
"Alhamdulillah mas ini serius rumah untukku" kata Sindy dengan Mata yang berbinar-binar pasalnya rumah yang ia idamkan akhirnya ia memiliki rumah sesuai dengan apa yang ia impikan.
rumah minimalis dengan kolam ikan dan taman kecil di halaman rumah serta pagar yang sudah rapih dan memiliki taman kecil di dalam rumah sudah menjadi impianku sejak kecil,
" iya sayang ini rumah untuk kamu" balas Adam.
setelah berumah tangga hampir tiga tahun dengan hinaan caci maki serta suami yang lebih sering membela ibu dan kakaknya. namun dengan pernikahan kedua kak Anggi membawa berkah untuk keluarga ku, mulai dari mbak anggi yang berubah lebih menyayangiku dan juga ibu yang sekarang sudah tak pernah menghinaku bahkan dia sekarang amat menyayangiku bak putrinya, Azahra, putriku mendapat kasih sayang yang begitu tulus dari neneknya. bahkan dengan telaten ibu memandikannya dan juga merawat ku yang baru saja melahirkan. kali ini banyak nasehat yang selalu ia lontarkan terhadapku. cara memandikan bayi dan juga mendidik anak.
aku, mengagumi cara ibu mendidik anak anaknya. sekarang mereka menjadi anak yang berbakti kepada orang tua juga saling menyayangi.
Tangis bayi selalu menemani keseharian ku, bahkan sekarang bayiku sudah berusia Empat bulan. sudah bisa tengkurap dan akan belajar merangkak. namun walau aku sibuk dengan peri kecilku tak pernah aku melupakan kewajibanku sebagai istri dan juga ibu.
butik kian hari kian ramai, beberapa brand butik ternama bekerja sama dengan ku bukan hanya memasok barang di butikku saja, sudah ada 3 butik ternama lainnya yang aku pasok barang dari hasil rancanganku. sebagai seorang istri ibu, dan juga wanita karir. sebenarnya aku memilih menjadi ibu seutuhnya dan istri Saja. namun aku merasa sayang jika harus melepas butik yang aku bangun susah payah. kali ini mas Adam yang mengelola butik aku dan mbak Anggi yang merancang baju dan Mirna, Sahabatku yang mengelola konveksi.
Semakin hari usia bayiku semakin bertambah tak terasa sebentar lagi ia akan masuk sekolah Tk { taman
kanak kanak} setelah usia Zahra, sudah memasuki usia sekolah aku putuskan kembali menulis dan mendesain baju, selama ini mas Adam, yang mengelola butik secara langsung setelah ia di phk di kantor. Tempat ia bekerja dulu, ia memutuskan untuk membantu usahaku, sedangkan Mirna sekarang ia sudah sukses dengan
__ADS_1
mengelola konveksi kecil yang aku miliki, rumah aku yang dulu tak jadi di jual ku putuskan untuk membuat konveksi kecil kecilan. Karena konveksi yang lama mengalami kendala aku putuskan menjualnya untuk menyelamatkan asset ku yang lainnya.
Berjuang kembali untuk membangun konveksi tidaklah mudah, ada modal yang cukup banyak untuk aku
keluarkan membeli beberapa mesin dan bahan lainnya.
Flashback
Pagi ini embun bergelayut manja angin berhembus perlahan mengantarkan hawa dingin menembus kulit siapa
saja, namun tidak Bagi Adam, ia harus mampu melawan semuanya demi membangun usaha sang istri yang berada di ujung kebangkrutan. Bangun lebih pagi mengadukan semua yang ia alami di sepertiga
lakukan mencuci menyapu dan mengepel rumah.
Ketika Sindy bangun ia hanya perlu menyiapkan sarapan dam makan siang. Walau usaha Sindy berada di
ujung tanduk untungnya ia perempuan yang pandai menabung beberapa karyawan konveksi yang sudah hampir dua bulan tak menerima gajih mereka dengan suka rela Sindy membayarnya menggunakan uang tabungan. Masih ada beberapa yang perlu di
__ADS_1
bayar seperti bahan baku dan menservis beberapa mesin jahit.
Sindy putuskan menjual semua mesin jahit uangnya ia gunakan untuk membayar bahan, setelah
menawarkan gudang konveksi ke beberapa teman dan memasang iklan di media
social. Akhirnya ada yang membeli gudang Sindy, kerugian yang di alami sindy berawal dari membeli bahan kain yang di jual orang lain, karena atok di toko langganannya Kosong hal itu membuat ia mengalami kerugian besar, rupanya orang yang menawarkan harga kain yang lebih murah, merupakan suruhan orang lain yang
tak suka melihat Sindy, sukses berkat kerja keras dah kesabaran pasangan muda itu kembali memetik buah yang manis usaha nya kembali maju dan berkembang pesat.
... Flashback off...
Pagi hari minggu yang cerah sinar matahari
masih malu malu menunjukan sinarnya, namun seorang perempuan muda sedang
berjalan seraya mengandeng tangan anak
__ADS_1
kecil yang usianya di perkirakan menginjak lima tahun, ia siapa lagi jika bukan sindy dan putri nya Zahra,
selepas subuh mereka berdua memutuskan untuk berjalan santai pagi ini, biasanya bu Sela datang bersama kedua kaka sepupu zahra, Sasa, dan Tia, ya setelah satu tahun menikah Anggi, mengandung dan melahirkan Tia, usia Tia hanya terpaut satu tahun dengan zahra.