
Perjalanan dari Bandara ke hotel berjalan lancar tanpa hambatan sedikitpun.
"Sayang, kita sudah sampai hotel," bisik Firman untuk membangunkan Anggi yang bersandar dibahunya dan tertidur pulas.
"Kalau saja di rumah, kamu pasti aku gendong sampai kamar, Sayang," goda Firman.
"Mas." Anggi mencu-bit perut suaminya hingga pria itu mengaduh.
Firman terkekeh sampai dia keluar dari mobil.
Malik yang lebih dahulu mendatangi front office hotel untuk mendaftar kedatangan Firman dan mengambil kunci kamar, dia langsung mengajak Firman dan Anggi agar mengikutinya.
Anggi terpesona dengan hotel yang Firman pesan untuk mereka berdua menginap berbulan madu. Design eksterior dan interior hotel tersebut sungguh menakjubkan.
"Ini kamar kalian, kamar paling besar di hotel ini, kamar tidur utama kalian ada di sebelah sana," ucap Malik memperkenalkan isi kamar yang Firman sewa mirip sebuah penthouse.
Bukan sekedar kamar tapi sudah seperti rumah karena ada ruang tamu, ruang keluarga, ruang makan, bar dan sebuah kamar besar dengan kamar mandi di dalam. semua super mewah dan istimewa karena Firman memang menyiapkan semuanya untuk hadiah terbaik sang istri tercinta.
Setelah semua koper milik Firman dan Anggi tiba, Malik berpamitan.
__ADS_1
"Kalau begitu, saya permisi. Selamat beristirahat, Tuan dan Nyonya
Selamat sore," pamit Malik.
"Terima kasih banyak, Pak Malik," balas Firman mewakili istrinya yang sudah lebih dulu masuk ke dalam kamar.
Firman menutup dan mengunci kamar yang dipesannya setelah semua pelayan hotel keluar termasuk Malik. Kemudian dia menyusul Anggi masuk ke dalam kamar.
***
Firman mencari istrinya di kamar tapi kosong, di toilet pun kosong, dan pada akhirnya pria itu menemukan istrinya di balkon sedang menatap ke pemandangan indah pantai Bali yang terlihat jelas dari balkon itu.
"Bagaimana? Kamu suka semuanya?" bisik Firman yang di sertai kecupan singkat di pipi Anggi yang merona alami.
Wajah Anggi, menoleh menatap suaminya hingga ujung hidung mereka bertemu. Tapi tidak lama karena Anggi menunduk malu karena tatapan Firman.
Firman mengulum senyumnya, dia tahu kalau Anggi memang pemalu aslinya. Firman tambah mempererat pelukannya dengan gemas karena udara di sana juga dingin membuatnya sedikit merinding karena hembusan angin.
Suasana sore menun-jang moment romantis mereka berdua.
__ADS_1
Kareem membalik tubuh Anggi hingga mereka berhadapan tanpa jarak saat ini. Perlahan dan pasti Firman mendekatkan wajahnya dan menci-um bibir manis Anggi yang sudah menjadi candunya itu. Tidak lama tapi berhasil membuat darah berdesir.
"Udara semakin dingin, Sayang. Sebaiknya kita masuk ke dalam," ajak Firman setelah dia melepas tautan bibirnya.
Malam semakin larut, mereka berdua menikmati bulan madu dengan syahdu layaknya suami istri pada umumnya.
💙💙💙
Di rumah Sindy, pagi ini dia tak mengerjakan apapun karena Adam, sangat menghawatirkan Sindy pagi sekali Adam Sudah mengumpulkan cucian kotor untuk di bawa ke laundry.
Sedangkan untuk masak nasi, sebelum Adam pergi bekerja, sudah memasak nasi di rice cooker. untuk lauknya Adam sengaja memesan lewat aplikasi go f**d, Adam Sendiri yang memesan menu untuk istrinya. sedangkan butik kembali Sindy. pantau dari rumah, sebelum Adam berangkat ia berpesan kepada istrinya.
"sayang, jaga pola makan dan kesehatan jika nanti ga mau makan nasi kamu bisa pesan camilan apa saja.
"iya mas" Balas Sindy
setelah kepergian Adam, sindy yang memang tidak bisa diam, ia pergi ke depan rumah menyiram tanaman dan menyapu halaman. setelah selesai Sindy duduk santai di depan Teras. tak lama lewat tukang rujak buah. Sindy yang memang sedang hamil Rasanya ingin sekali menikmati Rujak buah di pagi hari, gegas Sindy memberhentikan tukang Rujak. dan memesannya 2 Porsi rujak tumbuk.
bersambung
__ADS_1