
Rosita memutar tubuhnya ketika mendengar teriakan Mesy di dalam telepon. Wanita itu benar-benar khawatir dengan keadaan kakaknya. Awalnya dia berpikir kalau kakaknya berteriak dan membuat suasana menjadi kacau agar Rosita tidak jadi pergi bersama dengan Walker. Tetapi suara beberapa pria menjadi bukti kalau sebenarnya Mesy memang benar dalam bahaya.
"Kak Mesy. Kak Mesy dalam bahaya." Rosita memasukkan ponselnya ke dalam tas lalu berlari menuju ke tempat Walter berada.
Walter yang saat itu sedang berbicara dengan pilot yang akan membawa mereka terbang terlihat khawatir ketika Rosita berlari menghampirinya. Pria itu melepas kacamata hitam yang ia kenakan lalu berjalan mendekati Rosita.
__ADS_1
"Ada apa. Apa terjadi sesuatu?" Walter memegang lengan Rosita.
"Kak Mesy dalam bahaya," ucap Rosita sambil menggenggam tas di tangannya.
"Kau yakin dia benar-benar berada dalam bahaya. Bagaimana kalau ini hanya rencananya saja agar kita gagal pergi bulan madu. Bukankah kita berdua sendiri tahu kalau kakakmu itu tidak merestui pernikahan kita." Walter masih tidak mau percaya dengan apa yang dikatakan oleh Rosita. Dia tidak mau bulan madu yang sudah ia persiapkan gagal karena ulah Mesy.
__ADS_1
"Felix kau bilang?" Wajah Walter terlihat serius. Sepertinya dia memang kenal dengan pria yang bernama Felix tersebut. Tanpa mau melanjutkan obrolannya dengan Rosita, Walter berjalan menghampiri pilot yang saat itu ingin naik ke pesawat.
"Batalkan keberangkatan hari ini. Ada urusan penting yang harus aku selesaikan," perintah Walter kepada sang pilot hingga membuat pilot itu dan beberapa pramugari yang ada di sana kaget.
Walter segera memutar tubuhnya dan menarik tangan Rosita menuju ke mobil. Setelah tiba di dalam mobil Walter segera melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi. Sepertinya Felix bukan musuh yang bisa disepelekan. Kali ini dia percaya kalau Mesy memang berada dalam bahaya. Wanita itu telah di tangkap oleh anak buah Felix yang tidak lain adalah musuh bebuyutan Walter sejak dulu.
__ADS_1
"Apa Felix itu orang yang sangat berbahaya?" tanya Rosita sambil memandang wajah Walter.
"Aku akan membawamu kembali ke Mansion karena di sana jauh lebih aman. Setelah itu aku akan pergi menemui Felix. Aku jamin kalau Mesy akan pulang dengan selamat." Pada akhirnya Walter tahu apa yang sebenarnya terjadi. Sejak awal memang ia sudah curiga kenapa Mesy melakukan semua ini jelas-jelas Rosita adalah adik kandungnya sendiri. "Ternyata Mesy melakukan semua ini karena disuruh oleh Felix. Pria itu memang benar-benar licik. Tadinya aku pikir dia sudah mati dalam kecelakaan ternyata dia masih hidup. Aku merasa beruntung karena mengetahui dia masih hidup sebelum dia melakukan penyerangan terlebih dahulu. Entah seperti apa jadinya jika aku tahu belakangan. Mungkin Tuhan sengaja mengirimkan Mesy di dalam kehidupanku karena ia Ingin membuatku tahu kalau Felix masih hidup dan berkeliaran di luar sana," gumam Walter di dalam hati. Pria itu menambah laju mobilnya lagi agar segera tiba di mansion. Rasanya dia sudah tidak sabar untuk mencari keberadaan Felix dan menyerang pria itu hingga tewas.