Sukses Setelah Di Hina

Sukses Setelah Di Hina
Tamu tak di undang II


__ADS_3

“oh yasudah jika itu membuatmu tidak kekurangan uang maka lanjutkan usaha mu nak” member nasehat seraya mengejek, tante Laila beranggapan selama ini Sindy kekurangan uang, di pikir hasil berjualan Sindy hanya cukup untuk jajan sindy sendiri padahal semua barang yang tertata rapih di rumah ini semuanya uang hasil Sindy berjualan online, dan menulis tapi tidak ada yang tau Sindy menulis.


“iya tante tapi sekarang rasanya ingin berhenti berjualan online” ucap Sindy dengan liris


“loh memang nya kenapa, bukannya bagus jika istri bisa membantu keuangan suami” balas tante laila dengan sengit


“duh pastikan tante laila tidak akan mengizinkan apah lagi ibu selama aku berjualan beliu dengan enak menikmati uang dari mas Adam” batih Sindy


“gpplah tante jika Sindy ingin berhenti berjualan, Adam kan masih mampu berkerja” ucap Adam seraya terseyum


'‘iya tante tau nak kamu masih bekerja tapikan bagus jika istri bisa membantu mencari uang kamu tidak perlu susah” ucap tante laila seraya mencebikan bibirnya,


DEG


“apah maksudnya tante laila berkata seperti itu” pikir Sindy


“kamu contoh dong , Satria istrinya juga bekerja” ucap tante Laila lagi


“iya tante, tante memang sangat benar dan bijak menasehati aku dan istriku untuk sama sama bekerja” seraya tersenyum ucap Adam


DEG


“duh mas Adam kok ikut ikutan si” batin Sindy


“nah gitu dong jadi suami harus bisa menyuruh istrinya bekerja mencari uang bukan hanya berdiam diri di rumah” ucap tante Laila seraya tersenyum penuh arti.

__ADS_1


“akhirnya mau nurut juga si Adam ini” batin Laila


"Iya tante tapi buat Adam sudah cukup Sindy hanya berdiam diri di dalam rumah karena bekerja tugas Adam, mau di taruh di mana muka Adam jika masih menyuruh istri bekerja. sedangkan penghasilan Adam saja sudah lebih dari cukup untuk memenuhi kebutuhan rumah dan kebutuhan pribadi Sindy, bahkan aku bisa memberi uang untuk ibuku.” Jelas Adam dengn geram


Sedangkan Sindy hanya terseyum kecut kAdam membela dirinya di depan Tante Laila, karena Adam merasa malu jika punya istri masih harus bekerja bukan Adam benar benar peduli kepadanya tapi karena Adam merasa malu jika sang istri harus ikut bekerja


“andai kamu tau mas penghasilku setiap bulan lebih besar darimu pasti kamu yang akan hanya ongkang ongkang kaki di rumah” batin Sindy


“iya tante tau tapi apakah kamu tidak risih melihat istri hanya diam di rumah tidak melalukan apa apa” jawab Laila dengan menaikan satu oktaf nada bicaranya


“Tante udah dong jangan memojokkan mas Adam seperti itu kasian” bella Sindy


“DIAM KAMU SINDY” balas tante laila dengan membentak Sindy seraya menujuk sindy dengan mata yang melotot


“Tante selama ini aku sangat menghormati tante sebagai adik dari ibu, tapi kali ini maaf tante, tante bilang Sindy. tidak bekerja karena perihal Sindy, yang hanya seorang ibu rumah tangga. jika Sindy ikut bekerja di luar seperti Adam lantas siapa yang akan menyambut adam pulang bekerja lalu, siapa yang akan menyiapkan kebutuhan adam mulai dari bangun tidur hingga tidur lagi. Bahkan nanti siapa yang akan memasak untuk Adam, dan asal tante tau sekalipun Sindy tidak bekerja tetapi dia yang sudah mengisi perabot rumah ini. Ucap adam dengan santai“


“ apah semua isi perabot yang ada di rumah inin hasil dari Sindy berjualan online” Tanya Tante Laila dengan ekspresi yang tidak percaya karena dia jelas sangat tau bahwa harga sopa dan furniture lainnya di rumah ini harganya di atas tiga juta


“iya tante ini semua hasil aku, bahkan jauh sebelum aku mengutarakan niatku untuk berhenti berjualan aku sudah menyiapkan tabungan” ucap Sindy dengan tegas


“bagus dong jika kamu sudah punya tabungan berarti tante gx perlu susah susah menyiapkan dana darurat untuk ibu kamu dan Anggi” balas laila dengan sinis


“apa maksudnya tante menyiapkan dana darurat untuk ibu dan mba Anggi?” Tanya Adam


“kamu tanyakan langsung saja sama mereka,yasudah tante pamit pulang maaf jika membuat kalian merasa tidak nyaman dan tante janji tidak akan membocorkan kepada ibu kalian jika kalian sudah memiliki tabungan” balas tante Laila dengan lirih

__ADS_1


“niat hati untuk mempermalukan istrinya Adam justru malah aku yang malu” pikir Tante Laaila


“iya sama sma tante” jawab Sindy


tak lama terdengar suara deru mobil berhenti di halaman rumah Adam


Vano & vino berlarian menghampiri nenek mereka seraya membawa makanan & camilan. Satria pikir Ibunya masih akan lama di rumah Adam.


"Assalamu'alaikum" ucap bocah kembar itu lalu di susul oleh Satria yang ikut masuk ke dalam rumah


"Waalaikumsalam salam" balas Laila Adam & Sindy dengan serempak


"oh cucu nenek udah pulang sini sayang kalian abis dari mana" berkata dengan baik, berbeda sekali ketika tadi berkata kepada tuan rumah.


"abis main di mall nenek, ini aku bawa camilan dan makanan untuk kita makan" ucap Vano kakak dari vino itu.


"oh iya ada makanan yaudah kita makan dulu ya" Balas Laila


walau Laila merasa sangat malu namun dia tidak mau membuat kedua cucunya malu karena sedari pagi sudah berceloteh ria ingin membeli makanan untuk di makan di rumah Adam.


"yaudah Sindy ayo kita siapkan makanan" ucap Laila dengan ramah


"iya ayo Tante, vano & vino ikut yuk kita sekalian langsung makan di meja makan nanti" ajak Sindy kepada bocah kembar itu Sindy tau jika ada kedua cucunya Laila tidak akan banyak berbicara.


"iya ayo Tante aku udah kangen sama Tante"

__ADS_1


balas vino


__ADS_2