
Mas Adam, dengan sigap menahan tubuh ku agar tak ambruk, beberapa tetangga menenangkan ku. mbak Anggi dan mas firman sudah tiba di rumahku, mereka berdua yang membawa ibu ke rumah sakit, sedangkan aku tak di izinkan ikut karena kondisi ku yang cukup terpukul. dan sedang hamil Mamah Alma, yang mengetahui keadaan ku sedang tidak baik baik saja ia datang ke rumah ku bersama ayah serta si bungsu.
Harap harap cemas aku menunggu di rumah, dengan keadaan perut yang kadang terasa nyeri kadang hilang.
Beberapa kali juga bayi di dalam perut menendang nendang, seperti merasakan apa yang sedang ibunya rasakan.
Gelisah, di hari raya yang seharusnya aku berkumpul berbahagia dengan suka cita namun malah mendapat musibah,
Mamah Alma serta keluarga Sindy yang lain, mereka datang ke rumah Sindy, setelah mendapat kabar jika Ibu sela pingsan di halaman rumah.
mereka menemani Sindy di rumah berusaha menghiburku dengan berbagai cara, waktu terus berjalan sampai tak terasa waktu sudah mau memasuki malam hari.
entah siapa yang memiliki ide, semua tetangga berkumpul di rumahku, ada juga Mirna dan suaminya serta Ayu, anak mereka yang sekarang sedang pulang dari pondok pesantren.
mereka berkumpul merayakan malam hari raya idul Fitri, sekarang malam kedua semua bermain kembang api. ada anak anak yang usianya sekitar 8 tahun. sesat aku bisa melupakan keadaan ibu yang sedang di rawat di rumah Sakit.
Sya'sa, si anak kecil yang lucu dan pintar sedikit banyak bisa menghiburku dengan Celoteh manjanya.
pukul sepuluh. malam semua orang pulang ke rumah masing masing hanya tinggal Mamah ayah serta adikku, sedangkan Mas Adam sedang menjaga Ibu bergantian dengan mbak Anggi dan mas Firman.
ke esok paginya, aku baru di izinkan berkunjung ke rumah sakit, di temani kedua orang tuaku serta Sya'sa.
baru satu malam tak bertemu ibu, Rasanya sudah seperti berminggu Minggu, mungkin karena akhir akhir ini. Ibu mertua banyak menghabiskan waktu di rumah menemani aku yang sedang hamil.
💙💙💙
Tiga berlalu rupanya Ibu sudah di izinkan pulang, kami sepakat akan merawat ibu secara bergantian di rumah Aku, karena mas Adam anak laki laki, jadi mas Adam yang akan banyak merawat Ibu.
Hari raya yang terasa memilukan, sekarang sudah terasa lebih baik, kami yang setelah bermaafan dan berkunjung kepada tetangga yang lebih tua, namun kali ini mereka yan datang mengunjungi ibu karena ibu yang sakit, tante Laila, bersama anak menantu serta cucu menginap di rumah ku.
suara canda tawa anak anak membuat ibu semakin terlihat lebih segar, apah lagi semua berkumpul di rumah aku dan juga ada Sya'sa yang semakin pintar berceloteh ria. walau Sya'sa bukan cucu kandung namun beliau begitu menyayangi Sya'sa. ada juga mertua mbak Anggi. beliau sengaja' datang ingin menjenguk besan serta merayakan hari raya idul Fitri bersama kami.
__ADS_1
💙💙💙
tepat hari lebaran ke lima, semua karyawan Butik datang berkunjung untuk bermaafan serta mengunjungi ibu mertua, Sungguh ada perubahan yang jauh lebih baik lagi dari ibu, mungkin karena Lingkungan dan juga circle pertemanan ibu sekarang bukan lagi bersama Ibu ibu sosialita, namun hanya bersama Bu Minah dan ibu ibu komplek lainnya.
Aku dan mbak Anggi yang melihat ibu menjadi lebih baik dari sebelumnya merasa bahagia.
anak anak butik memutuskan akan pulang setelah isya nanti, mereka berinisiatif akan memasak untuk makan bersama, dengan instruksi dari Mirna, anak anak memasak nasi liwet. ayam goreng sambal serta lalapannya dari 5 cabang butik dan 2 cabang toko satu harga mereka semua bergabung, karena aku sering mengadakan makan bersama si sela sela pulang jam kerja sekarang mereka sudah tidak canggung lagi, bahkan sudah seperti keluarga besar.
💙💙💙💙
di tempat lain
sudah berhari hari Devan, tak pulang Ranta merasa gelisah suami yang selalu Ada menemani akhir akhir ini sibuk sekali dengan pekerjaannya. kadang ia tak pulang berhari hari, memiiki beberapa mini market yang berada di luar kota membuat Ratna harus rela suaminya tak pulang.
seperti lebaran taun Ini, di saat yang lain berkumpul bersama keluarga, ia hanya seorang diri di rumah, bersama si kecil Renata.
hanya panggilan video call yang menjadi pelipur Lara di kala rindu. namun sudah beberapa setelah mengabari jika ada sedikit masalah di mini market, Devan belum Ada menghubunginya lagi, dahulu jika Devan, pergi banyak sekali pesan masuk kepada handphone Ratna. namun berbeda dengan sekarang, harus selalu Ratna yang terlebih dahulu menghubunginya. entah sebuah pesan singkat atau sebuah telpon.
💙💙💙
sebuah mobil kecil berwarna merah belum ada plat nomornya berhenti di halaman rumah.
Ranta, merasa asing dengan kendaraan roda empat itu, karena ia hanya berdua bersama Renata. ia belum berani untuk keluar rumah untuk mengetahui siapa yang ada di balik kemudi. padahal yang di dalam roda empat itu suaminya sendiri Devan.
Merasa sang istri tidak ke luar rumah, Devan mengirim pesan kepada istrinya. jika Sahabatnya akan datang, sengaja Devan mengumpulkan beberapa sahabat Ranta untuk berkunjung dan merayakan hari raya idul Fitri serta ulang tahun.
Ratna, yang sudah membaca pesan jika para sahabatnya akan berkunjung, gegas membuka pintu yang Ratna, pikir di dalam roda dua di balik kemudi itu Sahabatnya.
beberapa menit di tunggu tak ada yang keluar, dengan hati hati Ratna, melangkah kaki mendekati mobil itu.
namun alangkah terkejutnya jika yang ada di dalam mobil itu adalah Suaminya Devan.
__ADS_1
Ratna, hanya diam mematung Melihat istrinya seperti itu, gegas Devan keluar menghampiri Ratna.
."dek sayang, kamu kenapa?" tanya Devan
"aku bahagia mas akhir nya kamu pulang, berapa hari ini kamu kenapa susah sekali aku hubungi" tegur Ratna.
"aku sedang menyiapkan sesuatu untukmu" jelas Devan
tak lama sebuah lagi dari Jamrud di putar dari arah belakang Devan.
Hari ini hari yang kau tunggu
Bertambah satu tahun usiamu, bahagialah kamu
Yang kuberi bukan jam dan cincin
Bukan seikat bunga, atau puisi, juga kalung hati
Maaf, bukannya pelit
Atau nggak mau ngemodal dikit
Yang ingin aku beri padamu doa s'tulus hati
S'moga Tuhan melindungi kamu
Serta tercapai semua angan dan cita-citamu
Mudah-mudahan dib'ri umur panjang
Sehat selama-lamanya.
__ADS_1
Siska, Sahabat dekat Ratna memutar sebuah musik, dan juga membawa sebuah kue ulang tahun. yang tertulis selamat ulang tahun Ratna.