
Karyawan Sindy, di konvensi Bertambah banyak ruangan yang tadinya hanya mampu menampung 7 mesin jahit. dan 3 mesin obras. kini Bertambah besar ukuran menjadi 3 kali lipat.
menambahkan karyawan tetap lagi. dan juga karyawan paruh waktu.
💙💙💙💙
Dulu sebelum Mirna sesukses seperti sekarang, ia pun sama seperti Sindy, tak di anggap oleh mertua serta iparnya,
Mirna, selalu di kucilkan bahkan ketika, yang lain berkumpul di ruang keluarga ia hanya di suruh di dapur untuk menyiapkan semua makan mereka.
Anak mirna, yang bernama Ayu, waktu itu usianya baru empat tahun, anak kecil yang tak mengerti apa apa. Ikut serta merasakan kebencian dari keluarga ayahnya.
Mirna, yang kala itu selalu di pandang sebelah mata oleh keluarga suaminya memutuskan mencari peruntungan dalam menulis novel namun tak seberuntung Sindy, uang yang ia dapat hanya habis tak tersisa untuk memenuhi kebutuhan keluarga suaminya. jika ia bisa menabung lebih banyak lagi uang yang Mirna punya, cukup untuk mengontrak rumah dan makan sehari hari, dengan tekad yang bulat, ia kembali menabung dengan nominal yang cukup besar
selama 5 bulan ia hidup menghemat bahkan sering di katakan pelit oleh keluarga suaminya.
suatu hari ia mengutarakan keinginan untuk mengontrak kepada suaminya.
“mas, kamu tau kan jika aku menjadi penulis novel di beberapa plafon kepenulisan, uangnya cukup untuk kita ngontrak salaam 2 tahun dan untuk sehari hari” jelas mirna
Hmm
Rusli, menghembuskan nafas dengan kasar hmm
“maaf’in mas dek, belum bisa membahagiakan kamu dan Ayu, jika itu keinginan mu besok sepulang kerja, akan mas carikan rumah sesuai budget kita” balas Rusli,
“kalo boleh, rumahnya dekat dengan tempat kamu bekerja ya mas” Pinta Mirna kala itu.
Ke esok paginya Rusli, berangkat kerja seperti biasa Mirna, membersihkan rumah mencuci pakaian semua anggota keluarga dan memasak.
“hari ini aku gajian sebaiknya aku ajak Ayu ke mall dengan alasan belanja mingguan, kebetulan setok ikan serta lauk lainnya sudah habis” batin Mirna
Pukul 9 semua pekerjaan sudah selesai,termasuk masak untuk makan siang perlakuan keluarga suami yang tak baik membuatku harus sembunyi sembunyi. Jika ingin makan enak, beruntung aku masih di beri kepercayaan untuk berbelanja bisa di jadikan sebagai alasan untuk keluar rumah.
__ADS_1
Orang rumah sudah tau, kebiasaan Mirna akan pergi berbelanja ke pasar dan juga supermarket untuk membeli buah buahan import, permintaan ibu mertua jadi mereka tidak masalah jam berapapun mirna pulang, yang jelas semua sudah rapih, makanan sudah terhidang di meja makan.
Mirna, memilih berbelanja di supermarket saja, tanpa ke pasar karena dia berniat akan pergi ke mall. Membeli makanan enak dan juga pakaian serta perhiasaan.
Di super market, mirna dengan cekatan mengambil bermacam lauk, mulai dari ayam daging hingga udang. Serta membeli tahu tempe aneka sayur, tak lupa penyedap dan juga bumbu lainnya. “tak apalah menghabiskan uang lebih banyak dari biasanya, toh ini juga uangku” pikir Mirna
Satu jam berlalu troli belanjaannya sudah penuh, mirna membayar semua belanjaan nya di kasir, gegas berpindah ke mall untuk
membeli ayam krispy mirna makan di tempat bersama Ayu tak, lupa satu ember ukuran besar ia bawa pulang, selesai mengisi perut, Mirna masuk ke toko pakaian membeli 2 buah pakaian anak.
Gegas Mirna ke toko mas, membeli satu set perhiasan. Yang cukup mahal tabungan Mirna, memang cukup untuk membeli perhiasan setiap bulan namun selalu terpakai untuk memenuhi kebutuhan dapur.
Karena, gajian sekarang Mirna dapat sebuah reward dengan bonus hampir 10 juta. Walau perlakuan mertua dan ipar tidak baik kepadanya namun ia tak sampai hati jika harus membalas perbuatan mereka.
Ayu, yang sudah cukup paham dengan keadaan rumah ia tak pernah cerita kepada siapapun jika habis makan enak di luar.
Tepat pukul 2 mereka pulang ke rumah, kesempatan yang bagus untuk Mirna, biasanya jam segitu orang rumah keluar dengan kesibukannya masing masing.
Gegas Mirna. Membereskan belanjaan nya, menyiapkan udang ayam ikan serta daging, di wadah kedap udara yang memang biasanya di gunakan untuk menyimpan sayur serta lauk mentah di dalam kulkas. setelah semua pekerjaan beres Mirna, menyempatkan diri untuk rebahan.
selama 5 bulan Mirna menghemat uangnya dengan cukup baik menambah pundi pundi tabungan untuk mengontrak rumah.
💙💙💙
Di tempat kerja,
Rusli, sebagai security sebuah bank swasta
mengobrol dengan beberapa rekan-rekan kerjanya.
kebetulan sikap Rusli, yang humoris membuatnya banyak di kenal oleh atasannya dan karyawan kantor.
kepala bagian HRD mendengar kabar jika Rusli, akan mengontrak rumah.
__ADS_1
sebelum pulang, Pak Bagus menanyakan kebenaran itu.
"mas Rusli" Panggih pak Bagus.
."eh iye pak ada apa," Rusli yang sudah naik ke atas roda dua, kembali turun menghampiri Atasan yang memanggilnya, takut ada hal yang tak di inginkan terjadi.
"begini saya dengar sampean sedang mencari Kontrakan" Tanya pak Bagus
"iya pak" jawab Rusli dengan Ragu
"kebetulan mulai 2 hari lagi saya akan di pindah ke kantor cabang yang ada di kota Cirebon, bagai mana jika rumah saya, kontrakkan pada sampean saja" jelas pak Bagus.
"wah boleh pak, saya ga harus susah payah nyari tempat yang dekat dengan kantor, karena istri saya minta nyari kontrakan dekat dengan Kantor" mata Rusli berbinar pasalnya sudah lama ia memang ingin membangun rumah seperti milik pak Bagus.
"nah, kebetulan saya mau pindah ke Kantor cabang karena mau sekalian urus orang tua yang sudah sakit sakitan, Saya kontrak dengan semua perabotnya saja, untuk harga cukup bayar 6 juta saya per tahun" jelas pak Bagus
"pak murah sekali?" Tanya Rusli dengan Ragu
"gpp, Asal rumah saya ada yang merawatnya" jelas pak Bagus
"iya pak, kalau begitu saya permisi ya pak mau bilang sama istri saya" pamit Rusli, dengan langkah lebar Rusli, kembali ke motor dan melajukan kendaraannya roda duanya.Â
Setibanya di rumah Rusli, gegas menceritakan tentang rumah yang sudah ia dapatkan.Â
Mirna, yang mendengar jika rumah yang akan di kontrak milik teman suaminya di tempat kerja, dekat dengan tempat suaminya bekerja serta harga yang murah, begitu antusias ingin melihat rumahnya.Â
💙💙💙 .
Dua hari berlalu, sekarang rumah itu sudah resmi di tempat Rusli, bersama anak dan istrinya.Â
Sempat terjadi perdebatan dengan keluarga Rusli, namun kali ini ia berkata tegas akan mengontrak. Yang akhirnya terdapat kesepakatan jika pekerjaan rumah akan di kerjakan oleh orang lain dengan catatan Rusli, yang membayarnya.
BersambungÂ
__ADS_1