
Setelah perihal mangga muda selesai, Anggi hanya menghembuskan nafas dengan berat sedangkan Firman ia hanya tersenyum tipis, kepada istrinya.
Setelah satu Porsi rujak habis, dengan santainya Sindy berkata.
"mba, maafkan aku sebenernya tadi setelah mas Adam pergi aku ngidam pengen di peluk mbak, namun mbak lama sekali sampai di rumah hingga akhirnya aku menangis di pojokan" ucap Sindy dengan ragu
pasalnya, dia telah menganggu waktu iparnya yang sedang beristirahat.
Baru saja Anggi, akan ber ucap di potong oleh Firman.
"iya gpp, tadi siang kita memang mau kesini tapi aku ga sempet nganterin" ucap Firmansyah, atau yang lebih di kenal dengan firman.
Setelah Sindy, terlihat tenang dan pergi tidur kedua iparnya berpamitan untuk pulang, tak lupa sebelum pulang Anggi berpesan kepada Adiknya.
"Adam, jangan biarkan istrimu berpuasa takutnya dia kenapa Napa, kamu kan kerja. terus sedangkan Ibu Tsu sendirilah bagai mana sifatnya" ucap Anggi
"iya mba" balas Adam
kedua orang dewasa, yang masih sedang di mabuk asmara itu keluar dari rumah Adam, dan bergegas menaiki kendaraannya.
__ADS_1
mobil melaju dengan santai, Adam kembali masuk ke dalam rumah membersihkan ruang Tengah di meja yang sempat berantakan.
beberapa hari sebelumnya
"Kehamilan Sindy, kini telah memasuki minggu ketiga. Sekali lagi saya ucapkan selamat dan tolong lebih diperhatikan dan jaga kondisinya agar jangan terlalu lelah." Ucap dokter Rustam memberi wejangan seraya menyalami Adam sebagai tanda ucapan selamat.
Pagi-pagi sekali sebelum adzan Subuh berkumandang Sindy sudah menyibukkan dirinya di dapur untuk masak dan menyiapkan makan saur suaminya. Setelah selesai menyiapkan saur, Sindy mengumpulkan semua pakaian kotor suaminya untuk dicuci,
jam menunjukkan pukul setengah empat, gegas Sindy, membangunkan Adam untuk saur, selesai makan Saur berdua, Adam mandi dan bersiap pergi ke mushola
selesai menemani Adam Makan saur Sindy melanjutkan mencuci dengan mesin cuci dan menyetrika pakaian yang dicuci kemarin. Setelah itu kegiatan Sindy berikutnya adalah pergi ke pasar untuk belanja harian dan keperluan untuk masak Saat buka nanti.
Sepulangnya dari pasar Sindy beberes rumah seperti nyapu, ngepel dan membersihkan sarang gonggo yang menempel di tiap sudut dinding rumah yang dilanjutkan dengan memasak untuk makan siang dan makan malam yang dilanjutkan mencuci perabotan kotor. Hampir tidak ada waktu istirahat buat Sindy selama berada di rumah dari pagi hingga malam sebelum tidur. Belum lagi kalau malam, suaminya Adam minta 'jatah', mau tidak mau walaupun lelah ia harus melayaninya karena kewajibannya sebagai seorang istri. Begitulah aktivitas yang dilakukan Sindy selama ngidam. namun mertua nya tetap saja menganggap jika Sindy pemalas.
selesai semua pekerjaan rumah Sindy, bersantai di teras depan kembali menulis dan mengecek butik lewat hape Boba keluar ran terbaru miliknya.
"sindy, perempuan itu hamil sudah kodratnya bukanya malah malas malasan" terdengar suara Sumbang sang mertua tersayang, walau ucapannya sering menyakiti Sindy hanya membalas dengan senyuman manis.
"iya Bu, aku baru pulang dari pasar" balas Sindy
__ADS_1
"oh baru pulang belanja tak kirain cuman duduk manis saja di rumah, ya udah mana jatah belanjaan untuk ibu" ucap Bu sela seraya menadahkan tangan bak anak kecil yang meminta mainan.
Gegas Sindy, ke dalam rumah kembali ke luar dengan Menteng kantong plastik yang berisikan, pesanan sang mertua.
daging, ayam & cumi serta sayur mayur lainnya sudah lengkap Sindy cuci dan di taruh di container box mini. memisahkan sesuai jenisnya.
seraya menyerahkan plastik, Sindy berkata "semuanya 200.000 sudah termasuk ongkos aku pergi ke pasar"
"duh kamu ini jadi mantu perhitungan bgt bikin gemes, yaudah nih uangnya seratus dulu, sisanya nanti" tegas Bu sela.
gegas Bu Sela pergi kembali pulang, Rupanya dari kejauhan Adam dan Anggi memperhatikan semuanya.
mereka berdua tersenyum penuh arti.
"kita buat ibu merasa bosan untuk merecoki rumah Tangga kamu, jika dulu Sindy diam dan nurut saja sama ibu tapi kali ini buat Sindy, mau membatah perkataan ibu" ucap Anggi
"iya mbak" balas Adam.
" bukan maksud mba membantah dan menjadi anak durhaka namun setelah mba dengar cerita kamu jika ibu masih berhubungan dengan Alya, sebaiknya kita harus lebih tegas lagi, terutama Sindy" ucap Anggi
__ADS_1
bersambung