Surga di atas lara

Surga di atas lara
Bab 73. Perkara 'enak'


__ADS_3

Akhirnya, persiapan pernikahan Yasa sudah selesai. Tinggal menunggu dua hari lagi menuju akad Yasa dan Tama. Saat pertama kali Yasa ingin memperkenalkan calon suaminya pada Zoya, dia justru yang merasa terkejut sendiri.


Ternyata Zoya dan Tama sudah saling mengenal. Namun, keduanya tidak terlalu akrab karena memang, Zoya menghindari berinteraksi dengan lawan jenis secara berlebihan.


Selain karena menjaga perasaan Zaky, Zoya juga menjaga martabatnya sebagai seorang muslimah untuk tidak terlalu akrab dengan lawan jenis. Oh iya, Zaky resmi berhenti dari anggota kepolisian dan memilih mengembangkan usahanya di bidang pengolahan kayu.


Beruntung, Zaky tidak menggantungkan hidupnya pada gaji kepolisian, dulu. Dia memilih menyisihkan gajinya untuk dia gunakan sebagai modal usaha kayu. Dan beruntungnya, usaha tersebut sudah berjalan dan terbilang besar karena sudah berjalan hampir lima tahun lamanya.


Saat ini Zoya dan Zaky sedang berada di perjalanan menuju rumah Yasa. Seperti janjinya dulu, Zoya benar-benar menyumbangkan banyak bunga di acara pernikahan Yasa. Ya, walaupun pernikahan itu hanya digelar secara sederhana. Namun setelahnya, akan dilaksanakan resepsi pernikahan di hotel mewah oelh keluarga Tama.


"Arka senang banget kayanya jalan-jalan sama Papa ya?" tanya Zoya pada anaknya yang duduk dengan tenang dan bibirnya mengulas senyum yang entah karena apa. Zaky menoleh, emnsrps profil istri dan anaknya dari samping, dengan tangannya yang masih fokus memegang gagang setir.


"Arka pasti senang dong ya? Nanti kalau Arka sudah bisa jalan, Papa ajak jalan-jalan ke taman sama Mama sama Oma juga," ucap Zaky tersenyum bahagia. Satu tangannya terulur untuk mencubit pipi gembul Arka yang sejak tadi mencuri perhatiannya.


Zoya tersenyum bahagia. "Iya dong, Pa ... Healing gitu," ucap Zoya menirukan suara anak kecil. Zaky terkekeh. "Iya Mama Sayang ... Kita healing sama-sama setelah acara pernikahan Yasa selesai," ucap Zaky yang menangkap ucapan Zoya seperti menggambar isi hatinya.


Zoya mencebik kesal. "Bukan aku yang minta, Mas ... Ini demi Arka," elak Zoya pura-pura kesal. Zaky semakin tergelak melihat wajah cemberut istrinya. "Kamu juga butuh healing, Sayang. Kits liburan bareng bulan depan ya? Nanti kita cari tempat yang cocok," ucap Zaky bersungguh-sungguh.


Mata Zoya berbinar, bibirnya mengulas senyum bahagia. "Yang benar, Mas? Jadi, Mas nggak lagi bercanda kan?" tanya Zoya memastikan. Zaky menggeleng. "Enggak dong. Kita akan liburan. Sudah lama juga kita nggak liburan kan,"


Tanpa terasa, mobil yang dikendarai mereka telah sampai di depan rumah Yasa. Rumah sederhana minimalis dengan cat berwarna putih. Itu merupakan rumah hasil dari keeja keras Yasa selama ini mencari rezeki untuk adik dan juga ibunya.

__ADS_1


Jujur, Zoya merasa bangga dengan pencapaian yang telah Yasa raih. Yasa benar-benar seorang wanita yang kuat dan tangguh. Pantas saja jika dia dipertemukan dengan seorang pria seperti Tama. Keduanya memang sangat cocok dan mungkin, bisa saling melengkapi.


"Sini, Arka biar aku yang gendong," ucap Zaky mengambil alih Arka dari gendongan Zoya. Zoya pun segera menyerahkan Arka pada Zaky. Setelah Arka berhasil di bopong dengan gendongan, keduanya berjalan beriringan melewati para pekerja wedding organizer yang sedang sibuk mendekorasi halaman rumah Yasa.


"Eeh! Ada Mbak Zoya sama Pak Zaky nih ... Arka juga datang ternyata," sambut Yasa penuh binar bahagia. "Iya dong, Tante. Ini kan hari special buat Tante Yasa," jawab Zoya yang mewakili jawaban Arka.


Setelah bercanda sedikit dengan Arka, Zaky berpamitan untuk melihat-lihat sudah sejauh mana dekorasi yang dibuat, tentunya dengan Arka yang masih berada dalam gendongannya.


Selepas menghilang Zaky, Yasa mengajak Zoya untuk duduk di kursi yang berada di ruang tengah. "Mbak Zoya?" ucap Yasa memulai pembicaraan. "Kenapa, Sa? Tegang banget?" kekeh Zoya melihat wajah Yasa yang berbanding terbalik dengan saat pertama kali menyambutnya.


"Aku mau nanya boleh nggak?" tanya Yasa terdengar hati-hati. Zoya menegakkan punggungnya dan menjawab. "Bolehlah, masa nggak boleh. Tanya aja nggak papa."


"Ini soal malam pertama," ucap Yasa terlihat ragu-ragu. Zoya tergelak seketika hingga memegangi perutnya yang sakit akibat kebanyakan tertawa. "Aku kira kamu mau tanya apa ... Eh tahunya malah ... Hahahmmpft." Zoya lagi-lagi tergelak apalagi saat ini, wajah Yasa terlihat malu-malu.


"Awalnya memang sakit, tapi lama-lama—"


"Enak."


Suara itu berhasil membuat Zoya dan Yasa menoleh ke arah sumbernya. Ada Reni yang sedang berjalan ke arah keduanya dengan senyum jahilnya. "Apanya yang enak?" kesal Yasa pada Reni karena tiba-tiba menyela pembicaraan. Reni tergelak renyah. "Aku dengar semuanya loh, Sa. Sejak tadi aku ada di dapur untuk kamu jadikan Mbok Inem,"


Zoya tersenyum dan geleng-geleng kepala melihat tingkah Reni dan Yasa. Keduanya terkadang mempunyai perbedaan dan pendapat hingga membuat keduanya berdebat. "Owalah, kamu lagi jadi Inem, Ren? Kok Yasa nggak bilang ke aku?" tanya Zoya yang mengikuti permainan Reni, yaitu mengerjai Yasa.

__ADS_1


"Nggak tahu tuh, Yasa. Tapi, beneran enak kan, Mbak?" tanya Reni yang kinin sudah duduk di depan Zoya dengan alis naik turun menunggu jawaban. Yasa melakukan hal yang sama, duduk di hadapan Zoya untuk menunggu jawaban.


Zoya mengerjap-ngerjapkan kelopak matanya, mencoba mencari jawaban yang tepat. Dan beruntung, ada ibu Yasa yang berjalan mendekat dengan membawa piring berisi kue. Zoya langsung menyomot salah satu kue tersebut dan mengunyahnya. "Enak!" jawab Zoya sambil mengacungkan jari jempolnya.


"Enak ya, Mbak Zoya? Itu ibu bikin sendiri loh, tadi coba-coba," ucap ibunya Yasa merasa senang, kue buatannya disukai oleh Zoya. Yasa dan Reni yang merasa Zoya telah mengalihkan pembicaraan pun hanya bisa menghela nafasnya kasar.


"Kamu coba aja, Sa. Enak nih," ucap Zoya yang pada akhirnya membuat Reni juga memakan kue buatan ibunya Yasa.


Zoya merasa terselamatkan oleh kehadiran kue Putu Ayu. Setidaknya, Zoya bisa menghindari pertanyaan dua bocah yang terlalu bar-bar itu perkara kata 'enak'.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


hai hai ..


aku mau minta saran sama kalian semua nih..


aku kan udah niat pengen tamatin surga di atas lara, tapi mendadak dapet surat cinta untuk ikut misi kepenulisan.


kalau aku kasih extra part, kalian masih mau baca nggak? wkwkwk


tolong komen dibawah ya🙏🤗

__ADS_1


karena kalau aku nulis tapi nggak ada yang baca, rasanya kaya ... anyep🤣


kalau boleh maksa sih, pengen kalian tetep baca ya🤭🙂


__ADS_2