
Dua minggu masa pemulihan, akhirnya Zoya diizinkan untuk pulang. Kondisinya sudah sangat baik sehingga dokter memberikan surat kepulangan Zoya.
Bu Khadijah menyarankan Zoya untuk tinggal di rumahnya. Dengan begitu, mereka bisa berbagi tugas untuk merawat Arka. Sehari setelah kepulangan Zoya, Yasa, Zada dan Reni masih menjenguk Zoya untuk memantau keadaannya.
Yasa-lah yang merasa diberi tanggung jawab sangat besar oleh pak Polisi Zaky. Dia di amanahi untuk menjaga Zoya. Walau tanpa disuruh pun, Yasa akan menjaga Zoya layaknya kakak sendiri, Zoya sudah banyak membantu perekonomian keluarganya.
"Yasa?" panggil Zoya saat melihat Yasa melintas di depannya. "Kenapa, Mbak?" tanya Yasa mendekat dan duduk di sofa yang bersebelahan dengan Zoya. "Arka kemana? Bukannya tadi sama kamu?" tanya Zoya dengan alis mengkerut.
"Alka dicini, Mama," ucap suara orang dewasa namun menirukan suara anak kecil yang masih cadel. Yasa dan Zoya sontak menoleh dan mendapati bu Maya juga pak Rama sedang berjalan ke arahnya dengan Arka yang berada di gendongannya.
Zoya tersenyum, lalu bergerak menyalami tangan keduanya begitu juga dengan Yasa, dia melakukan hal yang sama dengan yang Zoya lakukan.
"Sudah dari tadi, datangnya, Ma, Pa?" tanya Zoya sumringah. Bu Maya mengangguk. "Kita main di luar dulu sama Arka. Kebetulan juga, Zada ada urusan mendadak di kantor dan harus kembali," ucap bu Maya memberi penjelasan.
Zoya tersentak ketika nama Zada disebutkan. Zoya sadar, dirinya sudah sangat merepotkan pria itu. Karena dirinya, Zada harus membagi waktu kerja dan waktu bersama Arka. Padahal, Zada bukanlah siapa-siapa lagi untuknya.
Mungkin setelah ini, Zoya harus memikirkan masa depan Zada juga. Zasa berhak bahagia dan tidak harus terikat dengan janji suaminya. Entahlah, Zoya juga bingung apa yang ada dalam pikiran Zaky sehingga memilih Zada untuk dijadikan figur sosok laki-laki bagi Arka.
Mengingat nama suaminya, rasa rindu Zoya semakin menggebu-gebu. Lima hari yang lalu Zoya berusaha menghubungi suaminya dan akhirnya berhasil, Zaky menerima panggilan teleponnya.
Namun, Zaky tidak mau menampakkan wajahnya. Hanya suaranya saja yang terdengar di seberang sana. Padahal, Zoya ingin sekali memandang wajah tampan suaminya itu. Tapi, Zaky selalu berkata bahwa dia malu dengan keadaannya yang sekarang.
__ADS_1
Bagi Zoya, bagaimanapun keadaan Zaky, Zoya akan tetap menerima suaminya dengan tangan terbuka. Zoya ingin Zaky mau berjuang bersama-sama dengan dirinya namun, Zaky selalu kekeh pada pendiriannya.
"Zoya?" ucap pak Rama yang berhasil membuyarkan lamunan Zoya. Zoya gelagapan dan memandang pak Rama di sampingnya. "Iya, Pa? Kenapa?" tanya Zoya spontan.
Pak Rama terkekeh. "Jangan melamun. Serahkan semuanya pada Sang Khalik. Pasti kamu akan mendapatkan kedamaian," Senyum pak Rama terukir begitu indah membingkai wajah senjanya.
Zoya tersenyum haru. "Iya, Pa. Zoya akan serahkan semuanya pada Allah," jawabnya yang tiba-tiba mendapat pelukan dan tepukan di bahunya. Bu Khadijah pelakunya. Dia sedang tersenyum hangat menatap Zoya dari samping dengan tangan yang terulur di punggung Zoya. "Senyum ya, Nak. Percaya sama Allah, Zaky pasti kembali sebentar lagi,"
Zoya mengangguk dan balas memeluk bu khadijah, seorang ibu mertua yang sudah selayaknya ibu kandung. Bu Khadijah seperti bisa membaca apa yang sedang di pikirkan Zoya tanpa harus bertanya. Terbukti dari ucapannya yang menyangkut Zaky. Padahal, Zoya belum mengatakan apapun.
........................
Sejak tadi, Yasa berusaha fokus pada komputer di depannya namun, hal itu selalu gagal karena ada sepasang mata yang sedang menatap ke arahnya dari balik rak-rak bunga. Ya, saat ini Yasa sedang menjaga toko bunga milik Zoya.
Yasa memutar bola matanya malas. "Bilang saja minta berkenalan," ketus Yasa lalu mulai menghitung bunga yang dibeli oleh lelaki di depannya. Dan anehnya, setiap hari lelaki itu membeli bunga yang berbeda.
Lelaki tersebut tersenyum. "Iya, aku mau kenalan sekalian ajak ke pelaminan," ucap laki-laki tersebut dengan percaya dirinya. Yasa melotot tajam namun, enggan mengeluarkan suaranya. Dia terlalu malas untuk mendebat laki-laki yang sudah lima bulan ini mengganggunya.
"Jadi tiga ratus lima puluh ribu," ucap Yasa singkat dan padat. "Siapa namamu? Aku bersungguh-sungguh ingin menjalin hubungan yang serius denganmu," tanyanya lagi tak putus asa namun diluar topik pembicaraan.
Yasa menghela nafasnya lelah dan menatap lelaki di depannya. "Seserius apa?" tanya Yasa menantang. Lelaki tersebut menyunggingkan senyum yang terasa menyebalkan menurut Yasa. "Kamu mau bukti yang seperti apa?" tanyanya balik.
__ADS_1
Yasa terdiam sejenak, bukan untuk berpikir melainkan untuk membuat laki-laki di hadapannya menunggu jawabannya. "Datang ke rumah, temui ibuku," ucap Yasa dengan alis terangkat satu, menantang.
Melihat ekspresi lelaki di depannya terdiam, Yasa semakin merasa menang. Hal itu tidak mungkin terjadi mengingat bagaimana kondisi keluarganya. Terbukti dari banyaknya laki-laki yang mendekati Yasa, semua tiba-tiba menjauh saat melihat kondisi keluarganya.
Tidak ada yang salah. Hanya saja, keluarga Yasa terbilang tak mampu. Sehingga, para laki-laki yang mendekati Yasa dan berniat menikahinya, akan mundur takut harus menanggung beban menghidupi keluarga Yasa. Bagi Yasa, itu hal biasa dan Yasa tidak perlu lagi merasa bersedih.
Bukankah cinta yang tulus itu tidak memandang apapun? Jadi, Yasa percaya bahwa pasti ada laki-laki baik yang sudi menjadi pendamping hidupnya kelak.
"Kamu yakin?" tanya laki-laki tersebut menatap Yasa dengan tatapan yang sulit di artikan. "Iya, aku yakin banget," 'dan setelah ini, aku yakin kamu tidak akan seyakin itu menjalin hubungan denganku, apalagi sampai menikah,' sambung Yasa yang tentunya hanya terucap dalam hati.
Laki-laki tersebut tersenyum. "Baiklah jika itu maumu, itu akan lebih baik untuk hubungan kita. Tunggu aku di rumahmu nanti," ucap pria tersebut lalu pergi dari toko bunga meninggalkan Yasa yang tersenyum senang. "Lihat saja nanti, sampai mana rasa cintamu untukku," tantang Yasa pada pria yang sudah berlalu.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
jangan lupa kasih like, komen, vote dan hadiah semampu kalian ya😍
dukungan kalian begitu berarti untukku, sekecil apapun itu.
terima kasih juga untuk kalian yang sudah memberikan dukungannya. semoga kalian semua diberi kesehatan dan rezeki yang melimpah oleh Tuhan🌹🍀
lope kalian semua ..
__ADS_1
yuk, mampir juga ke karya temanku😍