Sukses Setelah Di Hina

Sukses Setelah Di Hina
sidang cerai pertama


__ADS_3

"yaudah bang gpp nanti biar saya yang bayar, sekalian sama ini"


Sindy hanya mengambil sayur bayam tempe dan tahu karena stok ayam masih Ada di kulkas


"semuanya jadi dua ratus sepuluh ribu mba" ucap tukang sayur


setelah Sindy melangkah menjauh dari tukang sayur, terdengar kasak kusuk ibu ibu membicarakan, mertuanya tapi Sindy tak ambil pusing dia terus berjalan ke rumahnya.


"kasian ya Sindy, selalu di perlakukan tidak adil.oleh mertuanya" ucap salah satu ibu ibu.


"Hm ya begitulah, untungnya Sindy sabar ya dan baik hati" ucap ibu lainya.


saat tiba di ambang pintu ternyata ibu mertua masih ada sedang duduk dan meminta uang lagi kepada suaminya.


"Adam ibu kepengen belanja di butik yang baru dan sekarang sedang viral itu, ibu minta uang ya dong gx banyak 1 juta aja" Ibu Sela dengan memelas


"HM Bu cicilan Adam buat bangun rumah ibu saja baru Luna Bulan ini, dan Adam gx ada uang sebanyak itu. hanya ada 500 ribu"


"yasudahlah gpp lima ratus ribu juga" seraya menadahkan tangannya


"ini, setelah ini gx ada uang tambahan lagi" Adam menyerahkan uang pecahan seratus sebanyak lima lembar


sebenarnya Adam masih punya pegangan uang yang cukup untuk di berikan ke pada Bu Sela, namun sipat boros Bu sela, membuat Adam malas memberikan uang lagi. Karen setiap bulannya uang untuk ibu Sela, sudah lebih dari cukup.


"yaudah makasih ya, ibu pamit pulang" gegas Bu Sela, keluar rumah Sindy, dan tersenyum meremehkan melihat Sindy.


setelah kepergian Bu Sela, Adam kembali menyerahkan uang sebanyak lima ratus ribu, Sindy


"sayang pegang ini" menyerahkan uang pecahan seratus sebanyak lima lembar


"ini buat apa mas?" tanya Sindy


"itu buat pegangan kamu, dan buat beli kebutuhan pribadi kamu"


"iya makasih mas Alhamdulillah" jawab Sindy dengan mata yang berbinar bahagia


"mas berangkat kerja dulu, assalamualaikum"


"iya mas" wa'alaikumsalam" seraya mencium takzim tangan suaminya.


setelah suaminya pergi bekerja, Sindy memasak, menyiapkan semuanya dengan telaten. butuh waktu 1 jam memasak untuk makan siangnya.

__ADS_1


****


di rumah Bu Sela


semua ibu ibu yang akan pergi menuju butik Almia store, sudah berkumpul untuk pergi bersama sama.


tas mewah dan baju bagus, sudah melekat di tubuh Bu Sela, tak lupa juga dengan gelang yang melingkar cantik di tangannya.


tak lama taksi online datang mereka pergi menggunakan taxi online, di jalan memakan waktu hampir 1 jam Karena sedikit macet.


tiba di butik semua karyawan sudah siap melayani para pembeli, Mirna yang di tugaskan mengelola butik Sindy.


dengan sigap melayani para pembeli, begitu juga dengan 2 Karyawan lainnya. sedangkan 1 karyawan kepercayaan Sindy, yang bernama Sukma, dia menjaga kasir, sesekali di Pantau oleh Mirna.


Bu Sela dan Anggi, ketika awal masuk ke dalam butik, mereka berdua banyak sekali mengambil pakaian & gaun. bahkan Bu sela mengambil beberapa gamis.


Baju yang di pajang di butik begitu mewah dan elegan. Bahkan ada beberapa gamis yang hanya di jual dua atau tiga pic saja. Bahkan butik Almia store. Menerima jasa pembuatan gaun pengantin dan pesanan untuk seragam. Tak hanya pakaian wanita ada juga beberapa pakaian pria. Anak anak. Bahkan tas dan sendal dengan brand ternama Di Indonesia pun berjajar rapih di dalam etalase.


Saat mereka asik memilih pakaian, mereka tak menyadari dari luar ada sosok orang, yang melihat mereka berbelanja. Ya itu Sindy, setelah selesai memasak. Sindy datang ke butik untuk memantau butik dan toko serba satu harga. Karena dari kejauhan sudah melihat mertua dan iparnya berada di dala. butik. Sindy memilih masuk dahulu, ke toko serba satu harga.


mengambil uang pemasukan beberapa hari yang lalu. setelah menggambil uang Sindy ber pura pura menjadu pembeli di tokonya sendiri.


"iya ada apa mba,?" sahut wulan


"di dalam butik ada ibu mertuaku dan Kakak ipar, kamu tolongin saya pura pura layani saya menjadi pembeli di sini" pinta Sindy dengan memohon


"baik mba" balas Wulan


Wulan baru lulus sekolah beberapa bulan yang lalu, anak yang baik sopan & Satun dan jujur.


Setelah Ibu Sela dan Anggi selesai, berbelanja di butik mereka berdua tak sengaja melihat Sindy, sedang memilih tas dan sandal sontak saja Anggi yang melihat itu berbicara kepada sang ibu.


"duh ibu masa menantu ibu malu malu in banget si, padahal kan uang suaminya banyak masa berbelanja di toko kaki lima kaya gitu, gak level sama kita" ucap Anggi dengan nada yang Tinggi. membuat ibu ibu yang pergi bersama mereka, melihat ke toko yang Anggi maksud.


" Duh dasar mba Anggi udah mau jadi Janda aja gx berhenti masih nyinyir ipar sendiri" batin Sindy


"Mm. Mungkin dia mau menghemat Anggi secara Kalian kan sering bgt recokin mba Sindy" balas ibu ibu yang tadi bersama mereka.


"Recokin gimana Bu maksudnya, bukankan anak laki laki adalah hak ibunya jadi wajar dong kalo saya dan Ibu sering minta uang" balas Anggi dengan emosi.


"Duh udah deh gak usah berantem, lagian mba Sindy mau belanja di manapun itu hak dia" ucap ibu lainya.

__ADS_1


"Hemm iya Bu" balas Bu sela Dengan tatapan mata yang Sinis


Sindy yang melihat itu dalam hatinya tertawa begitu bahagia. Karena baru sekarang ada orang yang membelanya.


Gegas Sindy membayar, barang yang ia ambil di toko satu harga itu sebuah tas dan sandal keluaran terbaru di toko. Walau di bandrol dengan harga yang murah namun. Barang yang di jual bukan barang murahan


Gegas Sindy keluar dari toko menghampiri Anggi dan mertuanya.


Mencium takzim Tangan mertua dan Anggi, lalu Sindy berpamitan untuk pulang lebih awal


setelah kejadian di depan butik, Anggi, tak lagi mengganggu Sindy. akhir akhir ini kedai yang di bukanya membuahkan hasil yang lumayan awalnya kedai itu hanya menggunakan gerobak dan etalase Kecil di depan rumah, Karena Jualannya tak begitu ramai. namun saat ini sudah berjalan hampir 3 Minggu jualan Anggi begitu ramai.


berkat promosi yang di lakukan oleh Bu Sela, Ibu dua anak itu walau, sudah berumur tepat saja bugar dan masih aktif dengan beberapa kegiatan. Jadi setiap ada kegiatan dengan senang dan antusias Bu sela mempromosikan Jualan Anggi


sidang cerai pertama 


Jam sudah menunjukkan pukul 8 pagi saat Anggi sedang duduk santai di teras rumah yang sekarang sudah beralih fungi menjadi kedai kecil yang menjual aneka minuman. kebab, kentang goreng, burger dan sosis bakar. Kedai yang Anggi buka sudah berjalan hampir satu minggu.


Tak lama datang tukang pos yang menyerahkan surat panggilan sidang pertama yang akan di laksanakan lima hari lagi.


Anggi, yang melihat surat panggilan sidang itu menatap nanar kepada secarik kertas, yang menyatakan panggilan Sidang pertama.  Anggi, Tak lama datang anak anak  yang biasa membeli jajan di kedai Anggi.


"Mba Anggi" panggil Aurel


"Astaghfirullah" ucap Anggi


"Mba, kenapa ?" Tanya Aurel


"Mm gpp Aurel, tadi mba lagi ngelamun" balas Anggi


"Duh Mba jangan banyak ngelamun, nanti cepat tua. Aku mau sosis bakar 2, minum capuccino  2 ya mba" ucap Aurel


"Hehe, iya oke Tunggu ya ada yang mau di beli lagi?"


"Ga mba itu aja, kita nunggu yang lain datang dulu" jawab Sisil


Kedua Anak remaja itu duduk dengan santai di lesehan, sambil menunggu teman dan camilan yang di pesannya.


Sore menjelang malam Anggi, memberitahu bahwa dia Akan sidang pertama hari Rabu pekan depan, hal yang membuatnya terlihat murung setelah mendapatkan surat panggilan sidang pertama.


Tak terasa waktu yang di tunggu pun tiba Sidang Pertama, suaminya Sindy Devan, tidak hadir membuat Sidang itu dengan mudah, selanjutnya Sidang kedua yang akan di laksanakan sekitar 2 Minggu lagi.

__ADS_1


__ADS_2