Surgaku Yang Direnggut

Surgaku Yang Direnggut
Amanah


__ADS_3

" Faisal belajarlah mengendalikan amarahmu, sebagai seorang kakak kamu memang memiliki hak untuk marah ketika orang yang kamu jaga disakiti hatinya, tetapi bukan berarti kamu bisa berbuat sesuka hatimu.


Marahlah dengan santun itu akan terciptakan situasi yang baik, hati boleh panas.. perasaan boleh kecewa.. tetapi jangan sampai kemarahan mu mengalahkan kecerdasan mu, jangan sampai kamu menuruti bujuk rayu iblis." nasihat Abah pada mas Faisal yang sudah mulai tenang.


"Faisal tidak bisa diam saja Bah.. darah Faisal mendidih.. ketika mendengar permintaan lelaki brengsek ini, lelaki yang berstatus suaminya Zahra kita." ucap mas Faisal menunjuk kearah mas Adam. ternyata nasihat Abah tidak dapat meredam amarah mas Faisal.


Keadaan mas Adam sangat berbanding balik dengan keadaan tadi dia datang ke sini, banyak luka di wajahnya bahkan bibirnya sobek mengeluarkan darah akibat pukulan dari mas Faisal.


"Kekerasan tidak dapat menyelesaikan masalah Faisal, selesaikan lah masalah dengan bicara baik-baik, kita dengar dulu apa yang ingin disampaikan oleh Adam dan keluarganya." ucap Umi.


"Saya sebagai ibunya Adam tidak bisa membiarkan perbuatan Faisal yang memukul Adam seperti ini. Padahal niat kami datang ke sini baik, kami ingin meminta izin kepada keluarga kalian untuk Adam menikah lagi. Tetapi apa yang dilakukan Faisal pada Adam benar-benar sangat mengecewakan." ucap mama mertuaku.


"Wajar saja jika Faisal sampai memukul Adam seperti itu. jangan kamu bela anakmu karena memang dia yang salah, sudah aku katakan jangan pernah mengambil langkah yang salah, tapi kalian tidak pernah mendengarkannya, tetap bersikeras agar Adam menikah dengan perempuan itu." ucap papa mertua membuka suara yang dari tadi hanya diam saja.


"Gimana sih kamu pah.. seharusnya kamu membela Adam anakmu, Faisal telah memukul Adam sampai seperti ini, ternyata tingginya ilmu agama tidak menjamin adab seseorang" ucap mama mertuaku ku terlihat sangat jengkel akibat suaminya tidak membela dirinya.


Melihat mas Adam yang terluka seperti ini, entah kenapa hatiku merasa tidak khawatir sedikit pun dengan keadaannya. Apa karena kekecewaan yang ku dapatkan dari nya membuat hatiku membeku untuknya.


"Sudah.. sudah lebih baik kita bahas tentang permintaan Adam saja.. kenapa kamu ingin menikah lagi Adam.?"tanya Abah mengalihkan pembicaraan.


Mas Adam terdiam mendapat pertanyaan seperti itu dari Abah, aku juga penasaran kenapa bisa mas Adam ingin menikah lagi, karena yang kutahu suamiku ini termasuk orang yang mengerti dan taat dalam agama.


Memang poligami itu dibolehkan dalam syariat agama Islam bahkan sunat hukumnya. tetapi sanggupkah dia berlaku adil dalam berpoligami?, apakah dia tahu adil seperti apa yang dimaksud dengan berpoligami?.


"Jawablah Adam kenapa kamu sampai ingin poligami?, apa Zahra tidak bisa menjalankan kewajibannya sebagai istri?, apa Zahra sakit parah yang tidak dapat disembuhkan?, apa zahra tidak bisa memberimu keturunan?, atau hasrat mu yang tidak dapat kamu tahankan?. tanya mas Faisal mengeluarkan kecerdasannya sambil menyindir mas Adam.

__ADS_1


Tetapi mas Adam tetap memilih bungkam seribu bahasa.


" jawablah mas apa kurangnya aku sehingga kamu berniat mencarikan madu untukku?." tanyaku membuka suara, diamnya mas Adam membuat emosiku naik.


" Zahra kenapa kamu bertanya seperti itu kepada suamimu, seharusnya sebagai seorang istri kamu mendukung setiap keinginan suamimu." ucap mama mertuaku.


Biasanya mama akan berbicara dengan lembut kepadaku, tetapi saat ini dia membentak ku. karena aku mempertanyakan kenapa mas Adam kenapa berniat menikah lagi.


Tak habis pikir kenapa bisa mertuaku berbicara seperti itu, seharusnya sebagai seorang perempuan di bisa melihat lukaku. apa karena yang menoreh luka itu adalah anaknya? sehingga dia menutup mata atas luka yang disebabkan oleh anaknya kepadaku.


"Kenapa aku tidak boleh mempertanyakan itu mah? menurut Zahra.. Zahra sudah melakukan kewajiban Zahra dengan baik sebagai istrinya mas Adam. Zahra sehat-sehat saja, dan kalau masalah keturunan sudah pasti bukan itu, Karena telah hadir Aisyah diantara Zahra dan mas Adam. Jadi wajar jika Zahra bertanya seperti itu."


ucap ku menantang, tidak lagi ada air mata, yang ada hanya ketegaran.


"Ayo Adam katakanlah kenapa kamu ingin menikah lagi? kenapa kamu ingin memberi madu di dalam pernikahanmu untuk istrimu?"


"Maaf sebelumnya.. sebenarnya, Adam jatuh cinta lagi dengan teman masa kecil Adam, dan Adam sudah menerima amanah dari almarhum ayahnya untuk menjaganya sebagai seorang istri."


Degg..


Ya Allah sakit sekali rasanya, rasa panas dan tertusuk berkali-kali terasa sekalian didalam dadaku.


" kamu menerima amanah untuk menjaga wanita itu sebagai istrimu mas, tetapi kamu melupakan amanah abah untuk menjagaku, dan kamu sendiri yang menyakitiku mas" ucap ku. sungguh aku tak habis pikir dengan jalan pikirannya mas Adam


" Maafkan aku Zahra.. waktu itu aku tidak kuasa menolak permintaannya ketika nafas terakhir dihembuskannya. lambat laun perasaan sayang berubah menjadi perasaan cinta, tak pernah sedikitpun terpikirkan olehku untuk menyakiti hatimu Zahra... kumohon izinkan aku menikah lagi." ucap mas Adam lirih.

__ADS_1


"Apa salahnya mengijinkan suamimu untuk menikah lagi, toh dalam agama juga dibolehkan seorang suami memiliki istri lebih dari satu.. Iya kan Abah?" tanya mama kepada Abah.


Abah melirik ke arahku dengan pandangan yang sedih, tidak ada orang tua yang rela anaknya disakiti baik lahir maupun batin. Tak habis pikir bisa-bisanya mama berkata seperti itu, apakah dia perempuan? apakah dia tidak dapat melihat kesakitan ku?.


"Zahra izinkan mas menikah lagi, silahkan mas... kamu boleh menikah lagi." ucapku kepada suamiku meski sakit tetapi tidak ada lagi air mata dan suara bergetar.


Sekarang aku dapat mengontrol emosi ku, sedikit demi sedikit aku belajar bagaimana menjadi seorang wanita kuat.


"Makasih sayang makasih, kamu memang istri yang sangat baik, aku telah memilih istri yang tepat untuk aku nikahi." ucap mas Adam dengan senyuman diwajahnya.


Aku tersenyum manis ke arahnya namun masam didalam yang kurasakan. kamu telah memilih istri yang tepat mas tetapi kamu telah menyianyiakan istrimu ini.


"Aku izinkan kamu menikah lagi, silahkan.. tapi aku tidak ingin dimadu lebih baik kita bercerai." ucapku tegas


Tidak terpikirkan olehku bahwa kata cerai akan ku katakan dengan tegas pada malam ini, walau hati sangat tidak ingin hal ini terjadi.


Jujur saja bukan ini yang aku inginkan, tidak ada istri yang ingin surga yang dipertahankan hancur begitu saja, bagaimana dengan nasib putriku jika kami benar-benar berpisah.


"Tidak... itu tidak akan terjadi, aku tidak akan menceraikan mu Zahra, aku tidak bisa hidup tanpamu."


"Kamu begitu egois mas, kamu ingin mempertahankan ku tetapi kamu juga dia menikah lagi." ucapku tidak percaya dengan kata-kata suamiku itu


" Zahra jangan asal mengucapkan kalimat cerai semudah itu nak," ucap Abah.


"Zahra... mas sudah diamanahkan untuk menjaganya, tolonglah mas.. Zahra, mas tidak ingin berdosa dengan janji yang telah mas ucapkan, mas juga tidak ingin kehilanganmu tolong mengertilah keadaan mas."

__ADS_1


Pintar sekali suamiku ini, dia ingin memberi madu di dalam pernikahan kami dengan kedok amanah dari almarhum ayah perempuan itu, haruskah aku marah kepada orang yang telah meninggal, yang menyebabkan suamiku ingin menikah lagi


__ADS_2