Surga di atas lara

Surga di atas lara
Bab 72. WOW


__ADS_3

Setelah seminggu yang lalu dari makam Zada, Zaky telah berjanji untuk menjaga mata yang telah Zada titipkan padanya. Dia akan menggunakan matanya untuk melihat kebenaran dan menatap masa depan yang cerah. Dia sangat berteima kasih pada Zada dan akan selalu mendoakannya walau sudah berada di alam yang berbeda.


Saat ini, Zoya dan Zaky sedang duduk di ruang tengah bersama Arka dan bu Khadijah. Jam sudah menunjukan pukul delapan malam namun, belum ada tanda-tanda Arka akan tidur. Matanya seakan masih mempunyai Watt yang besar.


"Eh, aku lupa kalau mas Zada waktu itu ngasih hadiah ke Arka. Hadiahnya belum aku buka dan masih ada di lemari baju Arka," ucap Zoya yang teringat dengan kado hadiah mainan yang diberikan Zada. Namun, Zoya belum sempat membukanya karena saat itu Zada tiba-tiba pingsan dan dilarikan ke rumah sakit. Hingga pasa akhirnya Zada menghembuskan nafasnya yang terakhir.


"Oh ya? Aku ambil kalau gitu. Di lemarinya Arka kan?" tany Zaky antusias. Zoya mengangguk mantap. "Iya, Mas, di rak paling atas yang paperbag warna merah," jawab Zoya dan Zaky segera berlalu menuju kamar Arka.


Sepeninggalan Zaky, bu Khadijah yang sedang menonton televisi pun bersuara. "Oh iya, ibu juga ingat kalau waktu Zada bawa hadiah untuk Arka. Dan ibu nggak nyangka kalau itu adalah hari terakhir Zada berkunjung ke rumah ini," ucap bu Khadijah yang wajahnya langsung berubah mendung.


Zoya langsung mengambil posisi duduk di sebelah bu Khadijah dan membawa tubuh bu Khadijah untuk dipeluk. "Aku juga nggak nyangka kalau itu adalah hari terakhir mas Zada datang. Arka terlihat merasa sangat kehilangan sosok mas Zada. Dia begitu baik pada Arka hingga Arka yang seorang bayi saja bisa tahu, ketulusan dan keikhlasan mas Zada," ucap Zoya panjang lebar, mengenang sosok Zada dalam hidupnya.


Bu Khadijah mengangguk menyetujui. "Benar. Kita harus selalu mendoakan Zada agar diberi tempat terbaik di surganya Allah," jawab bu Khadijah tersenyum sendu dan membalas pelukan Zoya.


Tidak berapa lama, Zaky kembali muncul dengan paperbag di tangannya. Zoya segera melepas pekukannya pada ibu mertua dan menyambut antusias kedatangan suaminya. "Ada kan, Mas?" tanya Zoya tersenyum manis.


Zaky balas tersenyum. "Ada," jawabnya lalu mengambil posisi duduk lesehan di sebelah Arka yang sedang larut dalam dunianya sendiri, bermain mobil-mobilan yang tadi siang dibelikan oleh bu Maya dan pak Rama.


"Apa isinya, Mas?" tanya Zoya yang sudah bergabung duduk lesehan di bersama anak dan suaminya. Zaky segera membuka paperbag tersebut dan hadiah yang Zada berikan langsung terlihat.


Zoya terkejut sampai menutup mulutnya tiska percaya. Ini adalah hadiah terindah menurut Zoya untuk Arka. Smart Hafizh merupakan hadiah yang diberikan Zada untuk Arka.

__ADS_1


Itu semacam audio box yang memutar ayat-ayat Al Qur'an namun, di khususkan untuk anak-anak. "MasyaAllah, Zada ... Kamu sudah tiada namun masih saja memberikan manfaat untuk sesama," ucap Zaky merasa takjub sekaligus terharu. Ternyata Zada bergitu perhatian dengan anaknya.


Kemudian, Zoya mencoba menekan tombol ON dan lantunan ayat-ayat suci Al Quran mengalun merdu. Tanpa diduga, Arka yang semula seperti tidak memliki rasa kantuk, mendadak menguap dan matanya berair menandakan dia mulai mengantuk.


"MasyaAllah, Zaky ... Arka langsung ngantuk tuh," ucap bu Khadijah terkekeh saat melihat Arka mengantuk namun, masih dalam kondisi duduk hingga hanya kepalanya yang magut-magut dengan tubuh yang sempoyongan.


Zoya dan Zaky terkekeh bersamaan. "Biar aku gendong dia, Sayang. Aku akan tidurkan Arka dulu kalau gitu," ucap Zaky lalu segera membawa Arka selama gendongannya. Dalam beberapa menit, Arka benar-benar sudah terlelap.


Zaky yang melihat wajah damai anaknya pun tersenyum sendu lalu mencium pipi kanan dan kiri milik Arka yang sejak tadi telah membuat Zaky gemas sendiri. Saat Zaky mengantar Arka ke kamarnya, Zoya pu mengikuti.


"Mas, Arka nggak tidur di kamar kita saja? Biar nyenyak kaya malam-malam sebelumnya?" tanya Zoya melirih, takut menganggu tidur anaknya. "Zaky menggeleng dengan senyum yang ... Entahlah. Dan Zoya paham akan maksud dari senyum tersebut. Zoya mengulum senyum dan tanpa sadar, pipinya telah merona.


Zaky membaringkan Arka di box bayi dengan hati-hati. Setelah dirasa aman, Zaky menarik selimut untuk menutupi tubuh Arka agar tidak kedinginan. Tidak berapa lama, baby sister yang mengurus Arka akhirnya datang. "Sudah tidur ya, Bu?" tanyanya pada Zoya.


Zoya hanya terdiam menatap tingkah suaminya yang sudah Zoya pahami apa maksudnya. Zaky tersenyum smirk kala Zoya menatap dirinya. "Aku mau kamu malam ini," ucap Zaky lalu membopong tubuh Zoya ala birdsl style menuju ranjang.


Zoya yang merasa tubuhnya melayang pun memekik kaget. "Mas! Aku kaget!" pekik Zoya kesal. Zaky justru tergelak dengan bibir manyun Zoya yang sejak tadi sangat menggoda imannya.


Setelah membaringkan Zoya di atas ranjang, Zaky bersiap-siap membuat gerakan ingin membuka kaosnya. Namun, Zoya segera mencegahnya. "Aku belum siap, Mas," ucap Zoya yang berhasil membuat wajah Zaky terlihat kecewa. Tangannya seketika berhenti bergerak saat Zoya mengucapkannya.


"Kenapa?" tanya Zaky frustasi. Zoya menggigit bibir bawahnya karena gugup. "Aku — "

__ADS_1


"Aku kenapa? Bukannya datang bukannya sudah selesai ya?" tanya Zaky kini memilih berkacak pinggang dengan posisi masih berdiri menghadap Zoya yang sudah terduduk di tepi ranjang.


Zoya menatap suaminya lagi, dalam. "Aku ... Mau ganti baju dulu. Masa aku pakai gamis sih? Kan aku punya baju dinas," ucap Zoya tersenyum puas karena berhasil mengerjai suaminya yang seketika moodnya anjlok.


Zaky tersenyum malu-malu. "Kamu ya —"


"Hahahaha."


Zoya tertawa dan secepat kilat masuk ke kamar mandi untuk mengganti gamisnya dengan baju tidur. Bukan, lebih tepatnya baju dinas.


Zoya mengabaikan gedoran pintu yang Zaky buat untuk mendobrak kamar mandinya. "Sabar dong, Mas. Nggak sabaran banget sih ...." ucap Zoya dengan nada suara yang sengaja dibuat mendayu-dayu. Sungguh, Zoya sangat puas mengerjai suaminya itu yang entah sejak kapan sudah menjadi agresif.


Zoya tersenyum dan geleng-geleng kepala mengingat itu.


Ceklek.


Zoya membuka pintu setelah dirinya selesai berganti baju. Zaky awalnya bar-bar mendadak membisu melihat penampilan Zoya yang ... WOW.


"Zoya? Ini beneran kamu?" tanya Zaky dengan mata yang menelisik penampilan Zoya dari atas sampai bawah. Zoya tersenyum puas dan langsung membekap bibir suaminya yang masih menganga lebar.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

__ADS_1


hayo...


Zoya sama Zaky mau ngapain sih?🤔🤫


__ADS_2