Sukses Setelah Di Hina

Sukses Setelah Di Hina
naskah tanpa judul


__ADS_3

Mereka bertiga makan dengan diam bahkan bu Sela, menambah dua kali tak lupa juga setelah makan Bu Sela membungkus capcay dan ayam goreng yang tersisa 3 potong lagi. Dan mengambil sayur mentah di kulkas.


Untungnya sekarang Sindy lebih cerdas, dia sengaja menyetok sayur tidak banyak dan sudah memotong sayur sayur itu dan di masukannya kedalam wadah kedap udara, jadi sayur dan lauk tidak mudah layu, dan berbau. Adam yang mengetahui tingkah laku ibunya hanya bisa menggeleng kecil dan mengelus dada, Sindy yang melihat suaminya menggeleng kecil gegas tersenyum kepada suaminya, menandakan bawah dia tidak keberatan dengan semua yang di lakukan oleh mertuanya, bagaimanapun juga itu adalah ibu dari suaminya.


Selesai mengambil semuanya dan membungkusnya ke dalama plastic. Setelah semua yang di butuhkan bu Sela siap di dalam plastic, bu sela gegas berbicara maksud dan kedatanganya sepagi ini, agar tidak menganggu jam kerja anak bungsu kesayangan, sedangkan Sindy sibuk berkutat di dapur membereskan semuanya dan juga mencuci piring.


Setelah selesai makan bu Sela dan Adam menuju ruang keluarga terlebih dahulu


“Adam, kedatangan ibu ke sini, ibu ingin menanyakan uang jatah bulanan ibu” ucap bu sela dengan lembut,


Ya begitulah bu sela selalu berkata lemah lembut jika ada maunya saja, menyebalkan bukan.


“baiklah ibu, kebetulan ibu datang lebih awal dari biasanya dan juga aku belum mampir ke ATM untuk mengambil uang jadi uangnya aku transfer saja ya,” ucap Adam dengan santai


“iya boleh, kamu jangan lupa ya. Lebihi buat ongkos ibu pergi ke toko mas langganan ibu” ucap bu sela dengan semangat 45


Bagai mana tidak semangat pasalnya dia sudah berjanji dengan salah satu teman sosialitanya, kalau hari ini akan membeli beberapa perhiasan terbaru.


“aku sudah transfer dan juga melebihkan untuk ibu” ucap Adam


Ting


Tanda ada sebuah notifikasi dari hp milik bu Sela, gegas dengan semangat 45 ibu membuka hp miliknya, hp boba keluaran terbaru yang di belikan oleh Anggi.


“wah.. kamu dapat bonus banyak ya melebihkan uang buat ibu, banyak sekali ini bisa untuk membeli 2 buah cincin terbaru” ucap bu Sela dengan bahagia.


“hehe iya bu rejeki buat ibu” balas Adam


“yaudah kalo gitu sekarang ibu, pulang dulu dan akan pergi ke toko mas”ucap bu Sela dengan bahagia.


Setelah kepergian bu Sela, Sindy menghampiri suaminya.


“mas bonus kamu sudah, di berikan kepada ibu kan?” Tanya Sindy


“sudah dek, makasih ya kamu udah ngertiin aku, dan udah sabar menghadapi ibu” balas Adam

__ADS_1


“tak apa mas ibumu, juga ibuku” balas Sindy


Di tempat lain.


“bu, dari mana pagi pagi udah ke luar ?” Tanya bu Mala tetangga tiga rumah dari rumah Bu Sela dengan senyum mengejek


“oh ini bu, abis ambil sayuran tadi subuh Sindy telpon saya mengabari jika dia masak banyak dan saya tidak perlu masak” jawab bu Sela dengan bangga


Baru kali ini, ibu mertua Sindy, menyanjungnya di depan tetangga, mungkin jika bukan bu mala yang menyapa tak mungkin bu sela akan berkata seperti itu.


“oh, ya saya pikir ibu habis menjarah rumah anak dan memantu ibu”balas bu mala dengan nada mengejek


“sial, rupanya bu Mala ini tau kelakuanku pasti dia tau dari tetangga di rumah Sindy” batin bu Sela


“tidak bu, pagi ini Sindy sendiri yang menghubungi saya di suruh mengambil lauk beserta sayur,” balas bu Sela


“oh ya,, kalau begitu saya pergi dulu ya bu, mau berbelanja sayur” balas bu Mala


“hmm iya” balas bu Sela seraya menghembuskan nafas kasar.


“akhirnya mis kepo pergi juga” pikir bu Sela


Gegas bu Sela, memanggil Anggi, untuk sarapan pagi karena sebentar lagi mereka akan pergi shoping.


“Anggi, sarapan dulu” panggil bu Sela dari arah dapur


“iya bu balas Anggi,” gegas Anggi, menghampiri ibunya, namun saat tiba di depan meja makan dia merasa heran, karena sepagi ini ibunya sudah memasak lauk yang cukup banyak, ada ayam goreng, capcay sambal serta lalapan. Hal yang jarang bahkan hampir tak pernah di lakukan oleh ibunya adalah memasak, walau rasa masaknya selalu enak.


“kamu gx usah heran gitu Anggi, semua ini ibu dapat dari rumah Adam” ucap bu Sela yang ternyata mengetahui jika Anggi merasa heran dengan masakannya.


“hmm pantas saja aku ga denger ibu masak, tapi sudah terhidang menu yang eak” ucap Anggi seraya mengambil piring dan mengisinya dengan nasi serta lauknya.


Anggi, makan dengan diam sedangkan bu Sela sedang menyusun Wadah wadah yang berisikan sayur, tahu tempe dan ayam yang sudah di ungkep ke dalam kulkas. Anggi yang melihat itu hanya cuek saja.


“Anggi, selesai kamu makan kita berangkat ke mall ya?”Pinta bu Sela

__ADS_1


“ok bu, memangnya ibu sudah mendapatkan uang dari Adam” Tanya Sindy


“oh iya ibu lupa bilang, Adam ngasih uang lebih buat ibu, lumayan uangnya bisa buat beli dua cincin model terbaru” ucap bu Sela dengan bahagia dan mata yang berbinar.


“wah alhamdulilah bu” ucap Anggi sekarang Anggi sudah mulai berubah, selalu bersyukur dengan apapun nikmat yang ia dapatkan.


“hehe, iya Alhamdulilah, sekarang adikmu sudah bisa di bilang berkecukupan” ucap bu Sela


Selesai dengan obrolan mereka keduanya sibuk di kamar masing masing bersiap siap untuk pergi ke mall yang tak jauh dari tempat tinggalnya, bu Sela juga sudah memiliki janji dengan teman teman sosialitanya untuk bertemu di salah satu café yang berada di mall, sedangkan tugas Anggi, hanya menemani Ibunya.


Dua puluh menit kemudian Anggi telah siap dengan celana jeans panjang kaos polos warna putih dan cardigan panjang warna hitam, tak lupa rambutnya di kuncir kuda dan tas selempang serta flat shoes berwarna hitam. Bak anak remaja padahal Anggi seorang janda tanpa anak.


Sedangkan bu Sela, memakai baju gamis berwarna navy dan kerudung yang senada serta tas tangan yang mewah, serta hells dengan ketinggian 3 cm.


Setelah menunggu cukup lama di depan teras, tak lama taksi online yang di pesan Anggi sampai di rumahnya.


Sebelum pergi Anggi tak lupa menitip kedai, kepada karyawan kepercayaan.


Kedai Anggi sudah dim lengkapi CCTV jadi Anggi bisa memantauanya dari jarak jauh.


Mobil melaju dengan kecepatan sedang mereka berdua larut dengan obrolannya,


Di tempat lain


Setelah kepergian mertuanya Sindy, memutuskan untuk tidak memasak karena semua bahan masaknya sudah berpindah rumah.


Adam, tak mempermasalahkannya, karena hari ini hari libur Adam bekerja, dan dia memiliki bonus yang cukup banyak adam berencana akan mengajak istrinya makan di luar.


“sayang ayo siap siap kita pergi ke café yang dekat dengan rumah mamah” ajak Adam


“café yang dekat dengan rumah mamah?” Tanya Sindy


“iya, kata teman teman mas tempatnya asik” ucap Adam.


“Iya ayo mas aku siap siap dulu" balas Sindy

__ADS_1


gegas Sindy bergantian pakaian dan tak lama Sindy sudah siap dengan pakaian yang lebih rapih.


memakan waktu 35 menit menuju ke cafe yang di maksud Adam. Sebenarnya cafe itu adalah usaha keluarga Sindy, yang sengaja tidak di beritahu kepada Adam.


__ADS_2