
"ya udah bang gpp nanti biar saya yang bayar, sekalian sama ini"
Sindy hanya mengambil sayur bayam tempe dan tahu karena stok ayam masih Ada di kulkas
"semuanya jadi dua ratus sepuluh ribu mba" ucap tukang sayur
setelah Sindy melangkah menjauh dari tukang sayur, terdengar kasak kusuk ibu ibu membicarakan, mertuanya tapi Sindy tak ambil pusing dia terus berjalan ke rumahnya.
"kasian ya Sindy, selalu di perlakukan tidak adil.oleh mertuanya" ucap salah satu ibu ibu.
"Hem ya begitulah, untungnya Sindy sabar ya dan baik hati" ucap ibu lainya.
saat tiba di ambang pintu ternyata ibu mertua masih ada sedang duduk dan meminta uang lagi kepada suaminya.
"Adam ibu kepengen belanja di butik yang baru dan sekarang sedang viral itu, ibu minta uang ya dong ga banyak 1 juta aja" Ibu Sela dengan memelas
"HM Bu cicilan Adam buat bangun rumah ibu saja baru Luna Bulan ini, dan Adam gak ada uang sebanyak itu. hanya ada 500 ribu"
"ya sudahlah gpp lima ratus ribu juga" seraya menadahkan tangannya
"ini, setelah ini gak ada uang tambahan lagi" Adam menyerahkan uang pecahan seratus sebanyak lima lembar
sebenarnya Adam masih punya pegangan uang yang cukup untuk di berikan ke pada Bu Sela, namun sipat boros Bu sela, membuat Adam malas memberikan uang lagi. Karen setiap bulannya uang untuk ibu Sela, sudah lebih dari cukup.
__ADS_1
"ya udah makasih ya, ibu pamit pulang" gegas Bu Sela, keluar rumah Sindy, dan tersenyum meremehkan melihat Sindy.
setelah kepergian Bu Sela, Adam kembali menyerahkan uang sebanyak lima ratus ribu, Sindy
"sayang pegang ini" menyerahkan uang pecahan seratus sebanyak lima lembar
"ini buat apa mas?" tanya Sindy
"itu buat pegangan kamu, dan buat beli kebutuhan pribadi kamu"
"iya makasih mas Alhamdulillah" jawab Sindy dengan mata yang berbinar bahagia
"mas berangkat kerja dulu, assalamualaikum"
"iya mas" wassalamu'alaikum" seraya mencium takzim tangan suaminya.
****
di rumah Bu Sela
semua ibu ibu yang akan pergi menuju butik Almia store, sudah berkumpul untuk pergi bersama sama.
tas mewah dan baju bagus, sudah melekat di tubuh Bu Sela, tak lupa juga dengan gelang yang melingkar cantik di tangannya.
__ADS_1
tak lama taksi online datang mereka pergi menggunakan taxi online, di jalan memakan waktu hampir 1 jam Karena sedikit macet.
tiba di butik semua karyawan sudah siap melayani para pembeli, Mirna yang di tugaskan mengelola butik Sindy.
dengan sigap melayani para pembeli, begitu juga dengan 2 Karyawan lainnya. sedangkan 1 karyawan kepercayaan Sindy, yang bernama Sukma, dia menjaga kasir, sesekali di Pantau oleh Mirna.
Bu Sela dan Anggi, ketika awal masuk ke dalam butik, mereka berdua banyak sekali mengambil pakaian & gaun. bahkan Bu sela mengambil beberapa gamis.
Saat mereka asik memilih pakaian, mereka tak menyadari dari luar ada sosok orang, yang melihat mereka berbelanja. Ya itu Sindy, setelah selesai memasak. Sindy datang ke butik untuk memantau butik dan toko serba satu harga. Karena dari kejauhan sudah melihat mertua dan iparnya berada di dala. butik. Sindy memilih masuk dahulu, ke toko serba satu harga.
mengambil uang pemasukan beberapa hari yang lalu. setelah menggambil uang Sindy ber pura pura menjadi pembeli di tokonya sendiri.
"Wulan sini"panggil Sindy kepada karyawannya yang bernama Wulan, dia orang yang di percaya Sindy untuk mengelola toko satu harganya.
"iya ada apa mba,?" sahut wulan
"di dalam butik ada ibu mertuaku dan Kakak ipar, kamu tolongin saya pura pura layani saya menjadi pembeli di sini" pinta Sindy dengan memohon
"baik mba" balas Wulan
Wulan baru lulus sekolah beberapa bulan yang lalu, anak yang baik sopan & Satun dan jujur.
Setelah Ibu Sela dan Anggi selesai, berbelanja di butik mereka berdua tak sengaja melihat Sindy, sedang memilih tas dan sandal sontak saja Anggi yang melihat itu berbicara kepada sang ibu.
__ADS_1
"duh ibu masa menantu ibu malu malu'in banget si, padahal kan uang suaminya banyak masa berbelanja di toko kaki lima kaya gitu, gak level sama kita" ucap Anggi dengan nada yang Tinggi. membuat ibu ibu yang pergi bersama mereka, melihat ke toko yang Anggi maksud.
" Duh dasar mba Anggi udah mau jadi Janda aja ga berhenti masih nyinyir ipar sendiri" batin Sindy