
Adam benar benar di buat geram dan malu oleh ibunya sendiri, lantaran selama ini Sindy hanya diam jika mertua dan kakak iparnya merecoki dia. berbeda dengan Adam Kali ini Adam tidak bisa diam saja, karena Adam sudah cukup lelah dengan semua ucapan yang di lontarkan oleh ibu dan kakanya.
"Hmmm sudah mas, tidak perlu marah seperti itu kepada ibu. bagaimanapun ibu tetap orang tua kita" ucapku
bukan berarti selama ini aku diam aku mengalah, hanya saja aku tetap menjaga kewarasan ku. agar tetap menikmati hari hari ku seperti biasa walau jujur dalam hati kecilku, aku merasakan kesepian dan merindukan seorang anak.
"tuh Sindy aja ngerti kalo ibu ibu orang tua kamu nya aja yang selalu sewot sama ibu" ucap ibu dengan merajuk kepada mas Adam
"hmm yaudah iya Bu Adam minta maaf" gegas berdiri memasuki kamar bukan maksud mas Adam menghindari ibunya, Mas Adam hanya tidak ingin larut dengan perasaan marah
Terdengar suara adzan di musholla tanda panggilan dari sang pencipta untuk semua umat muslim.
"yaudah ibu pulang dulu udah dhuzur, makasih makanannya dan juga buahnya" gegas Ibu keluar seraya menenteng kantong plastik yang berisikan makanan dan buah yang di beli tadi olehku.
Setelah kepergian ibu, gegas aku ke kamar menyusul mas Adam yang ternyata sedang bersiap untuk ke musholla.
"mas ke mushola dulu sayang Assalamualaikum" pamit mas Adam
"iya mas waalaikumsalam" jawabku
setelah memastikan mas Adam pergi gegas aku ke kamar mandi, mengambil wudhu seraya menjalankan kewajibanku sebagai Muslim.
Setelah melaksanakan shalat aku menyiapkan makanan yang sempat di bawa dari rumah mamah, semua makanan sudah terhidang di meja makan tak lupa juga dengan buah buahan yang sempat aku beli tadi di supermarket.
**********
Di rumah ibu mertua
"ibu ini makanannya enak enak semua siapa yang masak tadi pagi kan ibu tidak belanja sayur". ucap Anggi seraya duduk salah satu kursi di depan meja makan.
"oh ini titipan dari ibu Alma, hari inikan Sindy sudah pulang ke rumahnya. jadi kita bisa belanja gratisan lagi" ucap ibu Sela
"wah bagus tuh Bu jadi uang Dari mas Devan aman bisa kita pakai buat shoping" balas Anggi dengan antusias dan mata yang berbinar
pasalnya selama mereka berdua merongrong uang belanja jadi Sindy, uang yang di kirim Oleh Devan suaminya Anggi aman tidak terpakai untuk berbelanja sayur hanya saja terpakai untuk shopping.
"yaudah sekarang kita makan habis itu kamu jangan lupa cuci piringnya, dan satu lagi jangan terlalu boros uangmu beliken emas dan tabung" ucap ibu Sela .
__ADS_1
"oke Bu" jawab Anggi
mereka berdua makan dengan diam hanya terdengar suara sendok.
******
Di rumah Sindy
"Assalamualaikum dek" ucap Adam
"waalaikumsalam mas" jawabku
"mas ayo kita makan dulu" ajak ku kepada mas Adam
"iya dek mas taro sajadah dan ganti pakaian dulu, kamu duluan saja ke meja makan" seraya masuk ke dalam kamar berganti pakaian dengan pakaian santai.
Sindy gegas pergi ke dapur menyiapkan piring serta sendok.
mengambilkan nasi di piring suaminya, Adam datang menghampirinya mereka. berdua makan dengan Diam.
*******
setelah selesai makan Anggi mencuci piring mengelap meja makan serta menyapu dapur. setelah semua selesai Anggi duduk bersantai di ruang tv
derrt
derrt
terdengar getaran Hp di meja, gegas Anggi mengambil Hp ada sebuah pesan masuk dari nomer tidak di kenal. mengirim sebuah foto seorang pria dan wanita terdapat juga anak balita di Gendongan pria itu. dan di susul oleh pesan masuk ke dua
kamu tidak perlu khawatir suaminya merasakan kedinginan karena Ada wanita lain di luar sana yang menghangatkannya.
mata Anggi terbelalak kaget karena Yang dia lihat Adalah Devan suaminya, dan juga satu lagi sebuah pesan yang mengatakan jika sang suami ada yang menghangatkannya.
sebuah pesan itu membuat Anggi di Landa api cemburu dan juga marah.
namun Anggi tidak tau siapa yang sudah mengirimkan foto itu, mau marah kepada orang yang sudah mengirimkan pesan rasanya tidak mungkin.
__ADS_1
"Terimakasih, sudah memberi tahuku, aku tidak tau siapa kamu tapi karena pesan ini kamu membuatku sadar jika laki laki yang bergelar suami tidak pantas lagi aku pertahankan" balas Anggi kepada orang yang sudah ngiriman pesan itu.
Anggi tidak tau sama sekali padahal yang mengirim pesan itu adalah adik sepupunya, iya itu Bagas yang mengirim pesan dia sudah muak Melihat kelakuan Devan.
"ibu ibu" Panggil Anggi kepada sang ibu ternyata ibunya sedang melaksanakan shalat.
"iya ada apa" gegas keluar menghampiri Anggi dan masih mengenakan mungkena.
"ini ibu liat ini mas Devan" menyodorkan hp miliknya
"serius ini Devan" dengan mimik muka yang begitu kaget.
pasalnya selama ini jika Devan datang pulang dia tidak pernah mencurigakan bahkan selalu Terlihat harmonis dan baik. tapi kenyataanya jauh di belakang mereka Devan bermain curang dengan wanita lain.
"iya Bu" seraya menangis huu... huu.
..hu.. tangis Anggi terdengar begitu pilu biduk rumah Tangga yang mereka jalaki selama 4 tahun ini tidak pernah bertengkar, dan juga tidak Pernah membahas seorang anak tapi ternyata sebuah kenyataan yang begitu pait bagi hidup Anggi. Melihat sendiri begitu harmonis dan romantis, suami itu dengan wanita lain.
#####
Di sebuah mall .
Di mana Bagas beserta keluarga kecil ya sendang menikmati quality time mereka. Tidak sengaja melihat Devan Sedang berdiri dengan seorang wanita dan menggendong seorang anak balita
"mas bukankan itu Devan suaminya kak Anggi" seraya menunjuk ke arah di mana Devan dan Seorang wanita itu asik mengobrol di depan sebuah Toko pakaian anak ucap Laras istri Bagas. ..
"Iya sayang itu mas Devan, sebaik kita foto mereka berdua dan mengambil video mereka berdua . karena aku sudah muak Melihat tingkahnya lihat saja, dia setiap weekend atau setiap jadwal pulang tidak pernah pulang. tapi kita selalu Melihat dia dengan wanita lain., Bahkan sampai tega membohongi mba Anggi" ucap Bagas dengan penuh penekanan pasalnya Bagas sudah sangat muak Melihat kelakuannya ipar dari sepupunya itu..
Cekrek
cekrek
Cekrek
Dengan begitu lihai Bagas memfoto kemesraan Devan dan wanita lain. Lalu mengirim kepada Anggi dengan nomor baru pasalnya Bagas sudah menyiapkan semuanya sejak lama.
Sejak Devan datang ke rumah, meminjam uang kepada ibunya. Bagas tidak tinggal diam sejak saat itu dia sengaja membeli kartu hp baru dan mengaktifkan. Bagas sengaja melakukan itu semua karena dia tidak Tega melihat Anggi kakak sepupu di sakiti begitu saja.
__ADS_1
"Aku tidak akan membiarkan kamu menyakiti kakak sepupuku" batin Bagas
Laras hanya diam saja bukan karena tidak mendukung Justru Laras, Sangat mendukung apa yang di lakukan Suaminya itu. karena Laras Sendiri bukan hanya satu dua kali melihat Devan dengan wanita lain, Laras melihatnya hampir setiap libur.