
Dua hari berlalu, sekarang rumah itu sudah resmi di tempat Rusli, bersama anak dan istrinya.
Sempat terjadi perdebatan dengan keluarga Rusli, namun kali ini ia berkata tegas akan mengontrak. Yang akhirnya terdapat kesepakatan jika pekerjaan rumah akan di kerjakan oleh orang lain dengan catatan Rusli, yang membayarnya.
Rumah yang di tempati kedua pasangan muda dan seorang anak kecil, cukup nyaman apa lagi ini semua impian sang istri yang ingin hidup mandiri.
kehidupan Mirna, berangsur membaik dia sekarang bisa membantu suaminya memenuhi kebutuhan sehari hari, bahkan Rumah yang selama ini di kontrak justru bisa di beli oleh Mirna. pemilik rumah memutuskan menjual rumahnya kepada keluarga Rusli.
💙💙💙
Saatnya wawancara di depan banyak orang bahkan di undang di salah satu podcast di tv swasta, Sindy merasa begitu gugup karena ini pertama kalinya iya datang di acara podcast.
sebagai bintang tamu, dengan judul Wanita mandiri.
banyak sekali pertanyaan pernyataan yang membuat Sindy, merasa bingung namun ia mampu menjawab dengan baik.
Selesai mengisi acara, di rumah Sindy sudah berkumpul para tetangga dan juga ada Ibu mertuanya.
Sindy, sedikit Merasa heran para tetangga berkumpul Rupanya mereka mau mengucapkan selamat atas pencapaian Sindy. orang yang selama ini mereka hina mereka rendahkan Rupa nya orang yang lebih Sukses dan berada di atas mereka.
banyak ucapan selamat dan permintaan maaf dari orang orang yang sudah merendahkan Sindy, terutama ibu mertua dia hampir bersimpuh di kaki Sindy, menangis meraung meminta maaf akan kelakuannya selama ini.
Rupanya ke sukses Sindy, membuat ibu mertua merasa malu. dan sadar akan kesalahannya selama ini.
tak hanya ibu mertuanya yang meminta maaf, Adik dari ibu mertuanya pun meminta maaf via telepon.
setelan semua orang melihat tayangan di tv tadi, orang orang yang merendahkan Sindy.
meminta maaf dengan tulus.
dert
dert
ponsel Andini, bergetar sebuah pesan masuk Dari adik mertuanya.
,{Sindy, Tante meminta maaf atas perlakuan dan ucapan Tante selama ini. maaf atas kata kata yang sering menyakiti hatimu}
sebuah pesan masuk.
gegas Sindy membalasnya.
__ADS_1
{iya Tante sudah, aku maafkan yang lalu biarlah berlalu}
kembali sebuah pesan masuk
{kamu anak naik anak cantik Sholehah semoga usaha kamu semakin berkembang}
Setelah berbalas pesan Sindy, mengajak ibu mertua untuk buka bersamanya. Karena Adam, akan terlambat pulang sedang menyiapkan berkas berkas yang akan di tinggal libur, mulai besok sudah libur untuk cuti bersama idul Fitri.
mereka berdua, kompak menyiapkan takjil yang di beli Sindy, sebelum pulang memasukkannya ke dalamnya mangkuk.
tak lama adzan berkumandang.
menandakan waktunya berbuka
Bu Sela Rupanya diam diam, mengirim pesan kepada anak anaknya.
{setelah pulang dari kantor, tolong belikan ibu kue ulang tahun untuk Sindy, uangnya sudah ibu kirim}
pesan Bu Sela kepada Adam, dengan semangat Adam, gegas keluar kantor kebetulan semua berkas sudah selesai, gegas ia ke toko kue langganan membeli kue yang di pinta oleh ibunya
Bu Sela, diam diam mengirim uang melalui m-banking. sebesar 500 ribu untuk membeli kue ulang tahun.
tak lupa juga Bu Sela, mengirim pesan kepada Anggi.
send pesan Terkirim.
Anggi, yang membaca pesan dari ibu merasa heran dengan apa yang ibunya lakukan. namun ia tetap menurut.
Selesai berbuka, Anggi firman serta Sya'sa. pergi ke rumah Sindy, tak lupa sebuah paper bag berisikan tas mewah di bawa oleh Anggi, sebagai hadiah untuk Sindy.
30 menit berlalu, keluarga kecil itu Samapi di rumah Adam, berbarengan dengan Adam, yang baru saja turun dari roda duanya.
sebelum masuk rupanya Bu Sela sudah menunggu di ambang pintu mengisyaratkan jangan berisik dengan menaruh cari telunjuk di bibirnya.
Sya'sa, yang melihat itu sontak terdiam menurut apa yang neneknya maksud.
sebuah kue black forest, dengan tulisan di atasnya sukses selalu Sindy.
mereka perlahan masuk ke dalam menghampiri Sindy, yang sedang berada di dapur mencuci piring.
"sayang" Panggil Adam.
__ADS_1
gegas Sindy, berbalik badan namun itu tak berkata apa apa ia merasa heran pasalnya sekarang bukan hari ulang tahunnya.
"mas kok bawa kue, terus kenapa ada mbak Anggi juga?" tanya Sindy dengan heran
"hehehe, iya ini semua ide ibu pengen ngasih kejutan sama kamu, Karena sudah mampu bertahan sejauh ini, bahkan sudah sukses" ucap Adam.
Sindy, yang merasa terharu akan kebaikan keluarga suaminya akhir akhir ini, iya tak mampu berbicara lagi. Sindy hanya mampu menangis, Tanda menangis bahagia.
di saat yang lain merasa terharu dan bahagia.
"om ayo makan kuenya aku pengen" ucap Sya'sa.
sontak saja semua orang tertawa dan berpindah ke ruang Keluarga.
Sya'sa yang berkata ingin memakan kue justru kuenya di diamkan begitu saja ketika sudah menonton kartun.
keluarga mas Adam, memutuskan menginap di rumah kami, Sindy dan mbak Anggi tidur di kamar belakang, untuk ibu dan Sya'sa, tidur di kamar depan. sedangkan Adam dan Firman tidur di ruang keluarga. menggelar karpet tebal di depan tv.
💙💙
Pukul dua dini hari, Bu Sela sudah bangun menyiapkan makan sahur untuk anak cucu dan menantunya, semua masakan selesai pukul 3 satu persatu orang di rumah itu bangun.
"Ibu kenapa ga bangunin Sindy?" Ucap Sindy seraya mengucek kedua matanya.
"Gpp sayang, kamu lagi hamil Ibu ga tega bangunin kamu" balas Bu Sela.
Rupanya di balik pintu, Adam Anggi dan Firman mengintip obrolan mertua dan menantunya itu. Mereka bertiga begitu bahagia rupanya perubahan Bu Sela, tidak main main dia bener benar berubah menyayangi Sindy layaknya anak sendiri.
Semua berkumpul di Ruang Tv, Anggi dengan sigap melipat karpet tebal, bekas suaminya dan adinya tidur.
Bu Sela, firman dan Adam, membawa beberapa piring berisi lauk serta nasi. Sedangkan Sindy, hanya di persilahkan duduk menunggu.
Mereka makan dengan Khidmat selesai makan Anggi dan Firman, dengan sigap mencuci piring, sedangkan Adam, memijit kedua kaki ibunya. Sambil menunggu azan subuh berkumandang mereka bercengkrama layaknya keluarga Cemara .
Tak lama adzan subuh berkumandang, Adam serta firman pergi ke mushola untuk berjamaah shalat Subuh.
Para perempuan Shalat di rumah, bergantian karena Memang ruang shalat di rumah Sindy kecil.
Hari ini sudah memasuki cuti bersama untuk idul Fitri, namun butik belum tutup mereka semua serempak pergi ke butik untuk membeli pakaian. Dan menemani Sindy.
Bu Sela, meminta untuk mampir ke rumah mertua Adam, Rupanya ia ingin meminta maaf kepada besannya.
__ADS_1
Kedatangan Bu Sela dan keluarga di sambut baik oleha mamah Alma, dengan tulus Bu Sela meminta maaf dan menangis memelu besannya.