Sukses Setelah Di Hina

Sukses Setelah Di Hina
Sukses setelah di Hina part 2


__ADS_3

mereka tidak tau jika aku menguping, gegas aku melanjutkan langkah menuju dapur menghindari. Kemungkinan agar tidak di ketahui mereka jika aku sudah tau maksud mereka.


Benar memang kata orang tua zaman dulu, harta bisa membuat orang terlena. Kali Ini aku harus hati hati, jangan sampai jati diriku terbuka di sini.


💙💙


Agar mereka tidak mengetahui jika aku menguping gegas Syasa, mengambil wudhu untuk melaksanakan shalat Dzuhur.


Selesai shalat, ia teringat akan ucapan mertuanya, karena hidup di lingkungan keluarga toxic. Syasa benar benar harus waspada.


Sayur, SOP yang tadi pagi di masak rupanya sudah di campurkan sesuatu oleh Kaka iparnya. Dan Syasa melihat itu semua. Karena dia tak mau nyawa menjadi taruhannya.


"sebaiknya aku pura pura, beli kuota, ke depan. Untuk membeli makanan" batin Syasa.


Selesai shalat, Syasa bergegas pergi ke depan di depan gapura kampung tak jauh dari rumahnya cukup berjalan kaki, banyak pedagang kaki lima, mulai dari warung kopi sampai makanan berat. Berjejer orang berjualan pecel ayam. Sate bakso mie ayam, serta aneka minuman. di sana juga terdapat rumah makan Padang.


gegas, Syasa memasuki warung makan, Padang memesan nasi serta lauknya. Memakannya dengan cepat cukup 25 menit Syasa, makan. Tak lupa ia pulangnya membeli kuota seperti apa yang sudah di pikirannya, rupanya memang kuota hpnya sudah habis.

__ADS_1


ia juga membeli dua mangkuk bakso. Untuk mengelabuhi mertua serta kakak iparnya.


💙💙💙


Ketika Syasa, sampai di rumah keadaan rumah masih sepi, "umpan yang bagus" pikir Syasa, gegas ia menuangkan bakso ke dalam mangkuk dan meninggalkannya begitu saja. Menuju kebelakang rumah mengangkat jemuran, lalu melipatnya.


selesai semua pekerjaan sengaja syasa merenung di dalam kamar, memastikan langkah apa yang harus di ambil.


Terdengar suara deru motor, sore ini seperti suara pulang lebih awal, sengaja syasa tak menyambutnya karena. Ia akan membuat keributan.


Dua puluh menit berlalu, suaminya belum juga masuk ke dalam kamar, namun terserah seperti orang yang sedang berbicara di dapur. "oke baiklah aku akan memulainya sekarang"pikir Syasa.


"iya baru sampai," balas suaminya Syasa.


"oh iya aku baru ingat, aku menyiapkan bakso di dalam kamar, dan untuk bakso yang berada di meja makan itu sudah aku calon racun tikus" ucap syasa dengan santan.


ibu mertua, yang mendengarkan percakapan anak dan menantu nya itu, sontak melempar sendok dan garpu ke sembarang tempat.

__ADS_1


Menelan, sudah membayangkan lezatnya bakso yang masih terlihat hangat itu.


"sial untung aku belum Memakannya" batin Ibu Ida, mertua dari Syasa..


Arga, refleks berlari, mendengar seperti sesuatu di banting.


Namun Syasa dengan santai cekikikan tertawa walau, masih ikut ke ruang makan.


"enakkan nu makan makanan yang sudah aku siapkan racun tikusnya" batin Syasa Seraya Tersenyum Bahagia.


"ibu, ibu ga papa,?" tanya Angga


"Gpp nak, hanya tadi ada kecoa lewat" balas NU Wiwin, ya bi Wiwin perempuan pobianakan kecoa.


"oh yaudah hati hati, ini bakso jangan di makan ya bu, untuk umpan tikus" balas Arga.


"oh iya nak, makasih udang nginenittin"

__ADS_1


semua orang kembali ke dalam, Bu Wiwin Masuk ke dalam kamarnya sendiri, Syasa, menyiapkan pakaiannya untuk suaminya. sedangkan Arga. Setelah pulang dari kantor malahan asik berselancar di media sosial.


__ADS_2