Sukses Setelah Di Hina

Sukses Setelah Di Hina
naskah Tanpa judul


__ADS_3

Aku setuju dengan keputusan mereka berdua, karena sebagai seorang wanita dan sebagai seorang menantu aku pun ingin di sayangi oleh mertua.


Semua rencana berjalan dengan baik, Bu Sela sekarang sudah tidak separah dulu merecoki rumah Tanggaku, hanya saja sekarang aku yang merasa kesepian jika dulu, iya yang selalu merecokinya kini giliran aku yang merecokinya. Bukan balas Dendam hanya saja mencoba bermain main dengan beliau. Seperti dulu memperlakukan. 


"Pagi ini setelah semua pekerjaan rumah selesai, Rasanya aku ingin sekali minum di kedai mba Anggi, namun sejak ramadhan kedai buka sore menjelang malam / menjelang waktu berbuka puasa. 


Sambil menunggu kedai buka jam 2 siang Nanti, aku rebahkan tubuhku di atas karpet di depan tv. 


Selang beberapa menit kemudian aku tertidur. 


💙💙💙 


Sedangkan di rumah mamah Alma, sejak pagi sang ibu terus memikirkan Putrinya yang tengah mengandung.


"jam segini pasti Sindy, sedang kelimpungan nyari makan, sebaiknya aku antarkan saja makana dari rumah serta camilan dan buah"pikir Bu Alma.


Memakan waktu 30 menit Ibu dua anak itu, dengan mahir mengendarai roda dua menuju kediaman putri sulungnya. 


Setelan tiba dihalaman Rumah milik anaknya itu. 

__ADS_1


"Assalamualaikum" ucap Bu Alma


"Wassalamu'alaikum" balas Sindy 


Gegas Sindy, berjalan ke depan rumah menemui tamunya 


Ceklek 


Suara pintu di buka


"Mamah" pekik Sindy dengan bahagia, pasalnya baru saja ia akan menemui ibunya itu sekalian ke butik. 


"Iya sayang, seneng bgt di jenguk mamah" balas Bu Alma. 


 Dua perempuan beda usia itu terus saja mengobrol banyak hal, terutama tentang kandungan Sindy. 


Yang dua Minggu lagi, akan mengadakan acara 4 bulanan. di adakan satu Minggu setelah hari raya idul Fitri.


Tak terasa waktu semakin siang, Bu Alma memutuskan untuk pulang setelah melihat anak dan calon cucu yang ada di dalam kandungan baik baik saja, Bu Alma merasa lega dan bahagia.

__ADS_1


Setelan kepergian Bu Alma, tak lama Bu Sela datang menghampiri Sindy, seraya membawa minuman serta camilan yang di jual di kedai Anggi.


Sindy, yang mendapat perhatian kecil dari mertuanya itu, merasa amat sangat bahagia dan di hargai.


mata Sindy, sudah berkaca kaca, agar cairan bening itu tak keluar Sindy, melihat ke atas supaya tak menangis.


perlahan-lahan sikap Bu Sela, melunak terhadap Sindy, jika menjelang sore mendekati berbuka Sindy, biasanya kerepotan memasak namun sekarang Bu Sela, sendiri yang datang menawarkan bantuan.


kedua wanita beda usia itu, sedang berkutat di dapur, menyiapkan menu berbuka, ada beberapa menu masakan yang menggugah selera, serta takjil yang di buat.


Rupanya Bu Sela, datang membantu memasak atas perintah Anggi dan Firman mereka akan buka bersama di rumah Adam dan Sindy.


pukul 5 keluarga Firman datang, dengan kedatangan Sya'sa Bu Sela, begitu antusias menyambut kedatangan cucu sambungnya itu.


Celoteh riang khas anak TK begitu ramai dan antusias. walau Sya'sa anak kecil Sendiri, namun tingkah lakunya membuat orang dewasa itu tertawa,


Tak lama setelah kedatangan Anggi dan Firman. Suami Sindy, pun pulang ia merasa heran ibu serta kakaknya berada di rumah Ia.


Dengan sigap, Anggi mengedipkan mata memberi kode kepada Adam, agar tak bertanya apa apa. Adam langsung peka dengan apa yang kakaknya lakukan.

__ADS_1


mereka ber enam berkumpul bersama, mendengarkan sya'sa berceloteh Riang


bersambung.


__ADS_2