Sukses Setelah Di Hina

Sukses Setelah Di Hina
Tentangga julit


__ADS_3

"Yasudah aku lanjutkan dulu kerja"


Bergegas Adam membuka lembar demi lembar, pekerjaannya tak terasa waktu sudah siang membuatnya bisa beristirahat untuk sekedar mengisi perut. atau bahkan memikirkan keadaan rumah tangganya.


*********


Di rumah


"Alhamdulillah setelah beberapa bulan aku belajar menulis Diam diam ternyata sudah menghasilkan uang" Gumam Sindy


Tanpa banyak berpikir uang hasil dari menulis Sindy masukan ke rekening ACB miliknya, pendapatan selama  ini meraih sebesar 25 juta di salah satu plafon kepenulisan, sedangkan Sindy menulis di 2 plafon kepenulisan.


Jam sudah menunjukan waktunya makan siang di rumah Sindy makan sendiri dengan bahagia karena dia bisa membalas perlakuan kakak iparnya,.


"Selama ini aku diam karena tidak memiliki uang tapi sekarang Alhamdulillah aku sudah memiliki uang dan bisa membalas semua kelakuan mu mba" Batin Sindy


Selesai makan seperti biasa mencuci piring & melaksanakan Shalat


Di kantor


Tok...


Tok...


Tok....


Masuk


"Adam ayo udah waktunya makan siang" Ajak Husen seraya mendudukkan pantat di atas sofa di ruangan Adam

__ADS_1


"Iya Husen" bergegas merapihkan meja dan keluar ber iringan dengan Husen berjalan kaki Memakan waktu 5 menit.


Ternyata di kedai sudah ada teman teman yang lainnya


Gegas mereka ber 3 memesan makanan & kopi kesukaan masing masing, menunggu sekitar 10 menit makanan sudah di sajikan makan dengan bercanda mengobrol tidak jelas. Untuk sekedar menghilangkan penat


"Adam gue liat istri elu aktif lagi jualan, emang nanti gx di marahin ibu lu lagi kaya yang udah udah, banyak paket pesanan untuk di jual yang ada malahan kena marah" gurau Riko seraya tertawa


"Iya bener tuh gue kasian sama Sindy padahal kan niatnya baik mau membantu suami nyari uang" timpal Husen


"kalian tenang aja gue udah tau caranya biar Ibu gx marah marah" tersenyum


"Gimana caranya?" Ucap Riko seraya berpikir


"Gue kasih duit lebih buat ibu, udah beres gx akan mancak mancak lagi kaya dulu" tersenyum


*********


Setelah Sindy shalat Sindy duduk depan pintu sengaja di buka sedikit sedang asik bermain handphone mengecek beberapa pesanan dan hasil live di akun tikt*k, tiba tiba terdengar suara ribut ribut di luar rumahnya.


gegas Sindy keluar untuk melihat siapa yang membuat keributan.


"hmm emm Assalamualaikum mba Sindy"


"waalaikumsalam Bu Minah & mba Kinan"


"mba lagi sibuk gx? ucap bu Minah


"gx Bu saya lagi santai saja ada perlu apa Bu? yuk ngobrolnya sambil duduk" seraya mengajak dua tamunya duduk di teras rumah

__ADS_1


"begini mba saya liat mba sudah kembali berjualan ya kemarin pagi sekitar pukul tengah 9 saya liat ada kurir yang menjemput barang, dan saya liat di live tik*k mba juga banyak barang apakah barangnya masih ada di rumah??"


"masih Bu ada apa, apakah ibu mau barangnya?"ucap Sindy seraya tersenyum di dengan ramah


"ehhmm engga mba kita cuman mau pastiin aja mba beneran jualan lagi atau engga, soalnya kata Anggi mba hanya numpang makan & tidur di rumah ini" dengan lirih Bu Minah berkata


"duh maaf ya mba bukanya saya julit hanya saja saya kasian dengan mba yang sering di jelek-jelekin oleh kakak ipar mba Sendiri" Kinan berkata dengan ragu ragu


"oh itu gpp mba saya sudah terbiasa di perlakukan seperti itu, biarkan saja mba lagian saya diam di rumah bukan hanya makan dan tidur saja, toh saya mengerjakan pekerjaan rumah" balas Sindy dengan santai


"hmmm iya mba saya juga sering liat pagi sekali pekerjaan mba sudah beres" balas Bu Minah,


Bu Minah tetangga dekat rumah sindy sedangkan Mba Kinan tetangga depan rumah


"yasudah kalo gtu kita permisi ya mba"


"iya hati hati Bu & mba"


"sampai kapan aku akan bertahan dengan sikap & kelakuan mereka ibu dan mba Anggi sudah keterlaluan sampai sampai tetangga datang ke rumah hanya perihal menanyakan yang bukan ranah mereka" batin Sindy


#####


di warung Mpok Jum


"eh ibu ibu pada kumpul lagi pada ngapain nih kita ngerujak yuk???" ajak Anggi


kepada ibu ibu di warung Mpok Jum keadaaan di warung memang jika siang begini ramai oleh ibu ibu yang ngobrol sambil beli jajan untuk anak anaknya kadang kala untuk merek sendiri, ada Bu Minah, mpok Jum, Kinan & Anggi.


"boleh tuh boleh" sahut Mpok Jum

__ADS_1


__ADS_2