
Ke esok paginya, bangun jam 4
melaksanakan shalat malam, gegas membuat sarapan dan membersihkan rumah. karena pagi ini tak berbelanja di Tukang sayur Jam sembilan tepat semua pekerjaan sudah selesai. Sambil sedikit bersantai ku scroll beranda berlogo "f" tempatku mengais receh demi receh yang tak diketahui oleh siapapun termasuk keluargaku. Akunku memang menggunakan nama samaran demikian juga untuk photo profilnya yang hanya menggunakan photo mawar kesukaanku.
(Halo, Thor, tolong baca inbox dari saya dong, saya ini penggemar berat semua cerita yang Author buat lho.) betul saja, begitu aku mengintip profilnya, akun itu adalah akun Mbak Anggi yang tak aku ketahui sebelumnya. Penasaran dengan apa yang dikirimkannya via inbox, aku pun membuka permintaan pesan darinya.
(Boleh kenalan kan, Thor, tulisan dan karya fiksi nya berasa real sekali, saya seperti larut dan masuk kedalam setiap alur dan berasa menjadi tokoh dalam ceritanya.)
(boleh kak )
Setelah membalas chat Dari mbak Anggi, aku kembali menulis mengecek berapa pemasukan untuk bulan ini yang belum di tarik.
Ternyata pemasukan bulan ini cukup untuk merenovasi rumah sesuai keinginan suamiku, tapi Rasanya sayang jika harus menggunakan uangku. bukan karena aku tak mau membantu suami tapi karena ibu mertua pasti akan mengambilnya.
terdengar suara pintu di buka
ceklek
ternyata nyonya yang datang Siapa lagi kalau bukan bu Sela, ibu mertua ku.
"Sindy, kamu masak apa. masih pagi saja sudah duduk main hp" ucapnya dengan sinis
"aku masak, oseng kangkung, tempe dan tahu goreng serta sambal saja bu" sengaja pagi ini aku memasak menu sederhana.
karena aku tau pasti nyonya kesayangan mas Adam, akan datang kesini.
__ADS_1
"yasudah gpp ibu numpang makan ya, Anggi ga masak sudah pergi melihat cabang kedai barunya" ucap ibu, aku tak bertanya tapi sudah menjelaskannya.
"iya Bu" balasku
Gegas beliau masuk ke dapur menuju meja makan. karena pagi ini hatiku sedang berbunga-bunga. ku layani ibu mertua dengan sepenuh hati. ku buatkan es teh manis. dan menemaninya makan. karena tidak dega melihat orang tua hanya makan seadanya. dengan inisiatif Sendiri, ku goreng kan Nugget untuk lauk tambahan.
Hari ini damai rasanya melihat mertua tak merecoki walau kebiasaanya tak berubah menumpang makan, aku tak masalah jika hanya. ibu karena beliau orang tuaku juga. tapi jika Mbak Anggi yang menumpang makan Rasanya kesal sekali. Padahal katanya dia pemilik kedai sudah memilik 2 cabang baru tapi tetap saja suka meminta makanan kepadaku.
Selesai makan aku rapihkan kembali meja makan serta mencuci piring bekas makan.
setelah makan ibu langsung pergi pulang, tanpa menggangguku.
karena merasa bosan di rumah, aku berjalan menuju warung di mna tempat ibu ibu berkumpul. untuk sekedar berbelanja atau bergosip ria, kadang juga banyak tukang jajan di sana. aku kesana bukan untuk bergosip. Hanya Ingin membeli rujak buah.
di perjalanan menuju warung, yang sudah dekat aku lihat nyonya sudah duduk cantik di dekat ibu ibu lainnya.
Sindy, yang melihat itu cuek bebek saja, gegas memesan Rujak dan duduk di kursi yang sudah di sediakan.
"Sindy, ibu juga mau rujaknya buat makan bersama di sini tolong kamu bayarkan ya" ucap mertua Sindy, dengan manis
"baik Bu," balas Sindy
"pantas saja dari tadi si Marni berbisik-bisik terus rupanya dia makan rujak tapi gx punya duit minta mertua ku pesankan dengan alasan ibu yang mau makan Rujak" batin Sindy
singkat cerita.
__ADS_1
dua porsi rujak, sudah siap gegas aku membayarnya dan menyerahkan satu bungkus kepada ibu, karena cuaca sangat panas sebelum pulang aku memesan es capuccino.
sudah mendapatkan apa yang Sindy, pesan gegas Sindy, kembali ke rumah. menikmati makan rujak seraya membaca komentar dari para pembaca novelnya. kebanyakan orang meminta untuk up setiap hari, tapi sindy, belum bisa memenuhi karena waktu yang belum ada akhir akhir ini, sibuk dengan butik dan juga cafe yang di kelola oleh Adikku.
karena aku tak memiliki kesibukan apapun semua pekerjaan sudah aku bereskan. ku putuskan kembali menulis 3 bab di novel yang sedang ku buat, tidak hanya satu judul cerita aku sudah menulis beberapa judul cerita, dengan alur yang berbeda.
tak terasa, waktu sudah menjelang sore sebentar lagi mas Adam, akan pulang aku bergegas ke dapur namun sebelum aku melangkah, dering ponsel menghentikan langkah ku rupanya sebuah pesan dari mas Adam. di aplikasi berlogo gagang telpon.
(Assalamualaikum, dek ga usah masak nanti kita makan di luar aku kembali mendapatkan bonus dari penjualan mobil)
(wa'alaikumsalam iya, mas)
setelah membalas pesan singkat dari suamiku, gegas aku mandi dan bersiap untuk makan di luar, memakan waktu 30 menit aku sudah rapih, tak lama terdengar deru sepeda motor, berhenti di halam rumah.
Rupanya mas Adam, pulang
"assalamualaikum, aku siap siap dulu ya dek" ucap mas Adam, padahal aku belum sempat membalas salamnya darinya.
sambil menunggu aku iseng kembali memainkan hp kembali membuka aplikasi berlogo "f". men scroll beranda. Rupanya ada sudah status yang menarik perhatian ku. , mantan Suami mbak Anggi. membuat status sebuah foto seseorang dari belakang, dengan kata.
Aku merindukan waktu kita bersama, tapi sayang sekarang kita sudah tak bersama lagi.
dengan latar foto, baju yang di kenakan aku seperti tak asing, setelah mengingat cukup lama ya, aku ingat itu mbak Anggi, baju yang ia kenakan adalah baju ku yang di ambil secara paksa. di saat Dulu aku masih berjuang berjualan online.
"tumben sekali Bang Devan menulis status, tapi status ini di tunjukkan untuk siapa. mbak Anggi atau istri barunya itu" pikir Sindy
__ADS_1
bersambung
note : maaf baru up lagi autor sibuk dengan Balita