
Semakin hari usia bayiku. semakin bertambah tak terasa sebentar lagi ia akan masuk sekolah Tk { taman
kanak kanak} setelah usia Zahra, sudah memasuki usia sekolah aku putuskan
kembali menulis dan mendesain baju, selama ini mas Adam, yang mengelola butik secara
langsung setelah ia di phk di kantor. Tempat ia bekerja dulu, ia memutuskan
untuk membantu usahaku, sedangkan Mirna sekarang ia sudah sukses dengan
mengelola konveksi kecil yang aku miliki, rumah aku yang dulu tak jadi di jual
ku putuskan untuk membuat konveksi kecil kecilan. Karena konveksi yang lama
mengalami kendala aku putuskan menjualnya untuk menyelamatkan asset ku yang
lainnya.
Berjuang kembali untuk membangun konveksi tidaklah mudah, ada modal yang cukup banyak untuk aku
keluarkan membeli beberapa mesin dan bahan lainnya.
Flashback
Pagi ini embun bergelayut manja angin berhembus perlahan mengantarkan hawa dingin nemebus kulit siapasaja, namun tidak. Bagi Adam, ia harus mampu melawan semuanya demi membangun usaha sang istri yang berada di ujung
kebangkrutan. Bangun lebih pagi mengadukan semua yang ia alami di sepertiga
malam. Sebelum azan subuh berkumandang. Sebagian pekerjaan rumah sudah ia
lakunan mencuci menyapu dan mengepel rumah.
__ADS_1
Ketika Sindy bangun ia hanya perlu menyiapkan sarapan dam makan siaang. Walau usaha Sindy berada di
ujung tanduk untngya ia perempuan yang pandai menabung beberapa karyawan
konkevsi yang sudah hampir dua bulan tak menerima gajih mereka dengan suka rela
Sindy membayarnya menggunakan uang tabungan. Masih ada beberapa yang perilu di
bayar seperti bahan baku dan menservice beberapa mesin jahit, Sindy putuskan
menjual semua mesin jahit uangnya ia gunakan untuk membayar bahan, setelah
menawarkan gudang konveksi ke beberapa teman dan memasang iklan di media
social. Aakhinya ada yang membeli gudang Sindy, kerugian yang di alami sindy
berawal dari membeli bahaan kain yang di jual orang lain, karena atok di toko
langgaanannya Kosong hal itu membuat ia mengalami kerugian besar, rupanya orang
tak suka meliat Sindu, sukses berkat kerja keras dah kesabaran pasangan muda
itu kembali memetik buah yang manis usahannya kembali maju dan berkembang
pesat.
Flashback off
Lima tahun berlalu kejadian pahit telah usai, pagi minggu yang cerah sinar matahari masih malu malu menunjukan sinarnya, namun seorang perempuan sedang berjalan seraya mengandeng tangan anak kecil yang usianya di
perkirakan menginjak lima tahun, ia
__ADS_1
siapa lagi jika bukan sindy dan putrinya Zahra, selepas subuh mereka berdua
memutskan untuk berjalan santai pagi ini, jika biasanya mereka menghabiskan waktu di
dapur bersama memasak aneka kue atau camilan sehat, berbeda dengan minggu pagi ini, Sindy dan Zahra
memutuskan untuk berjalan santai ke taman kompleks, karena di sana sedang ada
pasar pagi. Sindy meluangkan waktunya untuk menemani putri tercinta membeli
peralatan tulis dan bermain di tempat permainan yang sudah di sediakan,
beberapa novel sudah di jadikan sebuah buku, banyak orang sudah mengenal Sindy
sebagai seorang penulis. Kadang ada yang terang terangan meminta foto bersama
atau sekedar meminta tanda tangan.
, biasanya bu Sela datang bersama kedua kaka sepupu zahra, Sasa, dan
Tia, ya setelah satu tahun menikah Anggi, mengandung dan melahirkan Tia, usia
Tia hanya terpaut satu tahun dengan zahra. Namun minggu ini kedua adik
sepupunya itu tak datang. Maka Zahra merajuk meminta di temani untuk datang ke
pasar pagi atau bazaar pagi di hari minggu. karena kedua sepupunya pergi berlibur bersama oma mereka.
waktu terus berjalan tak terasa usaha ku kembali bangkit. Hinaan mereka benar benar jadi cambuk untukku sukses.
Terimakasih untuk para pembaca setia novel sukses setelah di Hina.
__ADS_1
kita lanjut bikin part 2 ya kak. jangan lupa like komen dan vote.
Tamat