Surgaku Yang Direnggut

Surgaku Yang Direnggut
Dia jauh di atas ku


__ADS_3

"Ustadzah Zahra yang mana ya bu?" tanya Jihan penasaran.


"Mbak Jihan tidak tahu ustadz Zahra?" tanya seorang ibu-ibu.


"Tidak buk... maklum saya kurang update di sosial media, jadi informasi seperti viral-viral seperti itu saya kurang tahu ibu-ibu."


"Itu loh mbak.... ustadzah Zahra anak dari Abah Abdullah dan Umi Aminah, biasanya ustadzah Zahra tidak pernah ceramah bahkan kami baru mengenal ustazah Zahra."


"Jadi Abah Abdullah dan Umi Aminah memiliki anak selain ustadz Faisal ya buk?" tanya Jihan semakin penasaran, karena yang iya tahu anggota keluarga Abah Abdullah adalah keturunan pendakwah semua.


"Iya mbak Jihan... ternyata Abah dan Umi memiliki seorang anak perempuan namanya ustadzah Zahra, orangnya sangat cantik dan pintar, ceramahnya juga enak didengar." puji ibu-ibu itu.


"Saya jadi penasaran ingin mendengar ceramah dari ustadzah Zahra putrinya Umi Aminah, soalnya saya suka dengan kehidupan keluarga Abah" ucap Jihan.


Setelah sedikit berbincang-bincang dengan ibu-ibu, Jihan langsung pulang ke rumahnya, iya langsung mencari handphonenya di dalam kamar untuk melihat berita viral di social media.


"kok nggak ada ya, tadi perasaan naruhnya di sini." ucap Jihan sambil mondar-mandir mencari handphone-nya.


Jihan keluar dari kamarnya, iya mencari handphonenya di luar kamarnya, sambil mondar-mandir Jihan tidak juga mendapatkan hpnya.


"Cari apa neng dari tadi mondar-mandir?" tanya bibi Salma.


"Ini bik... Jihan mencari handphone, bibik lihat tidak handphone Jihan?"


"Oh cari handphone... itu bibi lihat ada di atas meja dekat vas bunga."


"Ya allah... ternyata Jihan menaruhnya disini, udah dari tadi Jihan Carinya kenapa bisa lupa ya, ini pasti gara-gara Jihan udah tua ya bik."

__ADS_1


Bibik Salma hanya tertawa mendengar godaan dari Jihan yang mengatakan bahwa ia sudah tua.


"Ada-ada aja neng... lupa itu juga manusiawi kok neng."


"Bibik tahu tidak ternyata Abah Abdullah dan Umi Aminah mempunyai seorang putri yang seusia dengan Jihan bik, namanya ustazah Zahra, sekarang ustadzah Zahra sudah terkenal bik."


"Oh ya... bibik tidak tahu neng, neng tahu dari mana?" tanya bik Salma.


"Jihan tahu dari ibu-ibu kompleks bik, mereka sedang membicarakan tentang ustadzah Zahra, itu makanya Jihan mencari handphone untuk melihat putrinya Abah Abdullah dan Umi Aminah, Jihan sangat suka sekali dengan kehidupan keluarga beliau." ucap Jihan dengan semangat.


"Iya neng... bibik juga suka dengan kehidupan keluarga Abah Abdullah, keluarga mereka sangat baik dan penuh dengan tauladan, tapi nama putri Abah Abdullah itu Zahra?" tanya bibik Salma dengan dahi yang berkerut, karena iya teringat bahwa istri pertama dari suami anak angkat nya itu juga bernama Zahra.


"Iya bik namanya ustazah Zahra, katanya orangnya cantik dan ceramahnya juga sangat enak didengar, orangnya pinter lagi, tapi entah kenapa baru sekarang ustadzah Zahra ikutan berdakwah seperti kakak dan orang tuanya."


cerita Jihan dengan semangat.


"Namanya tidak asing sekalian neng... seperti nama istri dari mas Adam." ucap bik Salma.


"Tidak mungkinlah bik, banyak orang juga yang bernama Zahra, kalau iya putrinya Abah Abdullah ustazah Zahra istrinya mas Adam, pasti mas Adam sudah menceritakan ini kepada Jihan, tetapi mas Adam tidak menceritakan apa-apa." ucap Jihan.


"Ya udah neng... ayo kita lihat video yang katanya viral itu, bibi juga sangat penasaran sekali."


Jihan melangkah menuju sofa dengan diikuti oleh bik Salma dibelakangnya, Jihan langsung membuka handphonenya, mengotak-atik sebentar dan mencari video yang diinginkannya.


Tidak berapa lama video yang iya cari di putarkan, Jihan dan bik Salma terdiam dalam keheningan, hanya suara dari handphone Jihan yang bersuara.


Keduanya sama-sama terkejut, ternyata benar seperti kata bik Salma, orang yang mereka maksud adalah orang yang sama, istri dari Adam adalah putri dari Abah Abdullah, yaitu wanita yang telah Jihan sakiti hatinya.

__ADS_1


Jihan melihat ke arah bik Salma yang juga melihat ke arahnya, pandangan mereka benar-benar terkejut, Jihan berusaha menormalkan ekspresinya karena terkejut.


"Neng ternyata benar putrinya Abah Abdullah adalah istri pertama dari mas Adam neng."


Jihan terdiam membisu, iya tidak dapat berkata-kata sedikitpun, iya langsung mematikan handphonenya, entah apa yang ada di benak Jihan, iya masih saja terdiam membisu.


"Neng apa neng baik-baik saja, setelah mengetahui bahwa putri Abah Abdullah adalah istri pertama mas Adam."


Tiba-tiba kepala Jihan terasa pusing sekali. "bik..., Jihan ke kamar dulu." ucap Jihan sambil melangkahkan kakinya ke kamarnya, meninggalkan bik Salma sendirian dengan penuh pertanyaan.


Perasaan Jihan tidak menentu, iya merasa malu sekali ternyata Zahra berasal dari keluarga yang selalu di bangga-banggakan oleh masyarakat, bukan seperti keluarganya, Jihan hanyalah sebatang kara kalau tidak memiliki bik Salma dalam kehidupannya.


Jihan langsung menutup pintu kamarnya dan merebahkan tubuhnya di atas kasur menutup mata sambil menarik nafas panjang dan menghembuskan nya perlahan, hanya keheningan yang menemaninya.


"Ya allah kenapa lama kelamaan rasanya seperti aku melakukan suatu kesalahan yang sangat fatal, aku hanya ingin bahagia apakah kebahagiaan Itu tidak pantas aku dapatkan.


sekarang kenyataannya benar-benar membuatku terkejut, ternyata istri pertama dari suamiku berasal dari keluarga yang selalu aku kagumi.


jika seperti ini apakah aku bisa berdiri seimbang dengannya, dia berada sangat jauh di atasku, aku tidak ingin merebut tetapi aku hanya ingin merasakan hal yang sama seperti apa yang dirasakan oleh Zahra." ucap Jihan lirih.


Jihan bangun dari tidurnya, kenyataan yang diterima saat ini benar-benar membuatnya malu sehingga kepalanya terasa pening, iya memijit kepalanya perlahan, dan tatapan Jihan teralihkan ke handphone yang ada didalam genggamannya.


"Aku tahu cinta mas Adam lebih besar untuk Zahra, dan aku tidak ingin merebut posisi cinta pertama mas Adam, ya Allah mudahkanlah jalan dalam cintaku yang banyak rintangan ini."


Perlahan Jihan membuka lagi video ceramah Zahra untuk menontonnya, setiap kata demi kata yang keluar dari mulut Zahra didengar baik oleh Jihan hingga habis video itu berputar.


lagi-lagi nafas lelah terdengar dari hembusan nafas jihan. " Pembawaan dakwahnya benar-benar bagus, Zahra memang benar-benar berasal dari keluarga pendakwah." ujar Jihan lirih

__ADS_1


" Tetapi kenapa rasanya ceramah yang disampaikan oleh Zahra seperti menyindirku, terasa pedas dan menusuk hati, apakah dia tidak bisa mencari topik ceramah yang lain, yang tidak berhubungan dengan poligami."


Jihan terasa sedikit geram dengan tema yang disampaikan oleh Zahra, iya bener-benar terasa tersindir dengan setiap kata Zahra yang tajam dan menusuk.


__ADS_2