
Siska, Sahabat dekat Ranta memutar sebuah musik, dan juga membawa sebuah kue ulang tahun. yang tertulis selamat ulang tahun Ratna.
persahabatan mereka sudah lama terjalin suka duka yang mereka rasakan tak pernah lupa untuk bercerita, perjalanan Hidup Ranta, sebagai seorang istri dari laki laki yang sudah memiliki istri, turut jadi cerita dalam hidup mereka.
💙💙💙
Waktu terus berjalan semua sudah kembali seperti biasa, Bu Sela yang sekarang sudah sehat seperti sedia kala.
beberapa hari lagi menjelang 4 bulanan Sindy. semua sudah di persiapkan dengan baik oleh Anggi. sebagai kakak perempuan, Sekarang dia lebih peka terhadap Sindy.
pukul sembilan pagi, acara di mulai semua keluarga dan para tetangga berkumpul untuk melaksanakan pengajian. tepat pukul dua belas siang acara selesai, semua orang pulang ke rumah masing masing. hanya tersisa keluarga saja mereka masih asik bercengkrama dan bercerita.
Sindy, sudah terlebih dahulu pamit pada Keluarganya untuk tidur siang. tak biasanya ia tidur siang mungkin karena kelelahan.
Adam, yang melihatnya ikut masuk ke dalam kamar dan melihat kondisi Sindy,.
💙💙💙💙
Butik, semakin ramai pembeli apah lagi setelah acara wawancara di salah satu stasiun televisi, semua orang tau semakin banyak yang berdatangan ada yang hanya sekedar ingin tau, bahkan ada yang sudah menjadi langganan tetap. promosi selalu di lakukan di akun media sosial, begitu pula toko serba satu harga memiliki beberapa cabang, karena kebanyakan barang Yang di jual memang barang butik yang sama dengan Almia store, hanya berbedanya jika di toko satu harga serba tiga puluh lima ribu, kebanyakan barang yang jahitannya tidak rapih. Sore hari kedua orang tua Sindy masih di rumahnya.
obrolan demi obrolan terus berjakan
"Sindy, uang memang rejeki, tapi rejeki bukan hanya segala hal tentang uang. Rejeki tiap orang itu sudah ada porsinya, kalau porsi rejeki kita masih sedikit, yang dilakukan bukan ngiri, nganan, ngalor, ngidul … tapi ketuk pintu langit-Nya agar porsi rejeki kita bertambah.
Percayalah …." Nasehat Mamah Alma
"iya mah Sindy, percaya" balas Sindy dengan mantap
"Yang muncul ke permukaan itu hanya pucuk, kita tak akan pernah tahu seperti apa kerasnya perjuangan akar di dalam sana. Semua yang terlihat itu adalah hasil, kita tak pernah tahu seperti apa proses yang sudah dilalui hingga bisa menumbuhkan buah-buah ranum dan bunga yang indah." kata Mamah Alma dengan mantap
__ADS_1
"Yang harus kita lakukan apa?" Tanya Sindy
"Terus memperbaiki diri, bersyukur dan tak pernah berhenti belajar dan berjuang." balas mamah Alma.
"iya mah, terimakasih atas nasehat mamah" balas Sindy
"sama sama sayang, kamu Putri mamah sudah menjadi kewajiban untuk mamah menasehati kamu" balas mamah Alma
obrolan terus berjalan dengan di selingi canda tawa serta celoteh Sya'sa kecil.
tak terasa sudah waktunya makan malam semua orang berkumpul di ruang tengah makan secara lesehan. duduk di lantai dengan Santai, selesai makan semuanya bekerja membersihkan piring piring kotor menyapu ruangan, yang di pakai untuk makan.
💙💙💙
Ke esok paginya kedua orang tua Sindy pamit pulang, begitu pula dengan Anggi dan Firman, namun sebelum pulang Rupanya Sya'sa si gadis kecil sedang merajuk tidak ingin pulang dan juga tak mau di tinggalkan oleh ke dua orang tuanya, ia masih mau berkumpul di rumah Tante tersayangnya.
lucu memang kelakuannya anak seusia, ada saja hal yang membuat sang ibu sambungnya sedikit naik pitam, kadang di bikin ngereog pula, namun mau Se usil apapun kelakuannya tetap saja Sya'sa, si anak kecil yang belum tau apa apa.
setelah semua orang pergi, kini tinggal Sindy seorang diri karena merasa bosan semua pekerjaan rumah sudah beres, Sindy memutuskan ke lua rumah untuk sekedar duduk di teras atau mengobrol dengan Bu Minah.
"eh, neng sindy udah duduk manis di teras" sapa Bu Minah
"hehe iya Bu, tadi semua pekerjaan sudah beres dari pada sindy, bosan jadi Sindy di luar saja" balas Sindy.
"duh buk owner enak ya tinggal duduk manis" sapa Sapa Marni. si tetangga julit yang selalu buat Sindy, naik pitam.
"hehehe iya dong mbak, Alhamdulillah kn banyak karyawan" balas Sindy dengan pongah.
percaya sebenarnya Melayani mulut Julit tetangga satu ini harus extra sabar. karena pasti akan ada ucapan ucapan menyakitkan lainnya.
__ADS_1
Marni, tak bisa berkata kata lagi ia hanya diam.
{bumil aku kerumah ya, sekalian kita makan rujak) sebuah pesan masuk rupanya dari Mirna.
ah kebetulan sekali, ada Orang yang bisa aku ajak kerjasama untuk membuat tetangga diam, pikir Sindy
{ok aku tunggu, sekalian belikan aku makanan seafood} balas Sindy
{ok}
dua puluh menit berlalu, Mirna sudah ada di depan rumah ku, dengan motor matic kesayangan, seperti hari ini akan ada meeting penting. tak biasanya ia datang dengan senyum yang manis serta setumpuk berkas.
"bumil, ini pesanannya"teriak Mirna, menunjukkan paper bag yang ia bawa, serta paper bag yang berisikan berkas yang harus aku tanda tangani di taruh begitu saja di atas meja.
"terimakasih" ucap ku
gegas Aku membuka paper bag yang berisikan, seafood serta rujak, seperti ia sengaja memesan makananku di sebuah wadah dan sudah tersedia sendok.
dengan lahap sindy, memakan seafood begitu juga dengan Mirna, di teras mereka sibuk makan berdua, tak hanya sampai di situ sayu porsi seafood telah habis di lanjutkan dengan satu porsi Rujak tumbuk kesukaan Sindy.
tiga puluh lima menit berlalu, kedua makan itu sudah perpindahan kedalam perut. sekarang mereka berdua sedang membahas pekerjaan. beberapa berkas, ada yang harus Sindy tanda tangani.
ada dua pengajuan, kontrak kerja dengan sebuah butik branded terbaru mereka meminta Sindy, untuk memasok pakaian serta tas dan yang lainnya. kedalam Butik mereka. dengan senang hati Sindy menyetujuinya.
Butuh waktu satu jam setengah, semua berkas sudah di tanda tangani dan akan di serahkan kembali kepada pengajuan kontrak kerja besok.
karena semua pekerjaan yang di lakukan Mirna, sudah selesai ia hanya santai sembari menemani Sindy, di rumahnya Rupanya beberapa hari sebelumnya Mirna sudah lembur bekerja dengan extra. untuk meluangkan waktu setengah hari bersama sahabatnya.
sesekali, mereka berdua mengecek butik lewat cctv yang tersambung langsung dengan hp mereka. semua aman terkendali, dan juga ada beberapa email masuk. dengan cekatan Mirna, menyelesaikan pekerjaannya.
__ADS_1
bersambung...
Note : mohon maaf baru sempat update lagi.