
"aku akan menggugat mu dan tak akan minta harta Gono gini anggap saja itu uang untukmu" balas Devan dengan tegas
"baik jika kamu sibuk biarkan aku yang akan menggugat mu" balas Anggi tak kalah tegas.
setelah obrolan di siang itu mereka memutuskan benar benar untuk berpisah, karena rumah tangga yang sudah di masuki orang ketiga, mustahil rasanya masih bisa bertahan. beruntung Anggi dengan Devan belum memiliki momongan. Jadi dengan mudah Anggi menggugat Devan.
Setelah obrolan dengan Anggi mendapatkan keputusan, Gegas Devan memasukan beberapa pakainya ke dalam tas yang masih tertinggal di rumah Anggi, tak lupa juga Devan memberikan uang bulanan untuk bulan ini.
Selesai membereskan pakaian dan barang barang lain, Devan keluar rumah Anggi tanpa pamit.
para tetangga yang melihat itu, merasa heran biasanya jika Devan pulang dia akan ada di rumah cukup lama, paling sebentar hanya 2 atau 4 hari tapi. kali ini membuat para tetangga bertanya tanya. kenapa baru semalam Devan, sudah kembali pergi karena mereka tau memang pekerjaan Devan di luar kota. jadi mereka tidak mencurigai bahwa rumah Tangga Anggi, sudah terjadi huru hara.
jika mereka tau ini pasti akan menjadi gosip terhangat sepanjang hari, Karen Anggi yang terkenal julit kepada iparnya sendiri.
Setelah kepergian Devan, Anggi mencari berkas berkas yang di butuhkan. Semua berkas sudah terkumpul, gegas Anggi berangkat ke pengadilan Agama.
Saat ke luar rumah terlihat para ibu ibu sedang asik berbincang-bincang. di halaman rumah Mpok Leha, seraya duduk di bale bambu bawah pohon Mangga.
" duh Mba Anggi masih pagi udah keluar mau kemana?" tanya salah satu tetangga.
__ADS_1
"oh Bu Nina, saya mau ke luar Bu ada urusan. mari Bu saya duluan" gegas Anggi pergi ke jalan depan, menunggu angkutan umum.
Di rumah Sindy
********
Setelah melaksanakan kewajibannya sebagai umat muslim Sindy, kembali menulis kali ini dia membuat cerita tentang kisah hidupnya walau cerita yang dia buat adalah cerita nyata tapi tak lupa dia bumbui dengan cerita fiksi agar lebih menarik untuk para pembaca. Dia menulis cerita dengan judul Sukses setelah di hina,. Dan beberapa cerita fiksi lain dari kehidupannya di dunia nyata. Sehari hari Sindy hanya menjadi penulis, Ketika sedang asik menulis di laptopnya. Terdengar suara getar hp di meja.
Derrt
Derrt
Derrt
“assalamualaikum, sayang bagaimana kabarmu” sapa ibu Alma mamah Sindy
“waalaikumsalam, alhamdulilah aku sehat!”
“Alhamdulillah jika kamu sehat, begini nak pembangunan ruko sudah selesai namun dapat jatah tiga ruko untuk kamu kelola” ucap ibu Alma
__ADS_1
“wah serius mah aku dapat tiga ruko” sahut SIndy dengan mata yang berbinar pasalnya dia akan membangun usahanya mulai dari butik, salon dan toko satu harga
“iya sayang, sudah dulu ya nak, mamah lagi ramai di warung, Assalamualaikum”pamit bu alma
“iya mah waalaikumsalam” balas SIndy
Telpon berakhir
Tut
Tut
tuut
Proses pembuatan ruko berjalan dengan baik membutuhkan waktu cukup lama selama tiga bulan ruko baru selesai, waktu yang cukup bagi Sindy untuk terus menambah pundi pundi rupiah dari hasil menulis, tepat hari minggu pagi grand opening pembukaan butik dan toko satu harga, rencana membuat salon Sindy pikirkan kembali karena dia rasa jika membuka semua dengan waktu bersama akan membuat mertuanya curiga,. bahkan dari 6 ruko yang di bangun orang tuanya, Sindy memiliki tiga ruko untuknya karena masih memiliki jatah ruko yang kosong Sindy menyewakan ruko yang kosong itu, untuk toko satu harga semua pakaian dewasa dan anak anak hingga balita, Sindy bandrol dengan harga tiga puluh lima ribu rupiah. Dengan kualitas yang cukup bagus, Untuk baju di butik Marni. sahabat sindy, yang mendesainnya dan Sindy yang menjahitnya. Sindy sendiri pun bisa mendesain. namun dia membutuhkan tenaga bantuan jika semuanya di kerjakan sendiri. Sindy yakin dia tak akan sanggup apah lagi di barengi dengan nyinyiran kakak ipar dan mertuanya.
*****
setelah memakan waktu 30 menit Anggi tiba di depan pengadilan Agama. dia gegas masuk dan mendaftarkan gugatannya cerainya, setelah urusan gugatan cerai selesai. Anggi bergegas pergi ke sebuah mall yang tak jauh dari pengadilan Agama. cukup berjalan kaki hanya memakan waktu 10 menit saja.
__ADS_1
Anggi menikmati perannya Sendiri, dia mulai membiasakan mengerjakan semua pekerjaan sendiri, ya walau memang selama ini semuanya dia kerjakan sendiri. tetapi terkadang jika calon mantan suaminya berada di rumah selalu menemani Anggi untuk berbelanja bulanan ke super market.