
Keberhasilan seseorang sangat ditentukan dari seberapa perjuangan yang mereka sudah mereka lakukan.
Bekerjalah dengan baik, maka Anda juga akan mendapatkan hasil yang baik pula.
kerjakan apa yang harus kamu kerjakan pagi ini, lalu lengkapi apa yg harus kamu kerjakan siang nanti. hingga akhirnya di malam hari kamu tak merasakan kekecewaan karena tidak melakukan apa-apa.
Biasanya Sindy, mengecek semua usahanya hanya lewat email saja. namun kali ini dia memutuskan untuk datang ke butiknya sendiri.
setelah semuanya selesai Sindy membayarnya dan bergegas keluar cafe, masuk ke dalam mobil dan melanjutkan kendaraan dengan santai.
masih ada 1 butik yang harus di cek namun karena waktunya yang mepet, Sindy memutuskan untuk pulang kembali ke rumah saja.
Sindy, kembali ke rumah orang tuanya menaruh mobil di bagasi, dan bergegas kembali ke rumahnya sendiri, menggunakan jasa ojek online.
mamah Alma, sudah menyiapkan makanan untuk Sindy, bawa pulang saat tiba di rumah Sindy hanya mandi berganti pakaian dan menyetrika. baju suaminya yang akan di pakai besok.
membersihkan rumah dengan cepat, setelah semua beres Sindy, duduk di depan ruang keluarga menonton televisi. dan memakan Camilan.
Sungguh damai hari ini tanpa recoki mertuanya.
tak lama terdengar suara deru motor berhenti di halaman rumah.
Ternyata Adam, yang sudah pulang dari bekerja, padahal jam baru menunjukkan angka 4 kurang. tak biasanya dia pulang lebih awal.
"Assalamualaikum dek" ucap Adam.
"wa'alaikumsalam" balasku
__ADS_1
aku tidak Banyak bertanya karena yang ku lihat mas Adam, sepertinya lelah sekali enda ada masalah apa. yang pasti aku tak ingin mengganggunya. setelah mengucapkan Salam gegas Mas Adam, masuk ke dalam melangkah ke dalam kamar, ia hanya mengambil handuk. lalu pergi ke dapur setelah mandi dan berganti pakaiannya. ia melaksanakan shalat. setelah itu duduk manis di depan televisi. namun mata dan tangannya sibuk memainkan gawai.
aku yang sudah terbiasa melihatnya memainkan gawai. hanya diam saja, namun apa yang di lakukannya membuat jiwa jail ku meronta-ronta. Dengan sengaja ku telpon dia walau dia, berada di hadapanku.
Mas Adam, yang mengetahui aku yang sudah menghubunginya langsung menaruh handphone di atas meja, gegas beliau menghampiri ku. menggelitik pinggang ku tanpa ampun. aku hanya tertawa cekikikan seraya membalas perbuatannya.
.
tak lama ia berhenti menggangguku.
"dek, maaf mas akhir akhir ini sibuk dengan hp, sebenernya mas sedang memulai pekerjaan sampingan jadi makelar. mas sedang membantu menjualkan 2 Rumah serta 1 unit mobil milik Teman" ucap mas Adam dengan tenang
"wah benar kan mas, aku doakan semoga semuanya laku terjual" ucapku
"Amiin, semoga nanti uangnya aku taruh di kamu tabung ya jangan sampai ibu tau. kita renovasi rumah dan menyantuni anak yatim" ucap mas Adam
tak lama setelah obrolan ku dengan mas Adam, terdengar dering ponsel mas Adam
gegas ia mengangkat panggilan masuk yang ada pada hpnya.
entah siapa yang menghubunginya menjelang magrib tak mungkin ibu atau mbak Anggi.
sayup sayup terdengar, ucap Hamdallah, dari bibir mas Adam.
Karena sebentar lagi magrib aku bergegas bersiap untuk melaksanakan tiga rakaat, memohon kepada sang pemilik bumi dan seisinya. untuk kehidupan yang lebih baik lagi.
setelah melaksanakan 3 rakaat gegas aku menghampiri Mas Adam, rupanya dia baru saja selesai melaksanakan shalat juga, di Kamar sebelah.
__ADS_1
.
kali ini kembali terdengar dering Ponsel Adam, rupanya sebuah notifikasi dari m-banking. dia berhasil menjual dua buah rumah dan mendapatkan bagian sebagai bonus sebesar 40 juta untuk penjualan 2 rumah.
"dek Alhamdulillah, berkah Allah kabulkan doaku 2 rumah yang baru saja aku katakan, sudah laku terjual dan aku Mendapatkan bonus sebesar 40 juta" ucap suamiku dengan mata yang berbinar.
"Alhamdulillah, Allah kabulkan keinginan mu mas" ucap Sindy dengan bahagia.
"aku transfer sama kamu 30 juta ya, sisanya 10 juta untuk ibu dan mamah" balas Adam
"iya mas, Alhamdulillah kita bisa berbagi dengan orang tua" balas Sindy
Selesai berbincang kami berdua makan malam, selepas makan malam kembali melaksanakan perintahnya, menjalankan Shalat 4 rakaat. selesai shalat Sindy membaca Alqur'an. selepas itu iya beranjak untuk tidur.
Kehidupan ini memang membutuhkan usaha keras di setiap langkah. Tak cukup hanya dengan semangat dan usaha. Iringi perjuanganmu dengan doa yang tulus. Karena doa tanpa usaha itu omong kosong, begitu pula dengan usaha tanpa doa itu sombong
ke esok paginya, bangun jam 4
melaksanakan shalat malam, gegas membuat sarapan dan membersihkan rumah. karena pagi ini tak berbelanja di Tukang sayur Jam sembilan tepat semua pekerjaan sudah selesai. Sambil sedikit bersantai ku scroll beranda berlogo "f" tempatku mengais receh demi receh yang tak diketahui oleh siapapun termasuk keluargaku. Akunku memang menggunakan nama samaran demikian juga untuk photo profilnya yang hanya menggunakan photo mawar kesukaanku.
(Halo, Thor, tolong baca inbox dari saya dong, saya ini penggemar berat semua cerita yang Author buat lho.) betul saja, begitu aku mengintip profilnya, akun itu adalah akun Mbak Anggi yang tak aku ketahui sebelumnya. Penasaran dengan apa yang dikirimkannya via inbox, akupun membuka permintaan pesan darinya.
(Boleh kenalan kan, Thor, tulisan dan karya fiksi nya berasa real sekali, saya seperti larut dan masuk kedalam setiap alur dan berasa menjadi tokoh dalam ceritanya.)
Setelah membalas pesan yang di kirim mbak Anggi
Sindy merenung sendiri berkutat dengan pikiran nya sendiri. Ia merasa jika sekarang waktunya mertua dan kakak ipar tau pekerjaannya namun ia merasa sayang jika nanti hasil kerjanya di nikmati orang lain. Karena Sindy tau begitu tamak mertua dan iparnya.
__ADS_1
bersambung