Sukses Setelah Di Hina

Sukses Setelah Di Hina
menikmati waktu berdua


__ADS_3

Sebuah warung Sate khas daerah Purwakarta, menjadi pilihan menu makan mereka berdua. menikmati waktu berdua momen yang jarang mereka dapatkan.


Sindy, memilih Menu andalan di warung ini Sate Ayam serta es jeruk, lengkap dengan nasi putihnya. menu yang sama di pilih oleh suaminya.


sambil menunggu Makana di hidangkan mereka berdua bercanda bercerita layaknya sepasang kekasih.


Tak lama menu yang mereka pilih di hidangkan oleh pelayan, warung mereka makan dengan diam menikmati. semuanya dengan tenang. hal yang jarang di dapatkan di rumahnya, selalu saja Bu Sela, datang untuk merecoki semuanya.


satu jam berlalu setelah puas makan, seraya duduk bersantai di pinggir Danau menikmati keindahan Danau. Adam memutuskan untuk pulang, Adam merasa sudah cukup untuk berada di luar rumah.


memakan waktu 30 menit, untuk kembali ke rumah mereka, Saat di halaman, ternyata Bu sela sudah duduk cantik di bangku yang di sediakan di luar rumah.


"kamu, sudah selesai mengerjakan tugas di rumah Ibumu, jadi sekarang waktunya kamu mengerjakan tugas di rumah Ibu" Ucap Bu Sela dengan tegas, menandakan bahwa dia tidak mau di bantah.


"hmm baiklah Bu" Sela menghembuskan nafas dengan kasar, mengikuti kemauan mertuanya.


"aku menuruti kemauan mu, bukan berarti aku lemah bu. aku hanya menghormati jika kamu adalah ibu dari suamiku, yang sudah melahirkannya" Batin Sindy


Dengan langkah yang gontai Adam. masuk ke dalam rumahnya membariakan, kedua wanita yang sama sama berjasa dalam hidupnya.pergi berjalan kaki menuju rumah ibunya memakan waktu 10 menit untuk berjalan kaki menuju rumah mertua Sindy.


Adam, di rumah membersihkan rumah dengan telaten karena sedari pagi Sindy berada di rumah Ibunya, sedangkan rumahnya sendiri belum sempat di bersihkan, karena Tadi lagi Sindy, tidak memasak nasi tidak ada perkakas atau piring yang motor, cukup menyapu dan mengepelnya saja. tak lupa juga Adam menyiram bunga dan tanaman yang ada di depan rumahnya. Sindy begitu antusias merawat bunga serta tanaman yang tumbuh di halaman rumahnya.


Saat tiba di rumah, semuanya masih berantakan, Bungku camilan serta kulit buah buahan berserakan. dengan sigap Sindy, membersihkan semuanya, menyapu lalu mengepel. ketika Sindy, masuk ke kamar belakang bertumpuk baju mertua dan kakak iparnya yang belum di setrika, dengan Sigap Sindy menyetrika semuanya. lalu memanaskan lauk yang ada dan juga tak lupa Sindy memasak nasi ke dalam rice cooker.


setelah semua Selesai Sindy, bergegas pulang kerumahnya tak lupa ia berpamitan kepada mertua serta kakak iparnya.


"Bu semua pekerjaan nya sudah selesai, aku akan kembali ke rumahku" ucap Sindy

__ADS_1


"ok baiklah" ucap Bu Sela dengan cuek


"jangankan ucapan terimakasih, yang ada malahan cuek" batin Sindy


dengan cepat Sindy melangkah pulang ke rumahnya, pasti di rumah sangat berantakan apah lagi dari lagi belum sempat memberikan semuanya. pikir Sindy


saat tiba di depan rumah semuanya sudah rapih Adam, sedang duduk dengan secangkir kopi buatannya Sendiri. Sindy yang melihat itu tersenyum.


Karena semua sudah rapih dan bersih Sindy bergegas mandi dan berganti pakaian. setelah semua selesai Sindy menyusul suaminya di teras.


ke esok paginya seperti biasa setelah shalat subuh, dan mengerjakan pekerjaan rumah, karena Pagi ini Sindy, tak membuat sarapan dia memutuskan untuk membeli sarapan kepada Bu Minah, Sekarang Bu Minah Tetanggaku ini selain berjualan kue dan camilan ia juga berjualan sarapan pagi, Seperti nasi uduk, bubur ayam, dan lontong sayur.


Bu Minah, berjualan di halaman rumahnya hanya berjalan lima langkah dari Rumahku, gegas Aku memesan 2 Porsi nasi Uduk, sambil menunggu pesanan di hidangkan aku memilih menyiram beberapa bunga serta tanaman lainnya. Sekarang aku sedang belajar menanam sayur, sudah ada beberapa sayuran seperti cabai, tomat, bayam merah, bayam hijau serta kangkung dan sawi.


"Bu seperti biasa ya nasi uduk 2" ucap Sindy


Tak lama setelah Sindy memesan nasi Uduk, Mas Adam pulang dari musolah pagi ini ia pulang jam setengah 6, karena ada pengajian pagi (ceramah pagi) yang rutin di adakan setiap hari.


bersamaan dengan pesanan nasi uduk, yang sudah siap Sindy dan Adam menikmati makannya di Teras rumah.


cukup waktu 10 menit untuk menikmati sarapan mereka berdua tanpa di ganggu mertua.


pucuk di cinta ulam pun tiba, saat Sindy Sedang membayar 2 Porsi nasi uduk dan 2 teh hangat.


"Bu nasi uduk 2 serta teh hangatnya 2 totalnya berapa?" tanya Sindy kepada Bu Minah


"totalnya 18 ribu neng" balas Bu Minah

__ADS_1


ternyata ibu Sela sudah datang ke rumahnya, tanpa permisi Bu Sela nyerocos saja berbicara.


"kamu ini pesan nasi uduk hanya dua, kenapa kamu tidak pesankan sekalian untuk ibu dan Anggi. kamu kan tau Setiap lagi pasti ibu kesini" tegur Bu Sela dengan ketus.


"hmm maaf Bu, aku takut ibu tak kesini, Sekarang ibu pesan saja apa yang mau ibu pesan sekalian untuk mba Anggi. nanti biar Adam yang bayar" ucap Adam dengan lembut


Tak bagus, masih pagi sudah bertengkar menghambat datangnya rejeki. gegas Adam berganti pakaian dengan pakaian kerjanya, dan memberikan uang kepada ibunya sebesar, seratus lima puluh ribu untuk membayar nasi uduk serta belanja sayur pagi ini,


Setelah apa yang di ucapkan Adam Bu sela terdiam Seraya tersenyum penuh kemenangan. dan menerima uang yang di sodorkan anaknya


setelah memberikan uang kepada ibunya, Adam berpamitan untuk pergi bekerja


"Bu, Minah saya mau lontong sayur dua Porsi di bungkus ya" ucap Bu Sela


"baik,Bu tunggu ya" balas Bu Minah


Bu Minah, yang rumahnya hanya berjalan lima langkah dari rumah Sindy, sudah biasa Melihat kelakuan mertuanya, rasanya ingin sekali memarahi Ibu Sela, namun apa Daya dia hanya orang lain. dia hanya bisa menguatkan Sindy dan menasihatinya.


sayur


sayuurr.... .


Teriak tukang Sayur,


Sindy dan beberapa ibu ibu yang memang sudah menunggu kedatangannya memilih sayur serta lauk lainnya.


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2