimu, membuat Rosita ingin melompat karena terlalu bahagia. Tidak di sangka Walter mau menyiapkan sesuatu yang istimewa di malam pertama mereka.


"Ini sangat indah," puji Rosita dengan senyuman.


"Apa kau suka?"


"Sangat menyukainya." Tidak berhenti di situ saja. Ratusan bunga api menghiasi langit malam hingga membuat Rosita semakin bahagia. Dia ingin melompat kegirangan. Namun, masih menahannya karena masih ada rasa malu-malu.


"Kak Walter benar-benar romantis. Aku tidak menyangka kalau dia sudah menyiapkan kejutan semanis ini," gumamnya di dalam hati.

__ADS_1


Walter memiringkan tubuh Rosita hingga posisi mereka saling berhadapan. Rosita memandang wajah Walter sambil tersenyum manis. "Terima kasih karena sudah mencintaiku," ucapan Rosita tertahan. "Tuan," sambungnya lagi.


Walter tidak mau menjawab. Pria itu menarik pinggang Rosita dan mencium bibir wanita itu dengan lembut. Satu tangannya menekan remot agar tirai kembali tertutup sebelum melempar remot tersebut begitu saja ke karpet.


__ADS_2