Sukses Setelah Di Hina

Sukses Setelah Di Hina
Pop Devan


__ADS_3

Di meja Sindy, Marni yang Melihat perubahan Anggi dari mulai tatapan dan Nada berbicara, merasa bahwa Anggi itu iri terhadap Sindy. namun Marni diam saja tak banyak berbicara.


mereka berdua larut dengan obrolan ngalor ngidul seraya cekikikan tertawa.


hal itu membuat Anggi semakin iri, Ternyata Sindy pun menyadarinya namun Sindy, tak mau membuat masalah dia biarkan saja kakak iparnya seperti itu, selagi kakak iparnya tak mengganggunya sepertu dulu.


...pop Devan...


Perkenalkan namaku Devan, kedua orang tuaku sudah meninggal sejak aku di bangku Sekolah menengah Atas (SMA). Saat kedua orang tuaku meninggal karena kecelakaan Bibi adik dari, ibu yang merawat ku, kebetulan bibi tak memiliki anak. Dia sudah menganggap seperti anaknya sendiri. Saat tau aku akan menikahi Anggi. bibi begitu bahagia dan antusias menyiapkan semuanya. Namun seiring berjalannya waktu setiap kali aku berkunjung ke rumah Bibi, dia akan selalu menanyakan. Kapan akan memberinya cucu.


Tekanan dari bibi sedari kecil mengurusku, yang selalu  menanyakan kapan akan memberinya cucu, membuat ku berpikir untuk berpoligami.


bibi selalu menanyakan perihal cucu, Menurut ku wajar karena selama ini dia hidup sendiri suaminya sudah meninggal. dan dia tidak memilik anak


Aku melakukan poligami tanpa sepengetahuan Anggi, karena Rasanya tak tega jika menyakiti hati wanita. 


Ya aku diam diam menikah di bawah tangan dengan Ratna, pernikahan ku berjalan sudah hampir satu tahun.

__ADS_1


Awalnya semua berjalan baik baik saja Anggi tak mengetahui. namun suatu Hari


saat aku berdua sedang berjalan Dengan Ranta dan membawa anak, kita Anggi mengetahui semuanya.


Namun tak masalah bagiku, Awalnya aku pikir Anggi akan mau di poligami ternyata aku salah besar, justru Anggi menggugat ku setelah menggugat. aku mendapatkan laporan Bahwa Anggi Sekarang memiliki kedai. cukup mandiri memang jika di bandingkan dengan Ratna, jika Anggi sanggup bepergian Sendiri, berbeda dengan Ratna kemanapun dia harus selalu aku antar, bahkan tak jarang aku membolos kerja hanya untuk mengantarnya berbelanja.


sejak aku menikahi Ranta, aku sering membolos kerja bahkan untuk bulan ini saja gaji ku, tak utuh hanya mendapatkan setengahnya.


Untungnya Ratna, bukan wanita seperti Anggi yang jika kekurangan uang akan mancak mancak marah.


Ratna sendiri menyadari semua itu ulahnya karena tak berani membawa kendaraan roda dua kemanapun dia mau pergi, padahal aku sudah berkali Kali mengajarinya untuk belajar membawa kendaraan sendiri namun selalu gagal.


aku tak percaya bahwa Anggi yang di kenal gengsi untuk berjualan sekarang memiliki kedai, pernah suatu hari saat aku memiliki jatah libur, aku menyempatkan diri, pergi ke rumah Anggi diam diam tanpa sepengetahuan Ratna. karna aku, tidak mau Ratna berpikir yang tidak tidak.


benar saja di samping kanan rumah mertuaku, tepatnya sekarang mantan mertuaku, ada bangunan yang menyerupai cafe, mungkin kedai ini yang orang bilang cukup ramai dan banyak orang keluar masuk ke dalam kedai.


menyesal meninggalkan Anggi, tentu saja aku menyesal telah meninggalkan Wanita yang mandiri bahkan dia sekarang benar benar menunjukan kemandiriannya. Walau sekarang dia seorang Janda, ternyata dia lebih sukses sekarang saat aku tinggalkan.

__ADS_1


menyesali semuanya Rasanya percuma saja, karena sudah lama aku menikahi Anggi tetap saja dia tidak bisa memberiku keturunan.


berbeda dengan Ranta, walau Ranta, manja selalu meminta di antar mau kemanapun dia pergi, Namun Ratna, sudah memberiku satu putri cantik yang sekarang berusia 5 bulan.


setiap pulang kerja Ratna dan putri kecil kita, selalu menunggu di depan teras kontrakan.


seperti sore ini Saat aku pulang Ratna dan Rania sudah terduduk cantik di teras, ya Rania nama putriku,


Rania sudah memakai baju berwarna maroon dan bandana yang senada. di gendong oleh Ranta, dengan pakaian yang senada dengan putri kita, aku tau pasti Ranta akan meminta ku mengatarkan mereka ke supermarket untuk membeli kebutuhan Rania.


walaupun aku merasa lelah, aku tak keberatan dengan permintaan Ratna, karena aku merasa di butuhkan dan aku merasa di hargai.


"mas aku mandi terus makan aku hari ini masak cah kangkung dan ikan mujair goreng" ucap Ratna seraya tersenyum manis


"ok sayang, setelah itu aku minta tolong temani ke supermarket ya" sengaja aku berkata meminta tolong di antar ke supermarket, karena aku kulihat Ranta seperti sungkan untuk mengatakan itu.


di satu sisi aku merindukan Anggi, tapi di sisi lain aku merasa lebih nyaman bersama Ratna. dia hanya akan pergi keluar jika bersamaku, bahkan bergosip dengan tetangga pun hampir tidak pernah,

__ADS_1


dia selalu berdiam diri di rumah, menikmati perannya sebagai ibu, untuk berbelanja sayur aku lebih sering mengajaknya ke pasar jika hari libur, aku memang tidak mengizinkannya bergosip.


__ADS_2