Suamiku Pinky Boy

Suamiku Pinky Boy
SPB. Bab 73


__ADS_3

Walter Masih duduk di mobil sambil meminum minuman. Pria itu menunggu bawahannya yang kini bertugas untuk mengintai markas tempat Felix bersembunyi selama ini. Walter merasa kecolongan ketika melihat bangunan luas yang ada di hadapannya. Bagaimana tidak, bangunan itu dihuni oleh pria bersenjata yang hebat bahkan ahli dalam bela diri. Bukan hanya itu saja jumlah orang yang ada di dalamnya juga tidak terhitung banyaknya.


Melihat dari persiapan yang dilakukan oleh Felix, Walter merasa yakin kalau Felix sudah lama merencanakan semua ini. Hanya saja pria itu masih belum memiliki waktu untuk menyerang balik.


Setelah menunggu hampir satu jam akhirnya mata-mata yang ia kirim untuk memeriksa keadaan di dalam kembali memperlihatkan batang hidungnya. Pria itu segera masuk ke dalam mobil untuk menyampaikan informasi yang ia dapat kepada water.


"Bos sepertinya mereka tahu kalau kita sudah mengetahui mereka. Hari ini juga mereka Berencana untuk menyerang Mansion. Wanita itu juga ada di dalam dan mereka akan menjadikannya sebagai kelemahan kita. Persiapan mereka sungguh matang bukan hanya senjata api tapi ada banyak bahan peledak di dalam sana yang akan mereka gunakan untuk menyerang Mansion kita. Apa anda tidak ingin memberitahu ini kepada bos Fabio. Setidaknya Bos Fabio akan melindungi Nona Lara dan juga Nona Rosita. Anda tidak bisa bertahan sendirian lagi. Anda harus melibatkan Bos Fabio dalam masalah ini. Felix yang sekarang kita temui bukan lagi Felix yang dulu lemah. Ia pria yang sangat kuat dan sulit untuk dikalahkan."


Wolter diam sejenak mendengar perkataan bawahannya. Pria itu segera menghidupkan mesin mobilnya lalu membawa mobilnya jauh dari lingkungan tersebut. Hal itu membuat beberapa mobil pengintai yang menjadi bawahan Wolter juga ikut mundur. Bukannya Walter takut untuk menyerang lebih dulu. Tapi dia tidak mau masuk ke dalam jebakan yang sudah dibuat oleh Felix. Walter tidak menyangka kalau sekarang Felix sudah sehebat itu. Karena akan melibatkan mansion, mau tidak mau kini Walter harus menemui Fabio dan mengatakan yang sebenarnya terjadi.

__ADS_1


Walter mengambil ponselnya dari dalam saku dan menekan nomor Fabio. Tidak lama setelah panggilan telepon itu tersambung terdengar suara Fabio dari kejauhan sana.


"Kau ada di mana. Cepat temui aku di tempat biasa. Aku sudah melindungi Lara dan Rosita di tempat yang aman."


Walter diam sejenak mendengar perkataan Fabio. Iya tahu kalau Big Boss yang ia kenal itu memang sungguh luar biasa. Bahkan bisa mengetahui apa yang terjadi sebelum Walter memberi informasi.


Tanpa banyak berpikir lagi Walter segera melajukan menambah laju mobilnya agar bisa Segera tiba di tempat Fabio kini berada. Ada kelegahan di wajah pria itu ketika Fabio mau turun tangan untuk membantunya kali ini. Meskipun jelas-jelas musuh yang akan mereka hadapi murni adalah kesalahan Walter waktu dulu.


"Aku baru saja menikah tapi sudah mendapat masalah. Apa ini hukuman yang harus aku terima karena aku pernah mengusik ketenangan hidup orang lain. Bahkan menewaskan seorang wanita yang sedang mengandung. Gumam Walter dengan penuh rasa bersalah bahkan pria itu menambah laju mobilnya lebih cepat lagi agar bisa Segera tiba di tempat Fabio berada.

__ADS_1


Pria yang duduk di samping Walter memandang ke arah Wolter sejenak sebelum ke depan. Itu tidak terlalu tahu sebenarnya apa yang menyebabkan Walter dan Felix sampai bertengkar. Tugasnya di situ hanya membantu Walter dan melindungi Walter dalam keadaan apapun. Dia tidak seharusnya tahu masalahnya apa. Tetapi entah kenapa bibirnya tertarik untuk bertanya kepada Walter. Walaupun ada rasa takut di dalam hatinya.


"Bos, anda sudah lama mengenal Felix? Saya memang orang baru di sini tapi saya tahu beberapa musuh anda dan nama Felix tidak pernah terdengar di telinga saya. Pasukan Black Dragon tidak pernah menyinggungnya. Tidak mungkin juga Felix musuh baru karena akhir-akhir ini hidup kita sangat damai."


Walter memandang bawahannya sejenak sebelum memandang ke depan lagi. Biasanya pria itu langsung marah ketika ada yang bertanya seperti itu


Tetapi kali ini justru Walter tertarik untuk menjelaskan masalah yang terjadi.


"Kejadiannya sudah sangat lama. Tetapi semua yang terjadi waktu itu masih terekam di dalam ingatanku."

__ADS_1


__ADS_2