Sukses Setelah Di Hina

Sukses Setelah Di Hina
permintaan Mirna


__ADS_3

mereka ber enam berkumpul bersama, mendengarkan sya'sa berceloteh Riang


Khas anak kecil, seumuran Sya'sa memang banyak bertanya dan berbicara Rasa ingin taunya begitu tinggi.


tak lama azan magrib berkumandang menandakan waktunya berbuka, mereka berbuka bersama lesehan di ruang keluarga yang di fungsikan sebagai ruang menonton tv.


semua makan dengan diam, selesai makan mereka shalat berjamaah, Anggi selesai melaksanakan shalat berjamaah bergegas mencuci piring di bantu Sindy, sedangkan Bu Sela, sedang menikmati menjadi nenek, di tanya banyak hal oleh Sya'sa. cucu sambungnya itu sudah banyak merubah sikap dan sifat buruk nenek sambungnya itu.


selesai, mencuci piring mereka pergi shalat tarawih berjamaah.


Anggi, sya'sa dan Firman. akan menginap di rumah Bu Sela.


singkat cerita,


ke esok paginya


pagi sekali Adam, sudah pergi kerja untuk membereskan laporan yang akan di serahkan pagi ini.


sebelum pergi ke butik Mirna memutuskan untuk datang lebih dahulu ke rumah Sindy.


"assalamualaikum" ucap Mirna


"wassalamu'alaikum" balas Sindy


ceklek


suara pintu di buka

__ADS_1


"ayo sini masuk kamu mau cerita apa sepagi ini sudah datang ke rumah" ucap Sindy seraya berjalan masuk ke dalam rumah


"begini Sindy, kamu emang ga mau nyoba terjun Sendiri ke dunia bisnis bukankah suamimu sudah tau jika butik milikmu" Tanya Marni dengan Hati hati. mengekor Sindy di belakang


"aku ingin mencobanya namun belum berani berbicara di depan banyak orang jika nanti aku harus memenuhi wawancara" balas Sindy


"tak perlu takut, kamu yang sudah membuat ku mampu berbicara dengan baik di depan banyak orang. sekarang giliran kamu sendiri yang membuktikan, kepada mereka yang sudah menghina mu jika kamu lebih baik dari pada mereka" nasehat Mirna


Sindy, hanya mengangguk tanda mengerti,.


jam menunjukkan pukul 8 pagi, Sindy sudah memutuskan untuk ikut pergi ke butik dan mengelolanya.


sebelum pergi Sindy mengirim pesan kepada Adam.


^^^"mas aku akan ke butik bersama Mirna"^^^


Adam, yang sedang fokus menatap layar komputer mengecek satu persatu laporan yang akan ia serahkan kepada atasannya.


dert


dert


Adam, di kaget kan dengan suara getaran dari meja,


sebuah pesan masuk


gegas Adam, mengambil benda pipih itu membaca pesan dari Orang tersayangnya.

__ADS_1


"iya sayang hati hati, kelola butik dengan baik"


send pesan Terkirim.


Adam, kembali larut dengan pekerjaannya desas desus di kantor, ada beberapa karyawan yang akan naik jabatan. semua karyawan fokus dengan kerja mereka.


di tempat lain.


Sindy dan Mirna sudah sampai di butik, karyawan lama yang sudah tau jika Sindy, pemilik butik merasa kaget ternyata ucapan Mirna, dua hari yang lalu terbukti jika Sindy, akan mengelola butiknya.


flashback


dua hari yang lalu saat pengunjung butik begitu ramai, semua cabang kehabisan stok yang berwarna Sage green, Karena memang mungkin tema tahun ini Sage green.


di sela sela jam istirahat Marni, menyempatkan diri untuk bertanya kepada Susi.


"Susi gimana jika, mba ngajak Bu Sindy, untuk mengelola butik?" tanya ku


"kayanya ga mungkin karena ibu Sindy kan, sedang hamil" balas Susi


"kita lihatlah nanti, karena Suaminya Bu Sindy, sudah tau tentang Sindy, yang memiliki butik" jelas ku.


flash back off


semua karyawan yang mendengarkan pembicaraan Marni dan Susi. hanya diam secara tidak percaya jika bos mereka benar benar akan datang untuk membantu mengelola butik.


bersambung

__ADS_1


__ADS_2