
pagi sekali Bu Sela, sudah datang ke rumah Sindy, tujuannya kali ini ingin memastikan ucapnya tempo hari laku jika mobil yang di gunakan ke pesta pernikahan Anggi, adalah mobil milik Sindy.
Pagi ini, Sindy baru saja selesai berbelanja dari pasar menggunakan mobilnya kebetulan mobil miliknya. belum di antar kembali ke rumah mamah Alma, awalnya Sindy, akan kembali menitipkan mobil itu namun, Sindy berpikir ulang jika mobil itu hanya ada beberapa hari di sini pasti mertua tercinta akan kembali menghujatnya. kebetulan sekali sisi kiri rumahnya ada Sebuah bangunan yang menempel dengan rumah seperti garasi mobil. Jadi Sindy maupun Adam, tak perlu membangun garasi hanya Merapikannya saja.
"Sindy, emang uang mu masih banyak mobil sewaan itu masih ada" ucap Bu Sela dengan culas
"Alhamdulillah Bu ini, bukan mobil sewaan ini memang mobil Sindy" balas Adam
"alah kamu Adam, mau saja di bohongin istri nanti kamu yang harus bayar jasa sewa, niatnya supaya terpandang tapi kenyataannya malah tekor" ucap Bu Sela dengan berapi api.
"udah Bu ga perlu ibu, berkata yang tidak ada buktinya, yang jelas ini mobil ku dan ibu lihat ini ada Surat suratnya" ucap Sindy seraya menuju bukti kepemilikan mobil itu.
Bu Sela, hanya diam terbengong dan setelahnya ia pergi kembali kerumahnya dengan terus saja berbicara sendiri.
Setelah Bu Sela, pergi Sindy mengutarakan keinginan kepada Adam.
"Kita balas kesombongan keluargamu, Mas. Pantas saja kamu menyuruhku untuk tidak memberitahu keluargamu kalau keluargaku memiliki beberapa kontrakan, dan memiliki rumah makan ," ujarku.
"Dek, aku sendiri hampir lupa kalau kamu dari keluarga yang cukup berada. Ya Allah ... maafin suamimu ini, Dek. Di keluargaku kamu malah diperlakukan seperti ini. Bapak dan ibumu pasti sangat marah kalau mengetahui ini semua," lirih Mas Adam.
Ya, sewaktu kami masih pacaran Mas Adam pernah bilang jangan menceritakan tentang keluargaku pada keluarganya. Yang mereka tahu bapakku hanyalah seorang buruh pabrik biasa, dan ibuku hanyalah ibu rumah tangga saja.
"Memangnya kenapa kalau jujur saja sama keluargamu, Nak?" tanya Bapak kala itu keheranan.
"Nggak papa, Pak. Keluargaku suka minderran orangnya," jawab Mas Adam.
"Loh, kok gitu. Tapi ya sudah kalau itu maumu," ujar Bapak.
Selama ini aku diam tak pernah menceritakan soal rumah tanggaku pada Bapak. Ya, memang rumah tanggaku dan Mas Adam
baik-baik saja. Yang tak baik itu keluarganya.
💙💙💙💙
setelah mas Adam, pergi bekerja aku putuskan untuk membuat makan siang dan mengantarkannya ke kantornya.
__ADS_1
Selesai memasak pukul 11 siang gegas aku menyiapkan bekal makan dan berias, dengan langkah pasti dan bersenandung riang. sayup sayup terdengar suara ibu mertua tercinta.
"liat gayanya sok kaya sekali, hanya mobil sewaan saja sampai ber hari hari di rumahnya" ucap ibu mertua tercinta, Kepada Mbak Marni dan ibu lainya.
Rupanya mereka sedang rujakan di rumah Bu Minah, sejak Bu Minah berjualan di rumahnya semua orang sering berkumpul di sana, bahkan Mpok Jum pemilik Warung pun sering ikut terlihat berada di teras rumah Bu Minah.
Sindy, tak menghiraukannya dia terus saja Menaiki mobil, dan membawanya dengan santai seolah olah dia adalah orang kaya. ups lupa Sindy, kan memang orang kaya.
dengan semangat 45 Mbak, Marni menanggapi walau ada tujuan tersendiri, supaya dia gampang minjam uang, ya mba Marni, terkenal dengan orang yan gampang meminjam susah mengembalikan.
"wah masa ibu kalah" ucap mbak Marni, Menjadi kompor supaya mertua Sindy, semakin tak suka kepada menantunya.
Alasannya, sederhana saja Karena perihal meminjam uang, tak Sindy, beri Marni, menjadi membenci Sindy.
sedangkan ibu, ibu yang lain hanya diam menyimak atau sesekali ikut menimpali.
karena ibu, ibu tau bagaimana tabiatnya Mertua Sindy.
💙💙💙
tepat pukul setengah dua belas siang, Sindy tiba di kantor tempat suaminya mengais Rezeki.
tak lama, Sindy masuk ke dalam ruangan seraya membawa paper bag yang berisikan tempat nasi. kali ini Sindy, memasak sayur SOP dan Ati ampela. serta ayam goreng.
Gegas, Adam menerima bingkisan yang Sindy, bawa dan memakannya dengan lahap, sesekali menyuapi Sindy.
selesai mereka berdua makan Sindy, meminta izin akan ke butik untuk membeli beberapa pakaian, sengaja Sindy bilang untuk membeli pakaian, sekalian Sindy ingin mengecek butiknya.
jam istirahat tak terasa sudah selesai, gegas Sindy pergi ke butik yang paling dekat dengan kantor Adam.
di sambut baik oleh, karyawannya dan menarik hasil pendataan bulan ini. gegas Sindy mengambil satu set pakaian. dan pergi ke butik berikutnya.
terakhir Sindy, berkunjung ke butik yang dekat dengan rumah mamah Alma. memeriksa butik dan memeriksa toko serba satu harganya.
Dengan santai , Sindy Kemabli mengambil beberapa pakaian, sepasang Sandal serta tas.
__ADS_1
karena pendapatan butik utama, paling banyak keuntungan nya. jadi Sindy, bebas mau mengambil apa saja
Selesai, dari butik Sindy, menemui mamah Alma. Dengan sigap sang ibu menemani anaknya mendengarkan cerita anaknya, jika sang mertua tak percaya bahwa mobil itu adalah miliknya.
sebentar lagi sore mas Adam akan pulang, tak lupa Sindy di bekali Rawon dan pepes ikan. Selesai menyiapkan makanan untuk di bawa pulang oleh Sindy. Mamah Alma berpesan.
"Beli beberapa perhiasan untuk kamu investasi. dan juga untuk dana darurat" ucap sang ibu memberi masukan
"iya mah jawab Sindy" gegas Sindy mengendarai Roda 4 hanya memakan waktu 30 menit sudah tiba di rumahnya. menyiapkan makanan dan juga membersihkan Rumah. semua barang belanjaannya Sudah di amankan di kamar belakang, kamar yang selalu terkunci. karena Bu Sela, tak akan berani masuk ke dalam kamar itu, iya pikir itu adalah gudang.
💙💙💙
Tak lama Adam, pulang Sindy, sudah menyiapkan segelas kopi dan goreng pisang sore itu, selesai Adam mandi dan berganti pakaian. Mereka berdua bersantai di depan rumah dan bercengkrama berdua.Â
Anggi, ada di rumah ibunya bersama dengan Sya'sa, sedari pulang sekolah mereka berkunjung Karen hari semakin sore, Sya'sa meminta menginap.Â
Dengan senang hati Anggi, mau Menurutinya.Â
Gegas Anggi, mengabari FirmanÂ
Mengambil handphone dari dalam tasnyaÂ
[mas, aku dan Sya'sa akan menginap di rumah Ibu]
Send pesan terkirimÂ
Firman, yang sedang Merapihkan beberapa berkas membaca sebuah pesan masuk dari Anggi. Dan gegas membalasnya
[Iya aku akan menyusul setelah pulang kantor nanti]
Tak lupa, Firman mampir di sebuah tukang martabak. Dan mini market Sengaja Firman, membeli camilan karena Sya'sa. Suka mengemil sebelum tidur.Â
Selesai mandi dan berganti pakaian Sya'sa, merengek meminta di antar ke rumah Sindy, dengan berjalan kaki.Â
Anggi, menyanggupi permintaan Putrinya, walau dia malas Bertemu dengan tetangga yang akan menanyakan banyak hal kepadanya.Â
__ADS_1
beruntung di jalanan sepi tak ada orang yang berkumpul saat berkunjung ke rumah Sindy, Anggi, merasa lega tak perlu memikirkan jawaban apa yang akan di berikan kepada ibu ibu yang bertanya-tanya perihal Sya'sa.Â
bersambung.