
namaku Anggita, orang orang biasanya memanggilku dengan sebutan Anggi. setelah sidang pertama di laksanakan, hatiku semakin mantap untuk mengakhiri, pernikahan dengan mas Devan. yang sebentar lagi akan menjadi Mantan suamiku.
Sore menjelang malam aku, memberitahu bahwa. Akan sidang pertama hari Rabu pekan depan, hal yang membuatnya terlihat murung setelah mendapatkan surat panggilan sidang pertama.
Tak terasa waktu yang di tunggu pun tiba Sidang Pertama, suaminya Anggi, tidak hadir membuat Sidang itu dengan mudah, selanjutnya Sidang kedua yang akan di laksanakan sekitar 2 Minggu lagi.
Selesai sidang pertama, aku pokus menata karirnya yang awalnya hanya kedai kecil, berangsur menjadi Seperti cafe.
kebetulan Tanah kosong di samping rumah masih cukup luas untuk di buat menjadi cafe, maka dengan memanfaatkan lahan yang Ada, Aku membangun cafe di samping rumah.
perceraian ku sudah menjadi buah bibir di tempat aku tinggal, namun aku tak menghiraukannya. karena bagaimanapun bukan aku yang berselingkuh.
****
pagi ini saat aku sedang memantau 2 karyawanku untuk membersihkan kedai, yang sebentar lagi akan buka. Aku sudah menyiapkan bahan minuman dan juga bahan camilan yang aku beli di pasar tradisional. untuk bahan minuman kadang aku membelinya lewat online.
__ADS_1
terlihat Sindy dan sahabatnya, "sepertinya aku pernah bertemu dengan sahabatnya itu. tapi di mana ya" pikirku
saat mereka berjalan begitu dekat ya, aku ingat" aku pernah melihatnya mengatur karyawan yang ada di butik Almia Store, "Ternyata pemilik butik itu sahabat Sindy," gumamku dalam hati
"pantas saja Sindy, akhir akhir ini memiliki koleksi baju yang bagus dan juga tas yang mahal mahal" mungkin dia dapat harga diskon pikirku
Ku aku, Sindy memang wanita cantik, pintar memasak, mengurus rumah, bahkan walau dia hanya di rumah saja dia tetap produktif, dalam mencari uang. bahkan dia tidak pernah menuntut banyak kepada adikku.
Tetapi aku tidak menyukai, karena dia bukan wanita Karir yang bekerja di kantoran, Walau sebelum menikah dia wanita karir bekerja di kantor, bahkan aku dengar dia memiliki jabatan yang cukup tinggi. Namun karena baktinya kepada suami dia rela melepas jabatannya.
Sindy membuyarkan lamunanku
"Hmm iya mau apa" tanya ku dengan ketus
Aku tidak suka dengan Sindy, karena semua apa yang dia punya sekarang harusnya berbagi denganku, karena semua yang iya dapat pasti hasil kerja keras Adam adikku.
__ADS_1
"aku mau pesan 2 kopi capuccino, 2 Ketang goreng dah sosis bakar mba" Jawabnya dengan Ramah
"oke, Tunggu sebentar" jawabku
gegas aku kedalam, menyuruh salah satu karyawan menyiapkan pesanan Sindy
saat aku lihat, Sindy begitu bahagia hati ini rasanya semakin Iri kepadanya.
tak lama pesanan yang di pesan Sindy, di Antar salah satu karyawanku semenjak berjualan terkadang kedai aku titip kepada karyawan. bahkan Aku menikmati hasil kerja kerasku Sendiri, Walau aku akui sekarang aku bisa membeli apapun dengan hasil kerja kerasku namun tetap saja Rasa iri itu selalu ada.
*****
di meja Sindy, Marni yang Melihat perubahan Anggi dari mulai tatapan dan Nada berbicara, merasa bahwa Anggi itu iri terhadap Sindy. namun Marni diam saja tak banyak berbicara.
mereka berdua larut dengan obrolan ngalor ngidul seraya cekikikan tertawa.
__ADS_1
hal itu membuat Anggi semakin iri, Ternyata Sindy pun menyadarinya namun Sindy, tak mau membuat masalah dia biarkan saja kakak iparnya seperti itu, selagi kakak iparnya tak mengganggunya sepertu dulu.