
Pukul empat sore mereka menutup butik, tiga karyawannya Sindy membereskan semuanya. Tepat puku lima sore semua sudah beres, gegas Sindy pulang ke rumah dengan di antar marni.
Di perjalanan Sindy tidak banyak berbicara karena dia takut Adam, sudah berada di rumah. Nasib baik sedang menghampiri, sindy turun dari motor.
"Sindy aku langsung pulang aja ya, assalamualaikum" pamit Marni
"Iya hati hati di jalan, waalaikumsalam"
tak lama motor Marni, menjauh Adam, Mengirim pesan yang memberitahukan bahwa hari ini dia akan pulang terlambat
"sayang hari ini mas pulang terlambat" pesan dari Adam
Hmm"syukur mas Adam pulang terlambat, jadi aku masih punya waktu untuk membersihkan diri dan merapihkan rumah" gumam Sindy seraya berjalan ke rumahnya.
Ceklek
Suara pintu di buka.
setelah Sindy masuk ke dalam rumah gegas dia memasak nasi di rice cooker, menyapu & mengepel dan memesan lauk nasi shop* food. Sindy sengaja memilih menu masakan rumahan, Agar di kira suaminya dia yang masak. padahal sebelum pulang tadi sang Bunda, sudah menawarinya lauk nasi. Tapi Sindy menolak dengan Alasan akan makan di luar.
Di kediaman ibu Sela
##
Begitu ramai ibu ibu bergosip di bawah pohon rindang, mereka membicarakan pembukaan butik. Yang bernama Almia store, butik yang mereka bicarakan adalah milik Sindy. Tidak ada satu orangpun yang tau, jika butik itu milik Sindy.
Mereka berkumpul di bawah pohon seraya menunjukan kantung belanjaanya.
Ya tadi pembukaan butik, membuka sambutan, orang orang yang datang ada beberapa dari tetangga Bu Sela, mereka begitu antusias untuk berbelanja di Butik Almia store.
Almia store, adalah di ambil dari nama Mamah Alma, sengaja menambahkan satu huruf, agar orang orang tidak curiga jika itu milik Sindy.
"ibu Sela yang mendengar itu hanya diam saja" karena dia tidak tau ada pembukaan, butik di dekat rumah besannya itu.
obrolan terus terjadi banyak ibu ibu, yang mengatakan akan ke butik Almia store besok, Ibu Sela tak mau kalah. walau rumah Tangga anak sulungnya, sedang di ambang ke hancuran dengan pongah dan sombong iya berkata bahwa besok akan datang.
"yaudah jeng kita ketemu besok di sini, kita berangkat bareng bareng ke Almia Store" ucap bu Sela.
"ok boleh jeng kebetulan besok anak bungsu saya mengirim uang" balas ibu ibu yang dari tadi tak berhenti mempromosikan butik Almia store.
Pukul lima sore, ibu ibu di dekat rumah ibu Sela, membubarkan diri dengan membawa jadwal baru mereka memutuskan esok setelah pekerjaan rumah selesai. Akan menuju butik Almia store milik Sindy, untunya Sindy sudah butik untuk saat ini di kelola Marni. Yang orang lain tau marni lah pemilik butik itu.
Saat ibu Sela pulang ke rumahnya ia melihat anak sulungnya sudah menyiapkan untuk makan malam dan rumah sudah rapih, begitu sampai bu Sela melihat Anggi sedang sibuk dengan kertas dan pensil di tangganya. Ibu Sela, tak mempedulikan apapun yang di lakukan Anggi, yang dia tau semuam pekerjaan sudah rapih makanan sudah terhidang di meja makan.
Jam menunjukan pukul 6 sore, tak lama terdengar kumandang adzan di masjid dekat rumah, gegas Anggi, keluar kamar menuju kamar mandi melaksanakan Shalat magrib.
__ADS_1
Selesai shalat Anggi, menghampiri ibunya yang baru selesai melaksanakan kewajibannya,
“ ibu ayo kita makan” ajak Anggi
“iya “ gegas menuju meja makan mengikuti langka Anggi.
Sampai di meja makan, mereka berdua makan dengan diam selesai makan Anggi membereskan semuanya mencuci piring bekas makan. Dan menyusul ibunya menuju ruang keluarga.
Mereka Asik dengan sinetron di chanel ikan terbang.
“Anggi kamu masih punya tabungan”
“ada bu beberapa set perhiasan dan uang yang aku simpan di bank”
“bagus jika kamu masih punya banyak tabungan, gimana kalo kamu buka usaha saja”
“usaha apa bu?” Tanya Anggi
“usaha minuman yang lagi viral aja gimana dan usaha camilan yang kekinian, jamu kan dari dulu ingin buka usaha itu, tapi Adam melarang mu karena Adam, bilang untuk apa kamu susah susah kerja jika suami kamu dulu mampu menafkahi mu”
“Hem boleh bu, aku juga pengen buka usaha tapi masih bingung, tapi sekarang aku udah ga bingung lagi”
“besok ibu mu ke butik Almia store, yang dekat rumah ibunya Sindy,”
“aku ikut, tenang aja besok belanjaan ibu aku yang bayar”
“baiklah besok aku semua yang bayar pesanan ibu”
Anggi, tak perah menghiraukan kelukan ibunya. Yang tak mau kalah oleh tetannganya itu.
Di rumah Sindy
Selesai melaksanakan shalat magrib, Sindy kembali melanjutkan menulis, semua pakaian dan gaun yang akan di jual besok sudah tersedia di butiknya. Sengaja saat grand opening pembukaan tidak semua barang baru di keluarkannya. Antisipasi jika barang yang di pajang habis masih ada stok.
Untung Saja, Marni sudah punya pengalaman bekerja di butik. Semua di hdle dengan baik olehnya.
Setelah azan isya, berkumandang terdengar deru motor berhenti di halaman rumah Adam pulang dengan begitu lelah,
“assalamualaikum” ucap Adam seraya membuka pintu yang tak di kunci oleh Sindy, gegas Adam memasukan motor ke dalam rumah.
“wassalamu'alaikum” balas Sindy seraya menghampiri Adam. Sindy mencium takzim punggung tangan suaminya,
“mas mandi makan, Shalat lalu istirahat,aku nunggu di meja makan ” titah Sindy kepada suaminya.
“iya dek” gegas Adam ke kamar mandi, membersihkan badanya, berganti pakaian dan menyusul Sindy di meja makan.
__ADS_1
Merek berdua makan dengan hening, selesai makan Sindy membereskan semuanya sedangkan Adam melaksanakan kewajibannya sebagai umat muslim.
Selesai membersihkan semuanya, Sindy mengambil wudhu dan melaksanakan salat di kamar satu lagi.
Setelah mereka melaksanakan kewajiban sebagai umat muslim.
Malam ini cuaca begitu dingin membuat Sindy terlelap lebih awal dari biasanya, Adam yang menyusul Sindy, ke kamar namun sebelum tidur Adam, memastikan semua rumahnya Sudah terkunci, malam ini Sindu dan Adam terlelap lebih awal dari biasanya.
ke esoknya
sebelum Azan subuh berkumandang Sindy, sudah bangun lebih dulu melaksanakan shalat malam. mencuci pakaian Azan berkumandang Sindy, gegas mandi masuk ke. dalam kamar membangunkan Adam, untuk shalat subuh berjamaah gegas Adam bersiap untuk membersihkan diri dan bersiap untuk berjamaah di mushola Sindy, yang sudah
sudah melaksanakan kewajibannya gegas menjemur pakaian. menyapu rumah dan membersihkan halaman. pagi ini hari Minggu sengaja Sindy tak memasak Sarapan. karena rencana nya dia dan Adam, akan jalan pagi sambil mencari sarapan.
Saat Sindy, Sendang membersihkan halaman rumah, Adam sudah pulang dari mushola berganti pakaian dengan pakaian olah raga. mereka berdua sengaja jalan masih pagi agar udara masih segar jam baru saj menunjukan pukul setengah 6 pagi, namun Sindy dan Adam sudah berjalan menuju lapangan di mana tempat orang orang berolah raga dan aneka jajan tersaji di sana.
tepat pukul tujuh pagi. sindy sudah ada di rumah lagi mereka tidak lama, untuk sekedar jalan pagi dan mencari sarapan.
Saat Sindy Sedang duduk di teras rumah bersama ibu ibu yang lainnya.
kang sayur langganan ibu ibu datang
yurr
sayurr
teriak tukang sayur
tukang sayur idola ibu ibu, ini sudah berhenti di halaman rumah Sindy, sengaja memilih berhenti di halaman rumah Sindy. karena melihat ada Sindy dan ibu ibu yang lainnya.
gegas ibu ibu dan Sindy menghampiri tukang sayur. tak lama ibu Sela Datang langsung mengambil ikan lele, sayuran Sop, ayam 1 kg cabai bawang, tomat
"bang semuanya jadi berapa" ucap bu sela
"semuanya jadi dua ratus ribu"
"oh. iya, nanti di bayar Sama Sindy ya" gegas Bu Sela pergi ke rumah Sindy. untuk menemui Adam
Sindy dan ibu ibu lainya. yang melihat itu hanya geleng geleng kepala. "benar benar semakin ajaib kelakuannya" batin Sindy.
"ya udah bang gpp nanti biar saya yang bayar, sekalian sama ini"
Sindy hanya mengambil sayur bayam tempe dan tahu karena stok ayam masih Ada di kulkas
"semuanya jadi dua ratus sepuluh ribu mba" ucap tukang sayur
__ADS_1
setelah Sindy melangkah menjauh dari tukang sayur, terdengar kasak kusuk ibu ibu membicarakan, mertuanya tapi Sindy tak ambil pusing dia terus berjalan ke rumahnya.
saat tiba di ambang pintu ternyata ibu mertua masih ada sedang duduk dan meminta uang lagi kepada suaminya.