
"HM ibu punya rencana Anggi biar kita semakin punya banyak tabungan dan bisa shoping shoping" kataku kepada Anggi anak sulungku,
walau Anggi sudah menikah dan belum memiliki anak tapi dia masih seperti gadis, mungkin karena sang suami yang tidak ada di rumah dan belum mempunya momongan.
"Apa rencananya Bu" jawab Anggi dengan begitu antusias jika bilang kita bisa shoping
"Begini mulai besok Ibu akan Berbelanja di Dekat Rumah Adam, gpp berkorban berjalan sedikit ke depan. karena Nanti ibu akan menyuruh Sindy membayarkan semua belanjaan ibu"
"wah ide bagus Bu nanti ibu ambil yang banyak aja untuk Setok di kulkas selama dua atau tiga hari, karena setiap weekend kn Sindy pergi ke rumah orang tuanya" Saran Anggi.
"iya pasti, yaudah nih kamu bantuin ibu masak semuanya kamu kan hari ini ga keluar uang belanja"
"iya sini bi biar aku yang masak" jawab Anggi dengan antusias.
ya soal masak Anggi jagonya walau sia kelihatan malas padahal semua pekerjaan rumah dia yang kerjakan, mulai dari mencuci pakaian hingga memasak. bahkan aku sebagai orang tua hanya menikmati masa tua saja karena Hanya duduk santai, atau sesekali main ke rumah tetangga.
*******
di rumah Sindy
"mas aku udah siapin makanan buat sarapan dan makan siang" Ucap Sindy
"hmm iya sayang" jawab Adam seraya matanya tidak lepas menatap kaya gadget
ya memang jika libur seperti sekarang dia akan asik bermain dengan handphone, untuk sekedar membaca novel atau kadang bermain games.
"aku mau ke rumah Mamah antarkan ya aku akan menginap 2 malam di sana, Seperti biasa jika aku menginap. kamu bisa pesan makan secara online uangnya sudah aku siapkan di lemari" Sindy seraya merapihkan beberapa pakaiannya ke dalam tas
"iya gpp sayang udah siap ayo kita berangkat" Adam seraya bergegas menuju meja, untuk mengambil kunci motor gegas ke halaman rumah memanaskan motor.
__ADS_1
Sindy keluar rumah membawa tas, tak lupa mengunci pintu.
ceklek
suara pintu terkunci
Sindy di bonceng Adam untuk ke rumah orang tuanya, di perjalanan Tidak mereka diam seraya asik dengan pikiran masing masing.
"aku harus menceritakan usahaku kepada mamah karena aku yakin pasti mamah punya solusi terbaik" pikir Sindy
35 menit perjalan tak terasa sudah sampai di depan rumah orang tua sindy
"Assalamualaikum mamah" ucap Sindy
ibu Alma adalah orang tua Sindy, beliau sama seperti Sindy wanita karir hanya saja sekarang pokus dengan rumah makan yang ada di samping rumahnya.
"Waalaikumsalam Sindy mamah di sebelah" Jawab ibu Alma yang kebetulan keluar dari pintu samping warung makanya itu.
"ayo kita ngobrolnya d warung saja lebih enak" ajak Ibu Alma
" Sindy buatkan kopi untuk suamimu" titah Bu Alma
"iya mah" gegas ke dapur membuatkan kopi untuk Adam
setelah membuat kopi Sindy kembali ke depan seraya membawa nampan sudah terisi secangkir kopi dan dua gelas es teh manis, Sindy meletakan kopi di hadapan suaminya dan meletakan dua gelas es teh manis di hadapnya dan ibunya.
jam menunjukan pukul 10:30 wib warung masih sedikit sepi karena belum jam istirahat kantor, kebetulan warung ibu Alma di dekat pabrik ada beberapa pabrik, yang dekat dengan warungnya lumayan jika jam istirahat akan ramai pembeli.
setelah menikmati secangkir kopi Adam kembali pamit ke rumahnya karena dia memang tidak pernah ikut menginap.
__ADS_1
"Dek mas pulang dulu ya" pamit Adam kepada Sindy
.
"iya mas, hati hati di jalan" seraya mengantar Adam ke depan
"bilang sama ibu aku pulang kamu jangan lupa bantu ibu di sini ya" ucap Adam
"ok sayang" balas sindy seraya mengedipkan mata dan tertawa
Adam menaiki motornya
bruummmm terdengar suara deru motor menjauh
"loh Sindy suami kamu kemana, kenapa gs makan siang dulu"
."pertanyaan beruntun dari ibu Alma"
"satu satu dong mah nanya'nya, Mas Adam mau pulang dan dia gx sempet pamit sama ibu," balas Sindy
"oh yaudah biarin kalo emang mau pulang" seraya duduk di kursi
"mah aku mau cerita dan minta pendapat" ikut duduk di sebelah sang mamah
"yaudah cerita aja" Jawab Bu Alma
"begini Bu sudah hampir 9 bulan belakangan ini aku menulis novel rekomendasi dari Mirna, Sahabatku sewaktu SMP. dan hasilnya lumayan aku sudah bisa membeli perabot rumah seperti sofa, lemari kaca, dan juga sekarang. aku kembali merintis usaha olshop ku yang tertunda karena ada covid, Usaha olshopku kembali ramai pembeli beberapa bulan yang lalu aku kembali berjualan live di akun toktok. karena ada tetangga yang julit aku berhenti live"
"lantas apa yang menjadi masalah?" tanya Bu Alma
__ADS_1
"hmmm aku punya tabungan sekitar 300 juta dari hasil menulis dan live dan berjualan walau live sudah berhenti tapi penghasil yang beberapa bulan. saat aku live belum aku gunakan sepeserpun, aku ingin membuka toko atau butik menurut ibu lebih baik di rumah atau sewa ruko" Tanya Sindy