Suamiku Pinky Boy

Suamiku Pinky Boy
SPB. Bab 74


__ADS_3

Walter memperhatikan mobilnya di sebuah gedung tua yang ada di pinggiran kota. Walter karena ternyata Fabio sudah menunggunya di dalam sana. Pasukan Black Dragon juga terlihat sedang berjaga-jaga.


"Kau bisa menungguku di dalam mobil karena aku tidak akan lama," perintah Walter kepada pria yang duduk di sampingnya.


"Baik, Bos!" Pria itu mengangguk dan tetap duduk di dalam.


Walter memasukkan ponselnya ke dalam saku sebelum turun dari mobil. Pasukan Black Dragon yang ada di sana segera menunduk hormat ketika melihat kemunculan Walter. Mereka senang karena bisa melihat Walter dalam keadaan baik-baik saja. Mereka sempat berpikir kalau Walter sedang bertarung dengan Felix.


Pria itu menahan langkah kakinya. "Di mana bos Fabio?" tanya Walter kepada salah satu pria yang ada di sana.


"Boss Fabio sudah menunggu Anda di dalam, Bos. Mari saya antar, Bos," ucap pria itu sebelum membawa Walter masuk untuk menemui Fabio.

__ADS_1


Walter melangkah cepat masuk ke dalam. Pria itu sudah tidak sabar untuk menceritakan masalah yang terjadi kepada sang Big Bos.


Setibanya di dalam Walter melihat Fabio yang berdiri membelakanginya. Pria yang tadi mengantarkan Walter segera pergi dan membiarkan mereka berdua untuk berbicara.


"Aku sudah pernah bilang. Kau tidak akan berhasil melupakan semua yang terjadi meskipun kau sudah menyimpan masalah ini dengan begitu rapi. Saat itu kau sangat yakin kalau masalah ini tidak akan diketahui oleh siapapun. Sekarang setelah Felix kembali kau justru terlihat kebingungan. Aku tidak tahu harus bagaimana sekarang. Bagaimanapun juga Felix pernah menjadi bagian dari Black Dragon. Dia berkontribusi banyak untuk keamanan mansion selama beberapa tahun!"


Fabio memutar tubuhnya lalu memandang Walter. "Dulu saat aku mendengar kabar kalau kau berhasil membunuh Felix, Aku berusaha untuk menutup mata dan telinga dan membiarkanmu tetap baik-baik saja. Karena memang sejak awal aku sudah menganggapmu seperti saudara kandungku. Sekarang keputusan ada di tanganmu. Aku mengajakmu untuk bertemu di sini bukan ingin bilang kalau aku akan membantumu untuk menyerang Felix. Tetapi aku ingin memperingatimu. Jika kalian masih bisa berdamai sebaiknya berdamai saja. Tetapi jika Felix membahayakan nyawamu, kau berhak untuk membunuhnya. Aku harap setelah pertarungan ini rasa bersalah yang selalu kau simpan rapat-rapat di dalam hati akan hilang sepenuhnya."


Walter masih diam karena tidak tahu harus berbicara apa. Pria itu memandang ke arah lain sambil mengingat kembali dendam yang pernah terjadi antara dirinya dan juga Felix.


Felix yang tidak terima dituduh sebagai mata-mata terus saja membela diri. Ketika Walter emosi dan ingin menembak Felix, tiba-tiba seorang wanita hamil menghadang peluru agar tidak berhasil menyentuh Felix. Wanita itu adalah kakak kandung Felix yang memang sedang mengandung selama 7 bulan. Wanita itu tewas bersama anak yang ada di dalam kandungannya.

__ADS_1


Walter sempat menyesal namun karena hatinya sudah ditutup dengan rasa kecewa pria itu kembali mengangkat senjatanya dan menembak Felix. Namun saat itu Felix berhasil kabur. Anak buah Black Dragon segera mengejar Felix dan berhasil menangkap pria itu. Pertarungan pun terjadi antara Felix dan Walter.


Karena kemampuan Felix tidak bisa mengimbangi kemampuan Walter pada akhirnya Felix kalah dan dinyatakan meninggal. Mereka membuang Felix ke laut dengan kondisi sudah tidak bernapas lagi. Sejak saat itu Walter berusaha melupakan segalanya yang pernah terjadi antara dirinya dan Felix.


Meskipun didalam hati dia menyesal karena sudah membuat seorang wanita yang tidak bersalah tewas.


"Dia pasti kembali dengan kemampuan yang lebih kuat dari sebelumnya," ucap Fabio lagi ketika Walter hanya diam saja sambil melamun.


"Dia sudah menculik kakak iparku dan menjadikan kakak iparku sebagai alat untuk menghancurkan hubunganku dengan Rosita. Aku tidak bisa tinggal diam saja. Aku harus membalas perbuatan Felix. Dari dulu sampai sekarang dia tidak pernah berubah. Dia memang berniat untuk menghancurkan kehidupan kita! Sampai detik ini Aku belum berhasil menemukan bukti kalau dia tidak bersalah. Aku memang pernah merasa menyesal karena telah membunuh wanita yang tidak pernah bersalah. Namun ketika aku tahu Felix kembali sebagai pribadi yang sangat jahat aku semakin tertarik untuk menghabisinya. Aku ingin izin untuk membawa pasukan Black Dragon bersamaku. Aku tidak akan memaksa anda Bos untuk membantu saya dalam masalah ini. Anda juga harus memikirkan perasaan dan keselamatan Nona Lara."


"Sebenarnya Kau tidak perlu minta izin padaku karena aku sudah menyerahkan pasukan Black Dragon kepadamu. Hari ini aku menemuimu karena ingin memintamu untuk lebih hati-hati. Jangan gegabah apalagi emosi ketika sedang menyerang musuh. Ini sangat disayangkan karena masalah harus terjadi setelah kau menikah. Selama bertarung dengan Felix kau tidak perlu memikirkan istrimu karena aku akan menjaganya dengan baik. Masalah mansion biar menjadi urusanku."

__ADS_1


Walter menunduk hormat. "Terima kasih bos," ucap Walter sebelum memutar tubuhnya. Pria itu melangkah sambil mengepal kuat kedua tangannya. Hatinya sudah tidak sabar untuk bertemu langsung dengan Felix dan menghajar pria itu sampai tewas.


"Maafkan saya karena saya tidak pernah memiliki niat untuk berdamai dengan Felix. Pria seperti dia tidak bisa dibiarkan untuk tetap hidup karena sampai kapanpun akan selalu ada niat jahat di dalam hatinya untuk menghancurkan kita!" gumam Walter di dalam hati.


__ADS_2