Sukses Setelah Di Hina

Sukses Setelah Di Hina
Pop Ratna istri baru Devan


__ADS_3

Selesai, menerima panggilan dari Ratna, Devan bergegas melajukan kendaraannya ke arah barat, menyisir jalanan yang cukup ramai, walau sudah jam delapan malam.


pertemuan tak terduga, membuat hatinya kacau ia merindukan sosok Anggi, namun sudah tak bisa ia gapai kembali karena kesalahannya sendiri.


ke esok paginya di rumah Devan,


"Mas berangkat dulu, sayang ...." pamit Mas Devan, sembari mengecup keningku.


"Hati-hati, Mas. Jangan lupa kabarin kalau sudah sampai di tempat proyek baru. Pak Ugi juga, jangan lupa diajak ngobrol. Biar nggak ngantuk."


Aku mencium punggung tangannya.


Jam masih menunjukan pukul tiga dini hari dan Mas Devan, harus segera berangkat untuk menghindari kemacetan.


Suamiku kembali mencium kening Renata, putri pertama kami yang baru berusia lima bulan.


"Renata, Ayah berangkat dulu, Nak."


"Sudah pamit sama Renata, Mas?"


"Sudah semalam, Mas pamit ya. Assalamualaikum."


"Wassalamu'alaikum."

__ADS_1


Ku Tutup pintu kamar setelah Mas Devan keluar. Bukan aku tidak mau mengantarnya sampai ke depan, tapi dia sendiri yang tak mengizinkan. Mas Deva merasa tidak aman kalau Renata ditinggal sendirian.


Mas Devan, memang sangat manis.


Laki-laki yang sudah memberiku satu anak perempuan.


Sebenarnya Mas Devan, sangat menginginkan anak laki-laki. Tapi kalau dilihat dari garis keturunan keluarga, cukup sulit untuk mendapatkannya.


Dan seandainya proses melahirkan tidak melewati proses secar, kami pasti akan selalu mencoba lagi mendapatkan anak laki-laki.


Tetapi dokter sudah berpesan untuk hati hati ketika memiliki anak lagi. Dokter bilang rahimku tipis.


Aku tidak masalah, karena yang aku lihat Mas Devan, baik-baik saja. Dia juga suami yang bertanggung jawab dan ayah yang sangat menyayangi putri nya.


💙💙💙


Ya, usaha suamiku memang sedang bagus bagusnya. Usaha yang kami rintis dari nol.


Satu bulan setelah menikah denganku, Mas Devan terkena PHK.


Dulu kami meminjam modal pada bibi yang sudah mengurus mas Devan, sedari kecil untuk membuka satu toko kecil. Setelah itu usaha kami berkembang dan berhasil mengubah toko kecil itu menjadi minimarket.


Alhamdulillah kini sudah ada empat minimarket tempat kami menetap. Dan mulai mencoba satu cabang di kampung.

__ADS_1


Sudah setahun semenjak buka cabang di kampungnya, sebulan sekali Mas Devan ke sana untuk mengecek. Terakhir kudengar, dia mau membuka satu cabang lagi karena usahanya yang makin berkembang. Alhamdulillah, sebagai istri aku hanya bisa mengucap syukur atas rezeky suamiku.


💙💙💙


malam ini Renata terlihat gelisah sama tidurnya Aku memeluk Renata, mencoba menenangkannya. Selalu begini setiap Mas Devan ke sana, selalu sulit dihubungi. Dan alasannya nanti, selalu masalah sinyal yang kurang bagus. Menghubungi mertuaku pun sama saja sulitnya.


Malam ini malam kelima tanpa Mas Devan. Setelah menyusui Renata aku tidak bisa tidur lagi. Seperti biasa aku memenuhi panggilan sepertiga malamNya.


Selesai sholat tahajud perutku terasa lapar. Aku turun ke dapur untuk mengambil cemilan di kulkas. Menyusui Renata memang sering membuatku lapar di tengah malam. ke esok paginya Art, yang hanya datang lagi dan pulang sore sudah datang, ku tutup Renata kepadanya..


💙💙💙


Segelas cokelat hangat dan sepotong cake cokelat ku pesan di salah satu kafe sambil beristirahat. Semuanya kusiapkan untuk menenangkan hatiku. , aku ingin sedikit rileks, karena sejak tadi perasaanku sudah tidak karuan.


Sampai di rumah kucari buah hatiku. Aku berusaha bersikap tidak terjadi apa-apa.


anakku terlelap dalam gendongan Sri Segera kuambil Renata, dari tangannya.


💙💙💙


Pukul delapan malam ini, Bogor hujan cukup deras. Kudengar mobil Mas Devan masuk.


Bisa kurasakan tangannya yang hangat memelukku dari belakang. Pelukan yang sangat aku rindukan.

__ADS_1


__ADS_2