Surga di atas lara

Surga di atas lara
Bab 49. Suasana pengantin baru


__ADS_3

Untuk: Istri mas Zaky.


Dari: Tiyas


Mas Zaky adalah laki-laki terbaik menurutku setelah ayahku. Dia bertanggung jawab atas keputusan yang dia ambil.


Untukmu, istri mas Zaky di masa depan ...


Ada satu hal yang harus kamu ketahui. Mas Zaky sangat menyanyangiku. Ingat, hanya sayang dan bukan cinta. Kamu pasti tahu artinya apa bukan? Selamat jika kamu menjadi istri yang dicintai olehnya. Kabar baiknya, kamu mungkin cinta pertamanya.


Dia laki-laki yang sangat mengerti dengan pasangannya. Aku sampai tidak percaya ada lelaki seperti mas Zaky. Jujur, saat ini aku sedang tertawa bagaimana takdir memberiku suami sebaik mas Zaky. Padahal, aku tidak sebaik itu untuk bersanding dengannya.


Tapi, mas Zaky selalu meyakinkanku. Walau aku tahu, belum ada cinta di dasar hatinya. Aku tidak memaksa ... Karena aku juga tidak bisa mencintai mas Zaky sepenuhnya. Itulah yang aku sesalkan hingga sekarang.


Maaf, aku jadi banyak bicara. Eh, bukan bicara, lebih tepatnya menulis.


Cintailah dia ..


Dia adalah laki-laki yang setia.


Salam dariku


Tyas:)


Zoya mendongak, menatap Zaky yang berada di sebelahnya dengan penuh haru. "Apa isinya?" tanya Zaky penasaran karena dia sama sekali tidak tahu isi dari surat yang Tiyas tinggalkan. Tidak sopan bila Zaky membukanya terlebih dahulu padahal surat itu tidak ditujukan untuknya.


Tanpa berkata-kata, Zoya langsung memeluk tubuh suaminya erat. "Terima kasih ya, Mas. Sudah mencintaiku sedalam ini," ucap Zoya terharu. Walau bingung, Zaky tetap membalas pelukan Zoya tak kalah erat.


Dia juga memberikan kecupan-kecupan di puncak kepala Zoya sebagai jawaban atas rasa terima kasih yang Zoya ungkapkan. "Isinya apa?" tanya Zaky lagi karena pertanyaan pertamanya belum terjawab.


Zoya merenggangkan pelukan lalu matanya menatap pria di hadapannya lekat-lekat. "Mbak Tiyas bilang, kamu hanya menyayanginya, bukan mencintainya. Apa Mas pernah mengatakannya langsung?" tanya Zoya tanpa ada nada menuntut disana.


Zaky terkekeh. "Tidak. Aku tidak pernah mengatakannya karena itu akan menyakitinya. Tapi, dia bisa membaca semuanya. Dia tahu kondisinya," jawabnya.


Zoya tersenyum dan geleng-geleng kepala. "Bisa-bisanya kamu setega itu ya, Mas? Padahal hubungan kalian kan, sudah berjalan hampir dua tahun," ucap Zoya sedikit sangsi pada suaminya itu.


Bagaimana tidak? Dalam waktu hampir dua tahun itu, Zaky pandai sekali menjaga hatinya. "Aku juga bingung. Tapi itu kenyataanya. Kamu adalah cinta pertama dan terakhirku," jawab Zaky balas menatap Zoya lekat.

__ADS_1


Tangannya mulai bergerilya menyentuh paha Zoya yang nampak karena saat ini, Zoya hanya mengenakan dress floral yang panjangnya selutut.


"Mas!" sentak Zoya melotot pada Zaky. Zaky justru terkekeh dan mengecup sekilas bibir ranum milik Zoya. "Sarapannya kan sudah selesai, jadi ...."


"Tolong ya, Mas. Nunggu makanannya turun dulu bisa nggak? Kalau aku muntah gimana coba?" tolak Zoya halus karena memang perutnya sedang dalam keadaan kekenyangan.


"Nggak bakal lah. Yang ada, kamu bakal teriak Mashhh ... Mashhh ... Mash zakyhh ...." Lalu setelahnya, Zaky tertawa terbahak-bahak. Berbeda dengan Zoya, wajahnya sudah seperti kepiting rebus akibat malu.


Mendengar tawa Zaky yang semakin kencang, Zoya bertambah kesal dan melayangkan pukulan bertubi-tubi pada tubuh Zaky. "Apaan sih,Mas. Diam deh! Paling kamu juga suka!"


Bugh.


Bugh.


Bugh.


HAHAHAHAHA.


"Iya, iya ... Aku minta maaf. Aku juga suka kok," Baru setelah itu, Zoya berhenti memukul-mukul dan menatap tajam suaminya itu. Dengan wajah kesal, Zoya berucap. "Mas Zaky lupa? Aku teriak begitu mas Zaky jawab apa?" tanya Zoya dengan senyum miringnya.


"Panggil namakuh, Sayanghhh. Zoyahhh ... Zoyahh ...." ucap Zoya menirukan bagaimana Zaky semalam. Setelahnya, Zoya tergelak renyah melihat Zaky yang garuk-garuk kepala, merasa salah tingkah.


"Skakmatt!" Tawa Zoya kembali menyembur lalu tanpa diduga, Zaky beranjak dari kursi dan mengangkat tubuh Zoya untuk duduk di meja makan. Ya, mereka memang belum beranjak dari sana setelah sarapannya.


Zoya jelas kaget hingga memekik kencang. "Astaghfirullah, Mas. Kalau aku jantungan gimana?" tanya Zoya sambil mengelus dadanya.


Zaky terdiam lalu masuk di antara kaki Zoya. Sekarang, posisi Zaky berada di tengah-tengah himpitan kaki Zoya. Tangan Zaky bergerak menyingkirkan anak rambut Zoya yang lancang keluar dari tempatnya.


Zoya pun terdiam menikmati sentuhan lembut dari suaminya. "Rambut kamu wangi, aku suka," ucap Zaky sambil menghidu beberapa helai rambut Zoya. Zoya tersenyum malu-malu, menundukkan kepala agar semu merahnya tidak tertangkap zaky. Entah sudah keberapa kali dirinya mengalami blusing akibat ulah suaminya.


"Hati-hati kalau senyum," ucap Zaky lembut. Zoya mengernyit. "Memangnya kenapa, Mas?" tanyanya penasaran.


"Tabassamuki tafazdal qolbi," bisik Zaky di telinga Zoya. Zoya mendongak dan semakin memperdalam kerutan di dahinya. "Artinya?" tanyanya penasaran.


Zaky tersenyum misterius dan tidak ada tanda-tanda dia akan menjawab pertanyaan Zoya. "Mas?" tanya Zoya lagi.


Cup.

__ADS_1


"Mulai cerewet ya," Zaky berucap dan mengacak rambut Zoya gemas setelah melabuhkan kecupan di bibir Zoya. Setelahnya, Zaky mulai me lu mat bibir Zoya lembut hingga membuat Zoya terbuai dan mengalungkan kedua lengannya di leher Zaky.


Zoya mulai membalas ciuman itu tak kalah lembut. Tangan Zaky tak tinggal diam dan bergerilya menyentuh bagian-bagian yang sangat dia sukai. Zoya hanya miliknya. Tidak ada yang boleh merebut Zoya darinya.


Entah apa yang akan terjadi jika Zaky sampai kehilangan Zoya. Zaky berharap, dia bisa hidup bersama Zoya hingga anak cucu nanti. "Ana uhibbuki fillah, Zoya," ucap Zaky setelah melepaskan pertautan dirinya dan Zoya.


Zoya tersenyum. "Ahabbakillazdii ahbabtani ilahuu," jawab Zoya sumringah karena telah berhasil menjawab dengan bahasa Arab. Zaky terkekeh. "Tuh bisa ... Kenapa yang tadi nggak tahu artinya?" Tangannya bergerak mengacak rambut Zoya gemas.


"Oh iya, emang yang tadi artinya apa, Mas?" tanya Zoya sempat lupa. Zaky hanya tersenyum lalu menggendong tubuh Zoya ala bridal style menuju kamarnya. Zoya melotot tajam namun, tak urung dia melingkarkan lengannya di leher Zaky.


"Aku mau lagi ya? Biar hari ini aku semakin semangat," bisik Zaky yang berhasil membuat bulu-bulu halus di tubuh Zoya meremang.


Mungkin kebanyakan pengantin baru akan melakukan hal yang sama, hal yang menurut dia orang yang sedang di mabuk cinta itu terasa menyenangkan.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


wkwkwk..


ada yang tahu artinya tabassamuki tafazdal qolbi nggak?😍


artinya, SENYUMMU MELULUHKAN HATIKU😍😍🌹


Memang ya ... aura pengantin baru mah gitu


🤣🙈


jangan lupa like, komen, vote dan kasih hadiah semampu kalian ya😍


terima kasih atas dukungan kalian semua selama ini..


sekecil apapun itu sangat berarti untukku😍


terima kasih juga yang sudah marathon baca😍. selamat datang disini ya🌹😘


mampir juga ke karya temanku yuk😍


__ADS_1


__ADS_2