Surgaku Yang Direnggut

Surgaku Yang Direnggut
Membela diri


__ADS_3

"Apa.." terdengar suara Umi yang begitu terkejut.


Umi melihat kearah Adam, sambil memanggang dadanya yang terasa sakit, pandangan Umi untuk Adam benar-benar kecewa, itu sangat jelas terlihat diwajahnya.


Hatinya benar-benar sakit matanya memanas seketika itu juga, hati ibu mana yang akan rela jika putrinya yang sangat disayangi disakiti oleh orang lain, apalagi orang itu sudah diberi amanah untuk menjaga putrinya.


Begitupun juga dengan Abah, ketika mendengar ucapan Zahra darahnya terasa mendidih, putri yang telah dijaga dengan penuh cinta kasih, hari ini mengungkapkan duka yang terjadi di dalam pernikahannya.


Abah berusaha untuk mengontrol emosinya, iya paham bahwa poligami bukanlah larangan dalam syariat agama bahkan itu adalah anjuran.


Abah melihat ke arah Adam dengan wajah yang tertunduk, Adam tak berani jika harus beradu tatapan dengan ayah mertuanya itu,


Abah tetap memandang Adam, lelaki yang tidak pernah tangguh pendiriannya.


"Apa benar Adam kamu telah menikah lagi?" tanya Abah dengan nada yang tegas.


Adam mengangkatkan wajahnya melihat ke arah ketiga orang yang sedang melihat ke arahnya, ada perasaan tidak rela ketika iya dihakimi seperti ini. seolah-olah dia seorang penjahat yang melakukan dosa besar.


"Iya benar.. apa yang telah diucapkan Zahra itu benar, saya sudah menikah lagi dengan perempuan yang waktu itu saya ceritakan." ucap Adam tanpa keraguan, dengan berani menatap mertua dan istrinya itu.


"Kamu mengingkari janjimu Adam, kamu berjanji bahwa kamu tidak akan menikahi perempuan itu, tetapi sekarang dia sudah menjadi istrimu."


"Abah adalah orang yang lebih paham tentang agama, bukankah dalam agama tidak ada larangan lelaki menikahi wanita lebih dari satu, asalkan iya berlaku adil, sanggup menafkahi istri-istrinya lahir dan batin, bukankah begitu?" ucap Adam dengan berani.


Saat ini Adam membelah dirinya dan melupakan bahwa pernikahannya berada di ujung tanduk, iya lupa jika ucapannya ini membuat Zahra tidak senang, maka akan ada yang kehilangan.


"Tetapi Umi tidak rela anak Umi dimadu, lebih baik kamu ceraikan Zahra dan berbahagialah kamu dengan wanita pilihanmu itu." ucapan Umi membuat Adam sedikit sadar dengan perkataannya, kemarahan Adam menghilangkan akal sehatnya, Adam terdiam tidak berani.


"Lebih baik kamu kembalikan Zahra kepada kami, dan saya ucapkan selamat atas pernikahan mu." ucap Umi dengan suara yang menahan ishak tangis.

__ADS_1


"Bukankah allah melarang perceraian, walaupun itu tidak haram tetapi allah tidak menyukai hal tersebut." ucap Adam lagi.


"Apakah kamu tidak berfikir Adam disaat seperti ini seharusnya kamu ada untuk mendampingi Zahra, menemani Zahra, dan juga menguatkannya.


Zahra adalah ibu dari anakmu, sedangkan saat ini anakmu sedang menderita penyakit berat yang tidak mudah disembuhkan." ucap Abah dengan hati yang bergetar iya tidak pernah berpikir bahwa Adam akan seperti ini.


"Pokoknya Umi tidak mau tahu, kamu sudah mengingkari janjimu berkali-kali kepada istrimu, Umi ingin kalian secepatnya berpisah." ucap Umi.


Zahra hanya diam saja, iya ingin tahu sampai dimana suaminya Adam akan melawan segala ucapan yang akan diucapkan oleh Abah dan Umi.


Sedikit demi sedikit belang Adam terlihat sudah, belang yang di sembunyi dengan begitu rapat terpapar sudah di depan Zahra saat ini.


Tak ada sedikitpun niat untuk bertahan lebih lama lagi dengan Adam, jika saja Aisyah sehat, saat ini juga Zahra ingin menuntut cerai kepada suaminya itu.


"Umi tidak bisa seperti itu, Umi tidak bisa menyuruh Zahra berpisah dengan Adam, apa kesalahan Adam sehingga kami harus bercerai.


Apakah Adam tidak pernah memenuhi hak Zahra?, apakah Adam pernah merendahkan Zahra dan memukulnya?, Apakah Adam pernah berpergian jauh sehingga mengabaikan hak Zahra?, apakah Adam divonis memiliki penyakit yang berat?, atau Adam pernah melakukan dosa besar yang tidak pernah termaafkan, apa poligami itu dosa besar sehingga Adam harus menceritakan Zahra.


Zahra tersenyum melihat suaminya yang habis-habisan membelah dirinya, kata-kata ucapan Faisal yang dulu telah di balik oleh Adam pada malam ini.


"Oh mas Adam ternyata kamu sangat paham tentang bagaimana poligami, tetapi kamu melupakan hal yang besar.


Bukankah dulu aku pernah berkata, jika aku mengetahui kamu mengkhianati ku maka pada itu juga aku akan pergi jauh darimu, bukankah kamu saat itu menjawab kamu akan menanggung segala risikonya, kamu pasti melupakan itu mas." ucap Zahra dengan senyum mengejek arah Adam.


Bagaimana Adam bisa melupakan kata-kata yang telah di ucapkannya waktu dulu ketika iya memperjuangkan Zahra, janji semanis madu sangat banyak diucapkan Adam. ternyata janji itu hanya omong kosong.


"Tong kosong memangnya nyaring bunyinya mas, ketika diketuk hanya bunyinya saja yang nyari tetapi tidak dengan isinya." ucap Zahra.


Iya tidak akan membiarkan Adam berdebat dengan orang tuanya, Zahra belum pernah melihat orang- yang begitu keras kepala seperti Adam membantah ucapan kedua orang tuanya yang begitu dihormati.

__ADS_1


Setidaknya Adam bisa berbicara dengan baik-baik, wajar saja jika Umi menyuruh Adam menceraikan Zahra, bukankah Adam sudah diberi kesempatan dan kesempatan itu telah disia-siakan.


"Tadi kamu banyak sekali bertanya mas apakah kamu seorang suami yang begini, begitu, kepada kami.


Nah sekarang zahra mau tanya, apakah Zahra sakit?, apakah Zahra istri durhaka?, apakah Zahra juga melakukan dosa besar?,


Dan apakah pelapor itu seorang janda yang yang ditinggalkan karena suaminya berjihad?, apakah dia seorang penghafal hadits dan alquran?, atau iya super kaya kah seperti Hadijah, sehingga hartanya bisa dipergunakan untuk berjihad di jalan allah."


Semua orang terdiam mendengar perkataan dari Zahra yang begitu tenang, tidak ada kemarahan dan kekecewaan yang dipancarkan dari aura Zahra yang menjadi begitu tenang malam ini.


Tidak ada kata-kata yang bisa keluar lagi dari mulut Adam, iya tidak terpikirkan kata apalagi yang bisa menyelamatkan dirinya dari perbuatan yang salahnya.


Kebetulan iya baru membaca sebuah web tentang poligami, dan Adam bisa mempraktekkan kata-kata itu pada malam ini, ternyata kata-kata yang baru saja didapatkan Adam tidak berfungsi didepan istrinya.


"Tidak apa-apa mas, untuk saat ini kamu tidak perlu khawatir, aku tidak akan meminta cerai darimu sekarang, jadi kamu harus baik-baik terhadapku, apapun yang aku minta kamu harus turuti jika kamu ingin aku ada disini, siapa tahu suatu saat aku berubah pikiran dan tetap bersamamu, iya dan umi?" tanya Zahra melihat ke arah Uminya.


"Tapi nak,.. Umi tidak rela jika kamu disakiti hatinya oleh suamimu."


" Tidak apa-apa Umi, bukankah akan ada pelangi sesudah hujan, dan hujan bukanlah hal buruk Umi, hujan adalah rahmat yang diturunkan allah ke bumi untuk seluruh penghuni bumi."


.


.


.


selamat membaca 🥰


ada sedikit kata-kata komentar dari Kakk Erni Kusumawati yang menurut saya menarik.

__ADS_1


jangan lupa tinggalkan jejaknya 🥳


__ADS_2