
Selesai memesan Rujak gegas Sindy, kembali ke dalam rumah menunggu ojek online mengantarkan pesanannya, karena jam masih pagi menunjukan pukul sembilan yang ia lakukan hanya memeriksa laporan butik dan juga kembali menulis Sindy, baru ingat jika satu bulan yang lalu ia ikut lomba di aplikasi berwarna hijau, gegas ia membuka aplikasi itu dan mengecek hasil lombanya.
Hasil karya Sindy, tak masuk juara seperti sebelumnya namun ia mendapatkan juara harapan dua, dengan hadiah 5 juta, dan mendapatkan tawaran jika Novelnya bisa di cetak.
Tak henti hentinya Sindy, mengucapkan syukur.
πππ
Firman dan Anggi sedang bersiap untuk berjalan jalan.di pinggir pantai menikmati waktu berdua mereka sedangkan Sya'sa, di rumah bersama mertua Anggi, Sesekali Bu Sela datang berkunjung menemuinya.
liburan sekaligus bulan madu Anggi dan Firman, begitu menyenangkan bermain di pinggir pantai Kuta, pantai pasir putih dengan bentangan garis pantai sangat panjang, serta pemandangan sunset yang indah
Kemudian, ombak di pantai Kuta lumayan besar dan cocok untuk aktivitas selancar pemula. Firman yang suka dengan berselancar mencoba bermain permainan air itu, berkali kali gagal namun tetap mencobanya mereka larut akan indahnya pantai Kuta.
πππ
tak lama ojek yang di tunggu sudah tiba Sindy, gegas keluar mengambil makanan yang di pesankan oleh suaminya. setelah selesai mengambil pesananya. selesai makan dan membereskan semuanya Sindy, hanya duduk di rumah seraya memulai kembali berjualan online dan kembali menulis beberapa bab novel.
Karena selama ini dari menulis lah Sindy dapat memiliki modal tanpa di ketahui Suaminya.
__ADS_1
tak terasa waktu terus bergulir. Di rumah Sindy, jam menunjukan setengah tiga sore ia bergegas mengangkat jemuran dan menyetrika, lalu mandi dan melaksanakan shalat asar, Adam yang sedari tadi di tunggu tunggu akhirnya tiba.
βassalamualaikum dek?β ucap Adam
βwa'alaikumsalam ada apa mas ?β balas Sindy.
"aku dapat bonus dari bos uang ini kamu tabung untuk biaya lahiran nanti ya, dan sekarang kita pergi ke mall yuk sudah lama mas ga ajak kamu keluar" ucap Adam
Gegas mereka berdua berjalan ke luar rumah menuju kendaraan roda empat yang akhir akhir ini terparkir di rumahnya.
memakan waktu 40 menit perjalanan menuju mall ternama di kotanya, dan baru 2 Minggu yang lalu Sindy, membuka sebuah butik brand Miliknya cabang ke 4 Rupanya butik yang ini sama dengan butik lainnya. di kelola oleh orang kepercayaannya. puas berkeliling mall Sindy dan Adam. Singgah di Restoran Jepang.
Karena posisi duduk Bu Sela, membelakangi meja tempat di mana Adam dan Sindy sedang makan.
Setelah selesai makan, Bu Sela dan seorang perempuan Cantik yang belum di ketahui namanya itu. Hendak membayar pesanan mereka. entah memang dompet si Cantik itu tertinggal atau dia tak membawa uang sepeserpun.
ia berpura pura membuka tas dan mengeluarkan semua ini, di atas meja namun tak ada dompet di sana, terbesit senyum licik di bibirnya merah itu namun Bu Sela, tak menyadari nya
Sindy, dan Adam hanya melihatnya dari meja mereka seraya menikmati hidangan Susi, makanan khas Jepang.
__ADS_1
potongan daging yang masih segar di makan dengan lahap oleh Sindy.
πππ
"yasudah Alya sayang biar, ibu yang bayar" ucap Bu Sela
"ah ibu aku tidak enak hati dengan ibu" balas Alya
"akhirnya Nenek nenek ini mau mentraktir ku makan enak" batin Alya
"tak apa nak, kamu sudah ibu anggap seperti anak ibu Sendiri. " balas Bu Sela Seraya menyerahkan uang merah sebanyak 3 lembar
"oh rupanya Wanita cantik itu bernama Alya" Batin Sindy.
semua ucapan mereka terdengar oleh Sindy dan juga Adam.
"ah andaikan saja ibu mau menganggap Sindy, istri ku seperti anaknya sendiri" batin Adam.
selesai membayar kedua wanita, beda usia itu pergi keluar dari restoran entah menuju kemana.
__ADS_1