
Setelah di pastikan Aman, rupanya salah satu karyawan kepercayaan Syasa, datang menjemputnya. Menggunakan sepeda motor, agar tak ada yang curiga jika Syasa. Membawa barang berharga.
Gegas Syasa, menyimpan semuanya di Berangkas Bank. pilihan terakhir ia, jika ia menitipkan di Namira. Justru akan berbahaya karena pasti. Mertuanya akan, mengganggu Namira.
Langkah seribu, yang Sya'sa ambil sudahlah tepat.
Kepulangan mereka masih dua hari lagi, namun sebelum mereka tiba di rumah deretan pesan masuk ke handphone, Syasa membuat wanita cantik itu hanya bisa menghembuskan nafas dengan kasar.
Pasalnya kedua keponakan iparnya itu, meminta makanan rumahan yang cukup merogoh isi dompet.
Sebuah pesan masuk, meminta buah sayur, dan lauk pauk yang harganya cukup mahal.
sayang rasanya jika harus mengeluarkan uang banyak. hanya utuk mereka lebih baik aku masak seadanya saja.
💙💙💙
"Sudah aku kasih tahu ibu dan suami kamu serta yg lainya akan pulang hari ini!! kenapa kamu hanya menyajikan sambal sarden diatas meja? b*doh!! Kamu itu giliran pergi ketempat orang rame secepat kilat tanpa memperdulikan masakan di rumah, kamu itu benar-benar wanita yang tidak berguna!! Bisanya merepotkan" ucap Ibu Ida
Aku hanya tertunduk letih menghadapi amarah ibu mertua tadi pagi aku telah selesai memasak, membereskan rumah sebelum pergi membantu Tetangga memasak untuk persiapan arisan dirumahnya. Sudah berulang kali aku meminta uang untuk belanja sayur tadi pagi tapi selalu dijawab pakai uang kemarin dan hanya menu ini lah yang bisa aku sajikan untuk hari ini itupun aku sudah mengoreti tabungan uang receh yang tersimpan supaya cukup.
__ADS_1
"Kemana uang yang aku kasih seratus ribu kemarin?? Baru berapa hari sudah habis, dasar wanita boros!! Kamu pandai korupsi!!! Penipu!! Kamu tabung kan uangnya?? untuk ngirimi keluargamu dikampung yang miskin itu?!!" sentak Ibu mertua lagi.
Ya sampai sekarang, Ibu mertua belum tau jika. Syasa, kaya raya. yang sia tau semua hartanya sudah habis di bawa oleh suaminya dulu.
Ya Allah... Ada rasa nyeri yg begitu sakit menusuk didalam sana, air mata tak mampu ku bendung iya mengalir bebas membanjiri pipiku. Uang seratus ribu untuk lima hari, gas habis minyak gorengpun habis, belum sayuran untuk hari ke hari. Aku telah berusaha menjelaskan tapi aku dibilang pembohong, aku dicaci sebagai penipu. Aku benar-benar sakit mengatur keuangannya supaya cukup tapi usahaku tidak pernah dihargai. Lelah itu pasti tapi aku berusaha kuat demi keutuhan rumah tanggaku.
"Sudah berapa banyak tabunganmu?!!"
"Aku tidak memiliki tabungan sepeserpun"
Jawabku dengan terisak tangis, bukan aku menangisi sakit hati karena suamiku tapi aku menangisi kenapa nasibku menyedihka. Dia mencengkram kepalaku sampai jilbabku terangkat ada beberapa helai rambut yang ikut tercabut.
"Aku gunakan untuk kebutuhan sehari-hari, tidak sedikitpun aku gunakan untuk keperluan yang lain, semua untuk kebutuhan kita sekeluarga"
"Kamu sering menyolong uang simpananku!!"
"Aku mengambilnya karena kamu tidak memberiku uang untuk belanja bahan pokok keperluan sehari-hari, lantas aku dapat uang dari mana jika bukan uangmu"
"Jangan berbohong Syasa!!! Sekarang aku ibu serta yang lainya datang dari jauh cuma kamu masakan, masakan seperti ini!! Pantas Ibu marah tidak tertelan nasi di rumahku!! Kamu tidak suka Keluarga datang kesini sampai kamu tidak menyambut kedatangannya!!"
__ADS_1
Dia memperkuat cengkeraman tangannya, kulit kepalaku terasa terangkat dari tengkorak kepala sangat sakit sekali.
"Kamu membantu mbak Nevi memasak, katamu akan kamu bawak pulang, mana??!!"
"Dia menyuruh kita makan bersama dirumahnya bersama kak Nadin yang baru datang"
"Tahu diri kamu, Malu!!!"
Dia menghempaskan tubuhku kelantai hingga bibirku terbentur rasa asin yang menghampiri ujung lidahku, bibirku pecah dan berdarah.
"Kak Nadin singgah di rumah kita dan ingin nginap disini tapi gara-gara penyambutan mu seperti tidak ingin ditumpangi membuat kak Viola pergi ke rumah ibu!!!
Dia pergi meninggalkanku yang masih tersungkur dilantai.
perih rasanya melihat ia, gegas aku bangun dan pergi berjalan ke rumah Ibu, meminta Ka, Viola kembali ke rumah.
Beruntungnya Ka Nadin mau datang kembali, setelah kak Nadin berada di dalam rumah, gegas aku dapur, menyiapkan makan seadanya dan juga bolu pisang yang tadi pagi baru aku beli.
bersambung
__ADS_1