
Pagi ini seperti biasa Sindy membereskan semua pekerjaan rumah dengan telaten dan begitu rapih, setelah Adam pergi bekerja. Sindy hanya duduk di rumah seraya memulai kembali berjualan online dan kembali menulis beberapa bab novel.
Karena selama ini dari menulis lah Sindy dapat memiliki modal tanpa di ketahui suaminya bahkan sekarang, Sindy sudah tau jika Adam sering diam diam member uang kepada ibunya di luar jatah bulanan bahkan ketika ada bonus dari kantor sudah di pastikan mertua dan kakaknya lah yang pertama menikmati uang itu.
Padahal Sindy istrinya yang lebih berhak atas uang itu, namun hati sindy selembut kapas dia tak ambil pusing selagi dia mampu mengembangkan diri dan memiliki penghasilan dia tidak akan menuntut ini itu kepada suaminya.
********
tokk…
tokkk….
Tokkkk
Suara pintu di ketuk
“Assalamualaikum”
Terdengar suara bu minah mengucapkan salam dari luar gegas sindy pun keluar
“walaikumsalam”
Ceklek suara pintu terbuka
“ ibu ayo bu masuk ada apa ya bu??” bergeser dari pintu seraya memberikan jalan untuk tamunya masuk ke dalam rumah.
Sindy sudah menganggap ibu Minah tetangga sebelahnya seperti ibunya Sendiri.
“mm begini neng sebenernya ibu kesini mau nagih uang bolu? yang di pesan ibu mertuanya neng, sebenarnya ibu ga enak nagihnya pasti neng gx di kasih taukan sama mertua neng kalo beliau memesan beberapa bolu!!!!” bu minah terlihat tertunduk dan meremas ujung baju yang ia kenakan.
“hmm iya bu sebenarnya saya sudah menduganya pasti beliau akan melakukan semua ini, karena katanya ada adiknya beliau yang dari luar kota untuk bertamu siang nanti. Yasudah bu saya tidak mau memperpanjang masalah semua totalnya jadi berapa bu???”
“semuanya jadi dua ratu lima puluh ribu neng”
“ini bu uangnya” merogoh saku celana dam memberikan kepada bu minah
“iya neng makasih ya semoga rejekinya di lancarkan dan di beri kesehatan” mengambil uang
“amiin, makasih bu doanya semoga ibu juga selalu di beri kesehatan”
“iya neng, amiin ibu pulang dulu ya masih ada beberapa pesanan” seraya keluar rumah dan menuju samping rumah Sindy
Setelah kepergian bu minah aku melanjutkan aktivitasku kembali berjualan kali ini aku hanya akan mengirim barang dari pusat langsung kepada pemesan barang dan akan berjualan lewat market place saja, Sindy merasa ada yang akan menguasai uangnya jika lama kelamaan dia berjualan lewat aplikasi berlogo biru.
__ADS_1
apah lagi beberapa bulan yang lalu sudah ada tetangga yang menanyakan kebenaran soal berjualan Sindy pun merasa akhir akhir ini Adam menyembunyikan sesuatu darinya, di tambah lagi sekarang akan datang. tante Laila walau tante laila baik dan dermawan tetap saja tidak kalah julit dan nyinyir seperti mba Anggi.
#########
Di kediaman mertua
Sudah di gelar karpet yang halus dan lembut di ruang tv sedangkan ruang tamu sudah di kemas begitu rapih memiliki kesan mewah dan elegant.
Tak berselang lama terdengar suara deru mobil, berhenti di halaman rumahnya ibu Sela rumah dengan gaya mini malis dan mewah ber cat warna putih dan hitam. ternyata yang sedari tadi pagi di tunggu tunggu akhirnya datang. kedatangan adiknya itu tak lain dan tak bukan untuk bertakziah ke makam kedua orang tuanya, dan untuk berkunjung kepada kakaknya itu.
“assalamualaikum” terdengar suara salam dari luar gegas Anggi datang untuk membuka pintu
“waalaikumsalam” jawab Anggi dari dalam rumah
Ceklek suara pintu di buka
“gimana kabarnya tante” sapa Anggi seraya mencium punggung tangan tante Laila dengan takzim dan tersenyum simpul
“alhamdulilah baik nak” mengelus punggung tangan Anggi,
“ayo masuk tante pasti cape ya ?”
“iya lumayan nak badan tante rasanya pegal semua” menjawab dengan senyum ramah
“yasudah tante istirahat dulu langsung saja ke ruang tv biar bisa bersantai dan menonton tv” ucap Anggi
Mereka berenam berbincang hangat dan bersenda gurau dan memakan aneka camilan, tidak lupa menyediakan pula bolu yang di pesan dari Bu Minah dan di bayar oleh Sindy, memakan makanan yang di sediakan tuan rumah seraya makan duduk di lesehan, setelah cukup lama ber istirahat Laila beserta anak dan cucunya. Berpamitan untuk ke makam seraya langsung kembali ke kota sebelah.
Setelah dari makan untuk bertakziah Tante Laila meminta kepada Satria untuk mampir ke rumah Adam dan Sindy
*******
Di rumah Sindy jam menunjukan setengah tiga sore ia bergegas mengangkat jemuran dan menyetrika, lalu mandi dan melaksanakan shalat asar, tak terasa waktu terus bergulir ke pulangan Adam yang sedari tadi di tunggu tunggu akhirnya tiba.
“assalamualaikum dek?”
“wa'alaikumsalam ada apa mas ?”
“ini ada uang bonus dari kantor” menyerahkan amplop warna coklat yang sudah pasti isinya berkurang dari yang seharusnya 3 juta hanya ada lima ratus ribu, dua setengah juta sudah Adam pisahkan untuk Ibunya
“hmm iya mas makasih, rasanya aku ingin berhenti berjualan saja mas aku merasa lelah” seraya menunjukan mimik muka yang kelelahan
“aku ingin tau jika dia tau aku sudah tidak menghasilkan uang apakah ? kamu akan tetap memotong uang bonusmu mas” batin Sindy
__ADS_1
“mm yasudah jika itu mau kamu dek, mas tidak akan memaksa” seraya masuk ke dalam kamar menaruh gadget di atas nakas dan bergegas ke kamar mandi
Setelah mandi Adam dan sindy asik menonton tv
Terdengar suara deru mobil berhenti di halaman rumah
“pasti itu tante laila” batin Sindy
“assalamualaikum”
Tokk
Toookk
Took…..
Terdengar suara ketukan pintu dari depan rumah
“yaudah dek biar mas saja yang membukakan pintu” bergegas berjalan ke depan pintu
“waalaikumsalam”
Ceklek suara pintu di buka
“oh ada tante ayo mari masuk tante” seraya member jalan kepada tante Laila
Setelah Tante Laila masuk Satria dah kedua anaknya si kembar vano & vino berpamitan untuk pergi ke sebuah mall karena Hari ini Satria sudah berjanji akan mengajak anaknya bermain time zone.
“hmm mana istrimu Adam ada tante datang kenapa dia tidak menghampiri tante ke rumah ibumu?” seraya mendudukkan pantat di atas sofa yang di beli dari hasil kerja Sindy
“haduh tante julit datang pasti bakalan banyak tanya” batin Sindy
“ada tante di dalam mungkin tadi Sindy sibuk berjualan online” Ucap Adam ikut duduk di depan tantenya itu
“sayang ada tante Laila” panggil Adam dengan berteriak
“Adam kamu itu manggil istri yang sopan nak tidak elok memanggil seperti itu” tegur tante Laila
‘iya mas” bergegas menghampiri tante Laila seraya membawa nampan berisi teh hangat dan aneka camilan, menaruh semuanya di atas meja.lalu mencium dengan takzim tangan tantenya
“gimana kabarmu nak? Kenapa tadi tidak datang ke rumah ibu mertua mu?”
“alhamdulliah baik tante, tadi Sindy banyak orderan jadi tidak sempet datang ke ruma ibu, ada beberapa kurir yang mengambil barang untuk di kirim hari ini”ucap Sindy
__ADS_1
“oh yasudah jika itu membuatmu tidak kekurangan uang maka lanjutkan usaha mu nak” memberi nasehat seraya mengejek, tante Laila beranggapan selama ini Sindy kekurangan uang, di pikir hasil berjualan Sindy hanya cukup untuk jajan sindy sendiri padahal semua barang yang tertata rapih di rumah ini semuanya uang hasil Sindy berjualan online, dan menulis tapi tidak ada yang tau Sindy menulis.
bersambung