Surga di atas lara

Surga di atas lara
Bab 52. Cuma Prank


__ADS_3

Dua hari telah berlalu. Zaky telah kembali dari tugas dinas di luar kota. Zoya yang merasa rindu dengan suaminya memilih untuk tidak datang ke toko. Dia akan menghabiskan waktunya bersama sang Suami.


Saat ini, Zoya dan Zaky sedang duduk di double sofa dengan posisi kepala Zoya menyandar pada bahu suaminya. Mata keduanya melihat pada layar televisi yang menayangkan tayangan Upin dan Ipin.


"Mas?" Zoya berucap, kepalanya mendongak untuk menatap wajah suaminya. "Kenapaz Sayang?" tanya Zaky penuh kelembutan, tangannya bergerak membelai rambut Zoya.


Zoya menghela nafasnya. "Aku kaya ... Merasa berdosa banget sama Ghaida," ucap Zoya memulai pembicaraan. Zaky mengernyit bingung. "Berdosa bagaimana maksud kamu?" tanyanya penasaran.


Zoya menegakkan tubuhnya untuk menatap wajah Zaky sepenuhnya. "Waktu itu aku ketemu Ghaida dengan calon suaminya,"


"Lalu?"


"Calon suaminya mengatakan bahwa hidup Ghaida selama ini tidak baik-baik saja. Dia juga bilang, Ghaida pernah depresi karena merasa begitu bersalah padaku. Dan dia juga bilang, kalau hijab sama yang pakai tuh, dua hal yang berbeda. Menurut Mas Zaky bagaimana?" jelas Zoya mengeluarkan unek-uneknya.


Kepala Zaky magut-magut. "Iya, hijab sama pemakainya itu dua hal yang berbeda. Berhijab merupakan sebuah kewajiban bagi muslimah terlepas dari sifat muslimah itu sendiri. Berhijab tidak perlu menunggu kita menjadi baik terlebih dahulu. Tapi dengan berhijab, seorang muslimah sudah menjauhkan diri sendiri dari api neraka," jelas Zaky penuh kelembutan.


"Lalu, bagaimana bila seorang muslimah sudah berhijab namun, sifatnya sama sekali tidak mencerminkan wanita muslimah?" tanya Zoya yang belum puas dengan jawaban sang Suami.


Zaky tersenyum. "Itu tanggung jawab dia. Tapi, lebih baik berhijab bukan? Sudah melakukan dosa, tidak berhijab pula. Kan, dosanya semakin banyak. Dan alangkah lebih baiknya, berhijab dan pelan-pelan merubah sikap,"


Zoya tersenyum paham mendengar ucapan Zaky yang bagai oase di gurun pasir, menyejukkan. "Sudah paham sekarang?" tanya Zaky lalu merengkuh tubuh Zoya ke dalam pelukannya. Zoya mengangguk paham. "Terima kasih ya, Mas. Sudah memberikan pencerahannya," ucapnya.


Zaky terkekeh. "Kamu sengaja mas goda aku ya? Kok pakai dress pendek gini?" tanya Zaky menelisik penampilan Zoya. Zoya pun ikut menelisik penampilan dirinya yang hanya mengenakan dress selutut tanpa lengan. "Kamu ... Nggak suka ya, Mas? Aku bisa ganti baju kok," ucap Zoya tidak bisa menyembunyikan raut kecewanya.


Zaky mengulum senyum. "Aku suka banget malah. Tapi ...." Zaky sengaja menggantungkan ucapannya agar Zoya semakin penasaran. "Tapi apa, Mas?" tanya Zoya yang sudah menjauhkan diri. "Tapi ini masih jam tujuh lewat tiga puluh menit. Kalau aku mau makan kamu sekarang, nggak papa kan?" tanya Zaky sambil menaik-turunkan alisnya.


Zoya mengerjap lucu karena sedang mencerna ucapan suaminya. Saat sudah sadar, pipi Zoya langsung bersemu merah. "Mulai deh," ucap Zoya manja. Zaky terkekeh dan tanpa aba-aba, dia menggendong tubuh Zoya menuju kamar apartemennya.

__ADS_1


Ya, keduanya sepakat untuk tinggal di apartemen setelah menikah. Bu Khadijah-lah yang lebih dulu menyarankan hal itu. Dan ternyata, hal ini sangat menguntungkan bagi Zaky karena dia bisa melakukan apapun dengan Zoya tanpa ada rasa malu karena dalam apartemen itu hanya ada mereka berdua.


Zoya terkekeh saat Zaky membawa tubuhnya ke kamar dengan tergesa-gesa. "Slowly, Mas. Santai aja ...." Zaky mengabaikan Zoya yang menyuruh dirinya untuk pelan.


Setelah berada dalam kamar, Zaky merebahkan tubuh Zoya dengan hati-hati. Setelah itu, Zaky beranjak dari ranjang untuk sekedar menutup pintu dan menguncinya. Zaky berbalik menatap Zoya yang saat ini juga sedang menatapnya.


Ada senyum smirk yang tersungging di bibir Zaky dan itu membuat Zoya menutup wajahnya. Zaky segera melepas kaos putih miliknya dan mendekati Zoya kembali.


Dia membuka telapak tangan Zoya yang menutupi wajahnya. "Nggak perlu di tutup. Kamu sudah melihat semuanya," ucap Zaky lembut tepat di depan wajah Zoya. Zoya menelan salivanya saat melihat Zaky sudah tak memakai kain penutup bagian atasnya.


"Mas?"


"Hm?"


"Aku lagi kedatangan tamu bulanan," ucap Zoya yang membuat Zaky terdiam di atas tubuh Zoya. "Ma–maksud kamu? Kamu datang bulan?" tanya Zaky memastikan, wajahnya sudah pias karena dua hari ini sudah menahan dan harus bertambah lagi selama tujuh hari.


"Maaf ya, Mas. Aku lupa bilang tadi," sesal Zoya dengan wajah bersalahnya. Zaky langsung memeluk perut Zoya dan mulai memejamkan mata. "Mas?"


"Hm?"


"Kamu tidur?"


"Belum. Kamu tidur biar aku bisa tidur juga," jawab Zaky tanpa membuka matanya. "Mas?"


"Kenapa, Sayaaaaaang?" tanya Zaky gemas. Zoya terkikik geli hingga membuat Zaky mau membuka kelopak matanya. Dia mengernyit heran melihat Zoya yang malah terkikik. "Kamu kenapa?"


"Mas, kalau misal aku bilang cuma prank, percaya nggak?" tanya Zoya mengulum senyumnya. "Percaya ... Hah! Apa kamu bilang?" tanya Zaky yang matanya kembali terbuka lebar padahal, kantuknya sudah datang tadi. "Aku cuma prank. Aku sebenarnya nggak datang bulan," kekeh Zoya puas karena telah mengerjai suaminya.

__ADS_1


"Kamu nggak bohong kan? Kamu nggak lagi datang bulan?" tanya Zaky memastikan satu kali lagi takut pendengarannya salah. "Nggak dong. Kali ini aku bicara jujur,"


"Alhamdulillah ... Terima kasih Ya Allah," ucap Zaky bersyukur. Zoya terbahak melihat Zaky yang kembali sumringah padahal, wajahnya tadi sudah tertekuk.


"Jadi ... Boleh sekarang ya?" Tanya Zaky lagi. Zoya menjawabnya dengan menarik tengkuk Zaky lalu memberikan kecupan-kecupan lembut di bibir Zaky. Hal itu sudah sangat menjawab pertanyaan Zaky untuk melakukannya sekarang.


Zaky mulai merengkuh pinggang Zoya untuk memperdalam ciumannya. Lidah keduanya sudah saling membelit, menyesap, dan menggigit lembut. Zoya tersenyum disela ciumannya karena Zaky selalu melakukannya dengan lembut dan membuat Zoya nyaman.


“Allahumma janibnasyaithana wa janibnisyathanamarazaqna.” Zaky berbisik di telinga Zoya agar Zoya mengikuti doa yang dia baca sebelum benar-benar melakukan penyatuan.


“Allahumma janibnasyaithana wa janibnisyathanamarazaqna.” ucap Zoya ikut berdoa terlebih dahulu.


Artinya: “Dengan nama Allah, ya Allah, jauhkanlah kami dari gangguan setan dan jauhkanlah setan dari rezeki (bayi) yang akan Engkau anugerahkan pada kami,” (HR Bukhari).


Setelah itu, Zaky kembali mencium bibir Zoya dengan benda di bawah sana yang sedang menerobos masuk milik Zoya.


suasana di dalam kamar menjadi panas hingga pendingin ruangan sama sekali tak berpengaruh. Bau keringat keduanya bercucuran dan telah menyatu menjadi satu.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


wkwkwk. jangan lupa like, komen, vote dan kasih hadiah semampu kalian ya😍


lope kalian sekebon kurma😍😍😘


mampir juga kesini yuk.


__ADS_1


__ADS_2