
"Oh iya tunggu sebentar ya mba saya cek dulu" gegas sang pelayan pergi ke meja kasir, mencetak bill. yang harus Anggi bayar, dan juga membawa pesanan yang akan di bawa pulang.
Setelah menunggu sekitar 5 menit pelayan, kembali datang dan menunjukan bill yang harus di bayar dan membawakan pesanan nya.
"Ini bil yang harus di bayar dan ini pesanan mba yang di bungkus" sapa Pelayan dengan Ramah.
"Oh iya terimakasih, ini kembalinya buat mba aja" gegas Anggi menyerahkan uang. Pecahan seratus ribu sebanyak dua lembar dan bergegas keluar.
Saat Anggi sedang berjalan Menuju ke luar mall tak lupa juga memesan ojek online, ada notifikasi Pemberitahuan jika sang driver. sudah berada di Depan mall. gegas Anggi keluar dengan terburu buru. Saat sudah sampai di depan Mall Anggi melihat driver ojol sedang menunggunya gegas Anggi menghampiri.
"Atas nama Anggi ya mba" tanya seorang driver seraya tersenyum ramah
"Iya mas, sesuai alamat di aplikasi ya"
Gegas Anggi, naik ke atas motor dan memakai helm, perjalan memakan waktu 40 menit,
Anggi sudah sampai di depan rumah saat
Sedang, berjalan di halam rumah sayup sayup terdengar suara orang berbicara.
Anggi tak menghiraukannya, dia terus berjalan menuju rumahnya.
"Assalamualaikum" ucap Anggi
__ADS_1
"Waalaikumsalam" balas Ibu Sela
Setelah mengucapkan salam gegas Anggi masuk ke dalam kamarnya, merebahkan tubuhnya di atas kasur. seraya memikirkan jalan hidupnya, entah langkah mana yang harus dia ambil. menjadi wanita karir seperti Sindy atau menjadi karyawan, setelah cukup lama Anggi merenungkan semuanya dia sudah memutuskan. untuk menjadi wanita karir saja. karena mengingat selama menjalani rumah tangga berama Devan suaminya.
flashback
pagi itu udara dingin sekali di luar rumah sendang turun hujan. Anggi, sedang sibuk memasak. Devan, berada di rumah sedang libur bekerja. entah mau pergi kemana jam baru saja menunjukkan pukul enam pagi. Devan sudah rapi dengan kemeja dan celana panjang. serta jam tangan yang melingkar dipergelangan tangannya.
semua masakan Anggi sudah siap, Anggi memanggil Devan dan ibunya untuk sarapan.
"ibu, ayo sarapan dulu" ucap Anggi gegas ibu Sela ke dapur menuju meja makan.
"mas ayo kita sarapan dulu" ajak Anggi
Anggi yang melihat suaminya pergi begitu saja tidak menjawab apa apa dia hanya diam, memasukan uang ke saku baju dan pergi ke meja makan menghampiri sang ibu yang sudah menunggu.
flashback off
Anggi baru menyadari ternyata akhir akhir ini suaminya berubah namun dia tidak menghiraukannya. Karena yang Anggi, tau bahwa Devan, adalah orang yang jujur dan rajin bekerja. Mulai dari Devan yang semakin sering jarang pulang. dengan alasan lembur atau sebagainya. Anggi mempercayai, karena memang uang bulanan tidak pernah berkurang. namun ternyata di balik uang yang cukup, Devan, telah melakukan pernikahan ke duanya.
#####
Di kediaman sindy
__ADS_1
Setelah mendapatkan kabar bahwa ruko yang di bangun orang tuanya sudah selesai. Sindy mulai membeli etalase dan alat alat lain untuk, Mengisi butik dan toko satu harganya.
Mulai dari hanger, gantungan baju, bandrol harga & etalase serta meja. Sudah di belinya semua sudah ada di Toko, Hanya menunggu kiriman pakaian yang akan mengisi toko satu harganya.
Tak terasa semua sudah siap, toko satu harga semua pakaian sudah terpajang rapi di bantu 3 karyawannya. Selain berjualan secara online Sindy juga menjual bajunya secara offline. Dan selalu mempromosikannya, melalui akun media sosial.
Banyak yang datang ke toko satu harga, sedangkan butik belum beroperasi berjualan masih menunggu, di rapihkan tempatnya karena butik berdampingan dengan toko satu harga miliknya. Kedua toko itu sengaja di buka tidak berbarengan.
Sindy semakin sibuk dengan usaha barunya. Tepat hari ini pembukaan butik, tapi Sindy tetap merahasiakannya. Dari keluarga suami bahkan suaminya sendiri. Tidak tau jika Sindy memiliki butik.
Kesibukan Adam akhir akhir ini, tidak bisa mengetahui apa saja yang sudah Sindy lakukan Di rumah. Yang ada tau Sindy hanya ibu rumah tangga biasa
Hari Senin pukul 8 semua persiapan mulai dari catering dan juga makanan ringan sudah siap, tenda sudah di pasang di depan butik. Baju dan gaun terbaik sudah terpajang di dalam butik, Banyak sekali gaun gaun malam yang di pajang di manekin.
Banyak yang menghadiri mulai dari remaja, anak kuliah bahkan ibu ibu pun. Tak kalah antusias dengan pembukaan butik. Karena Sindy rajin promosi lewat akun medsosnya.
Semua persiapan benar benar matang. tepat pukul 11 siang, semua pengunjung masuk ke dalam butik untuk memilih pakaian yang ingin mereka beli. Tiga karyawannya, Sindy sibuk melayani pembeli di bantu oleh. Mamah Alma, Marni dan Sindy sendiri turun tangan untuk melayani para pembelinya, tepat pukul 3 sore semua pakai yang terpajang di etalase ataupun di manekin hampir habis terjual. Baru pembukaan pertama saja. Semua orang benar benar antusias dengan butik yang Sindy buka.
Pukul empat sore mereka menutup butik, tiga karyawannya Sindy membereskan semuanya. Tepat puku lima sore semua sudah beres, gegas Sindy pulang ke rumah dengan di antar marni.
Di perjalanan Sindy tidak banyak berbicara karena dia takut Adam, sudah berada di rumah. Nasib baik sedang menghampiri, ternyata saat sindy turun dari motor Adam
Mengirim pesan
__ADS_1
"sayang hari ini mas pulang terlambat"