
Bu Minah seorang janda tanpa anak yang di tinggalkan meninggal oleh suami jadilah sekarang dia hidup sendiri, mangkanya tak jarang ketika merasa bosan. dan jenuh dia akan datang ke rumah sindy, untuk sekedar main atau membawakan kue buatannya. mangkanya dia tau semua tentang keluarga Sindy, selama ini Bu Minah hidup dari uang hasil pensiunan suaminya. & berjualan kue yang di titip di warung warung, atau kadang kala dia membuka pesan aneka ku, bolu & nastar. Dan Sindy dan keponakan Bu Minah yang akan membantu jika Bu Minah sedang banyak pesanan!!!
Pagi ini seperti biasa Sindy membereskan semua pekerjaan rumah dengan telaten dan begitu rapih, setelah Adam pergi bekerja. Sindy hanya duduk di rumah seraya memulai kembali berjualan online dan kembali menulis beberapa bab novel.
Karena selama ini dari menulis lah Sindy dapat memiliki modal tanpa di ketahui suaminya bahkan sekarang, Sindy sudah tau jika Adam sering diam - diam member uang kepada ibunya di luar jatah bulanan bahkan ketika ada bonus dari kantor sudah di pastikan mertua dan kakaknya lah yang pertama menikmati uang itu.
Padahal Sindy istrinya yang lebih berhak atas uang itu, namun hati sindy selembut kapas dia tak ambil pusing selagi dia mampu mengembangkan diri dan memiliki penghasilan dia tak akan menuntut ini itu kepada suaminya.
********
tokk…
tokkk….
Tokkkk
Suara pintu di ketuk
__ADS_1
“Assalamualaikum”
Terdengar suara bu minah mengucapkan salam dari luar gegas sindy pun keluar
“wa'alaikumsalam”
Ceklek suara pintu terbuka,
“oh ibu ayo bu masuk ada apa ya bu??”
bergeser dari pintu seraya memberikan jalan untuk tamunya masuk ke dalam rumah.
“hmm iya bu sebenarnya saya sudah menduganya pasti beliau akan melakukan semua ini, karena katanya ada adiknya beliau yang dari luar kota untuk bertamu siang nanti. Yasudah bu saya tidak mau memperpanjang masalah semua totalnya jadi berapa bu???”
“semuanya jadi dua ratu lima puluh ribu neng”
“ini bu uangnya” merogoh saku celana dam memberikan ny kepada bu minah
__ADS_1
“iya neng makasih ya semoga rejekinya di
lancarkan dan di beri kesehatan” seraya mengambil uang yang di sodorkan Sindy pecahan merah dua lembar dan pecahan biru satu lembar
“amiin, makasih bu doanya semoga ibu juga selalu di beri kesehatan”
“iya neng !!! amiin ibu pulang dulu ya masih ada beberapa pesanan” seraya keluar rumah dan pulang menuju rumahnya
setelah kepergian Bu Minah Sindy menghela napas dengan berat
"Sepertinya besok aku harus ke rumah mamah untuk menyimpan tabungan emasku, pasti jika di rumah ini tidak akan aman, apah lagi sekarang mas Adam berubah" Batin Sindy
*******
Di rumah mertua
jam sudah menunjukkan pukul 10 siang Ibu & anak itu sedang heboh mempersiapkan kedatangan tamu yang mereka nanti nanti, karena mereka mendapatkan kabar jika Laila adiknya dari ibunya Adam sudah sukses di kota sebelah.
__ADS_1
kepulangannya ke kampung halaman untuk bertakziah ke makam orang tuanya & ingin bertemu dengan kakaknya Sipat Laila jauh berbeda sekali dengan Sela. jika sela selalu sombong dan angkuh berbanding terbalik dengan adiknya Laila
Terdengar suara deru mobil berhenti tepat di halaman rumah Ibu Sela, Ternyata itu Laila orang dari tadi di tunggu tunggu sedari pagi