
Menikmati waktu santai 30 menit saja. Syasa bergegas mandi dan bersiap-siap untuk pergi ke pasar.
Selesai, Semua pekerjaan dua rumah yang ia kerjakan, bergegas Syasa ke pasar di jalan dia menghubungiku Namira, rupanya mereka berdua sering pergi ke pasar bersama.
Namira sudah menunggu Syasa , di jalan perempatan depan, Syasa cukup berjalan ke depan setelah itu naik sepeda motor milik Namira. Mereka berdua berboncengan hendak pergi ke pasar.
"Apa selama ini kamu seperti ini Syasa,?" Tanya Namira.
"Hmm iya tapi sudah terbiasa lagi seperti ini" jawabku dengan sendu.
setibanya di pasar, aku menyuruh karyawan ku untuk Belanja kebutuhan hingga tau Minggu ke depan. Untuk Lauk pauk dan sayur mayur. Untuk persabunan sengaja aku seton bulan sekali. Kamar belakang yang mereka anggap gudang di rumahku, sudah aku sulap menjadi tempat penyimpanan barang barang seperti sabun mandi, deterjen pasta gigi. dan sampo. Serta beranekaragam camilan.
💙💙💙
Aku duduk manis bersama Namira di dalam toko, masih di ruangan tempat aku bekerja di sini lebih nyaman terkadang aku membeli lauk nasi yang matang untuk di bawa pulang agar mereka semuanya menyangka jika aku masak di rumahku, dan membawa lauk matang ke rumah mertua. Biarlah keluar uang lebih banyak dari biasanya yang peting aku masih bisa menjaga kewarasan ku.
__ADS_1
Di ruangan tempat aku bekerja aku mengecek semua laporan dan juga menikmati camilan seperti, wafel dan jus buah. Alhamdulillah semua pekerjaan berjalan dengan lancar usaha ku tak sia sia. Membangun toko mas ini, sekarang toko mas lebih besar dan juga hari akan datang perhiasan terbaru, mangkanya aku masih duduk santai bersama Namira di sini.
menikmati pekerjaan dengan canda tawa para karyawan, semua karyawan aku Anggap Sahabat dan keluarga keduaku.
Ahh sungguh semua karyawan ku sangat tau cara memanjakan ku.
💙💙💙
Namun saat aku ngecek cctv ternyata di luar toko sedang ada Ibu Ida, Ibu mertuaku. Dan juga kedua sepupunya. untunglah kamera cctv di lengkapi dengan audio yang jelas, jadi aku bisa mendengar percakapan mereka.
What mas itu.... Itu kan mas yang selama ini aku cari Rupanya mereka yang mengambilnya, bagus lah mereka menukar di sini biar aku kasih pelajaran. Nah lohh kira kira Syasa mau ngapain ya ? ada yang tau ga
💙💙💙
Sudah hampir berjalan satu bulan lebih syasa memiliki tangan kanan, seseorang yang memantau keadaan di luar rumah. Dia di tugaskan untuk mengetahui tentang pak Maman.
__ADS_1
Pencarianku dalam satu bulan ini mendapatkan titik terang.
Dari laporan seseorang tangan kanan kepercayaanku serta tim it mereka mengabari hal yang begitu mengejutkan melalui email.
Ada karyawan kakek dan nenek. yang sampai saat ini masih hidup namun beliau tinggal di luar kota tepatnya di kota cirebon, kebetulan sekali jika suami Namira dan keluarganya berasal dari sana. Akhir pekan minggu ini Namira akan pergi ke kampung halaman, dengan senang hati dia mau menemui mbok wati, orang merawat bunda sewaktu kecil, dan juga kunci siapa sebenarnya pak Maman. Yang tak lain adalah bapak mertuaku.
"Aku akan ambil kembali hakku" batin Syasa. walau Syasa, perempuan. Namun kepintarannya tidak dapat di ragukan lagi. Dia biasanya mendapatkan tender yang fantastis kali ini ia akan merebut kembali harta kedua kakek dan neneknya.
kira kira apa yang ayang di lakukan Syasa..
Tunggu kelanjutannya di bab berikutnya
Bersambung
Terimakasih sudah setia membaca novelku kakak jangan lupa like komen dan vote 💙💙💙
__ADS_1