Sukses Setelah Di Hina

Sukses Setelah Di Hina
lanjut part


__ADS_3

Mereka ber empat beriringan berjalan menuju parkiran, memakan waktu 7 menit untuk berjalan menuju ke parkiran. Bagas membuka pintu bagian belakang untuk menaikan si kembar setelah si kembar naik ke dalam mobil, Bagas, gegas membuka pintu depan untuk Laras. dan di memutar jalan lewat depan lalu duduk di balik kemudi. gegas Bagas menjalankan mobilnya menuju rumah memakan waktu satu jam dari mall menuju rumah. sampai di rumah Bagas dan Laras, di kagetkan dengan kedatangan Devan. bersama wanita lain, Wanita yang menggendong balita. Kedatangan Devan, kali ini bukan untuk meminjam uang melainkan Untuk memberikan kabar yang mengejutkan.


Devan Dan Ratna, sedang duduk di teras rumah Bagas. terlihat Mamah Laila, ibunda Bagas. baru saja keluar dari dalam rumah seraya membawa nampan berisi minuman dan Camilan. Bagas Melihat ibunya sudah menyiapkan jamuan untuk tamu tak di undang, Bergegas turun di susul Oleh Laras dan si kembar vano dan vino. kedua anaknya mengerti sedang ada tamu mereka masuk ke dalam rumah tanpa di suruh, menuju kamar mereka dan membaringkan badan sepertinya mereka kelelahan.


"wah rupanya Ada tamu" sapa Laras seraya tersenyum ramah, dan berjalan menuju teras rumah


"menyebalkan sekali mau apah lagi laki laki tidak tau malu ini" batin Laras


"hmm iya Laras, Bagas aku kesini mau mengembalikan uang yang beberapa bulan sempat aku pinjam" ucap Devan seraya menyerahkan amplop itu ke hadapan Laras.


"oh iya terimakasih sudah mau mengembalikannya" jawab Laras dengan santai seraya mengambil amplop.


"Aku kesini selain ingin mengembalikan uangmu, aku juga ingin memberitahukan bahwa aku sudah menikah lagi" ucap Devan


DEG


Tante Laila, yang dari tadi hanya diam menyimak apa yang akan di ucapkan Devan. merasakan kaget yang luar biasa. pasalnya dia tau sekali.


Kakaknya itu amat sangat membanggakan Devan. sering sekali menguji muji memantu laki lakinya itu.


"kamu yakin ingin bercerai dengan Sepupu saya?" tanya Tante Laila dengan sorot mata yang tajam.


"saya yakin Tante" Jawab Devan dengan tegas


"jika rumah tangga kalian tidak bisa di selamatkan lagi, silahkan bicarakan semuanya dengan Mba sela." ucap Tante Laila dengan penuh tekanan


"baik saya akan membicarakan semuanya dengan ibu mertua, terimakasih selama ini Tante dan Bagas sudah mau membatu saya. sudah mau meminjamkan uang kepada saya" ucap Devan dengan sopan.


"Iya sama sama, Tante juga berterimakasih kepadamu karena sudah memberikan kebahagiaan kepada kakakku, walau pada akhirnya kamu menyakiti putri kesayangan" ucap Laila dengan Sendu


"maaf Tante, dan saya pamit terimakasih sudah mau menjadi bagian dari keluarga saya selama ini" ucap Devan seraya menggenggam Tangan perempuan yang di sampingnya, gegas berjalan menuju ke motor yang di parkir di halaman rumah

__ADS_1


Brum


terdengar Deru motor menjauh


*******


Di rumah Anggi


setelah tau penghianatan yang suaminya lakukan, Anggi tak lagi mengharap Devan pulang atau sekedar kiriman uang bulanan. Sejak saat di mana Bagas, yang mengirimkan beberapa foto Devan dengan wanita lain. Sejak saat itu Anggi, membulatkan tekadnya untuk Tidak berharap kepada Devan lagi, waktunya dia isi dengan mengerjakan pekerjaan rumah dan mencari uang. Anggi sadar jika Anggi terus mengharapkan Uang dari Devan, pasti Devan akan mempersulit proses perceraiannya. Dengan bekal kemampuan mendesain baju. Anggi kembali mendesain beberapa pakaian hasil gambar desain nya iya kumpulkan banyak sekali hasil desain yang bisa di jadikan sebuah gaun malam, baju pesta, gaun pengantin dan masih banyak lagi Hasil karya Anggi.


sore hari ketika Anggi, sedang duduk termenung di ruang tamu sendirian. memikirkan kehidupan, selanjutnya dengan seratus Baru seorang janda. tiba tiba saja


Bu Sela, bertanya kepada Anggi.


"Anggi coba kamu pikirkan apa yang membuat Devan mendua" tanya Ibunya


"Karena aku belum bisa memberikan dia keturunan pernikahan ku dengan mas Devan cukup lama Bu, bukan waktu yang sebentar wajar jika mas Devan berpaling" ucap Anggi dengan sendu


"iya Bu" balas Anggi dengan sendu


Setelah kejadian Devan bersama wanita lain, Anggi berubah menjadi pendiam jika ke warung pun. tidak sibuk menggunjing Sindy, Seperti sore ini setelah obrolan dengan sang ibu. Anggi memutuskan untuk ke warung mpok Jum.


"sore ibu ibu" sapa Anggi dengan ramah seraya tersenyum


"sore juga" balas ibu ibu dengan bersamaan


di warung Mpok Jum, memang tempatnya ibu ibu berkumpul jika sore hari atau pagi hari.


gegas Anggi duduk di bangku kosong di samping Bu Kinan, mereka hanyut dengan obrolan masing masing sesekali Anggi menimpali. setelah cukup sore kumpulan ibu ibu pulang, karena sebentar lagi waktunua magrib.


begitu pula dengan Anggi dia pulang seraya menatap jalan, dengan mata yang kosong

__ADS_1


para ibu ibulain. yang pulang satu arah dengan Anggi merasa heran, tapi mereka diam takut mengganggu privasi Anggi.


malam kian terdengar suara deru motor berhenti di halaman rumah, jika biasanya Anggi mendengar suara deru motor Devan. pulang kali ini Anggi diam saja. berpura pura sudah tertidur.


Devan membuka pintu rumah karena memang selalu memegang, kunci cadangan untuk sewaktu-waktu. dia pulang larut seperti ini, melihat sang istri sudah tertidur pulas, gegas Devan membersihkan badan. dan ikut terbaring di samping Anggi.


ke esok paginya seperti biasa Anggi menyiapkan sarapan, pukul 7 lagi ibu, Anggi dan juga Devan Saparan bersama. selesai Sarapan Anggi membersihkan rumah. tepat pukul 9 semua pekerjaan sudah beres, pagi ini Anggi hanya diam saja tidak banyak berbicara membuat Devan. sedikit canggung.


"mas aku ingin berbicara" Kata Anggi dengan Sendu


"iya silahkan kamu mau berbicara apa"Ucap Devan "apa jangan jangan Tante Laila sudah membicarakan perihal aku yang akan menggugat Anggi" batin Devan


"ini maksudnya apa mas"Anggi dengan menunjukan beberapa foto dia dengan Ratna, di foto itu terlihat jelas jika Devan begitu bahagia.


"ini aku dengan Istri mudaku" jawab Devan dengan tegas


Deg


bak di sambar petir di siang bolong Anggi tercengang dengan pengakuan Devan, sungguh hati Anggi merasakan Sakit yang amat luar biasa. laki laki yang sederhana dan penyayang ternyata, mampu menyakiti sejauh ini.


"sejak kapan kamu menikah lagi dengan wanita lain" Anggi dengan santai


"sejak aku mendapatkan anak sekitar satu taun yang lalu" balas Devan Dengan santai


"oh lantas bagaimana hubungan kita, aku tidak mau berbagi suami" Anggi dengan tegas


"aku akan menggugat mu dan tak akan minta harta Gono gini anggap saja itu uang untukmu" balas Devan dengan tegas


"baik jika kamu sibuk biarkan aku yang akan menggugat mu" balas Anggi tak kalah tegas.


setelah obrolan di siang itu mereka memutuskan benar benar untuk berpisah, karena rumah tangga yang sudah di masuki orang ketiga, mustahil rasanya masih bisa bertahan. beruntung Anggi dengan Devan belum memiliki momongan. Jadi dengan mudah Anggi menggugat Devan.

__ADS_1


__ADS_2