Surgaku Yang Direnggut

Surgaku Yang Direnggut
Drama makan malam


__ADS_3

"Mah... ini Jihan membawakan kue kesukaan mamah." ucap Jihan sambil menyerahkan kue kesukaan bu Ratna, yang sama persis seperti yang dibeli oleh Zahra.


Bu Ratna melihat ke arah kue tersebut, dan juga ke arah Jihan dari atas sampai bawah, lalu melihat ke arah Adam dan juga Zahra, iya tidak habis pikir, ternyata putranya betul betul bodoh, karena tidak mengerti bagaimana tentang perasaan wanita.


"Tidak usah repot-repot Jihan... Zahra sudah membelikan kue kesukaan saya, jadi saya tidak sanggup menghabiskan kue pemberianmu ini." ucap Bu Ratna yang entah kenapa merasa muak dengan Jihan


Jihan langsung membuang pandangannya ke bawah ketika mendengar perkataan mertuanya itu, mukanya langsung berubah menjadi masam, Adam tidak enak hati ketika melihat ekspresi dari jihan.


Sedangkan Zahra hanya diam saja memerhatikan orang-orang di sekelilingnya itu, suaminya yang mengusap bahu Jihan memberi kekuatan kepada Jihan, agar tidak mengambil hati perkataan ibundanya tersebut.


Sedangkan pak Yusuf hanya menarik nafas panjang sambil menggelengkan kepalanya melihat interaksi yang terjadi di depannya, sungguh ini di luar kendali bahwa saat ini Bu Ratna menjadi ketus kepada Jihan, berbanding balik dengan yang sebelumnya.


Adam langsung mengambil kue ditangan Jihan dan menaruh nya di atas meja makan, iya berusaha menjaga hati Jihan, agar tidak sakit hati mendengar ucapan perempuan yang telah melahirkannya itu.


"Nggak apa-apa Ji... nanti mas yang akan makan kue yang kamu beli, pasti enak kan? mas juga suka dengan kue itu seperti mama juga." ucap Adam sedikit berusaha membujuk istri keduanya itu,


Adam tersenyum kuku ketika melihat ke arah orang-orang yang menatap kearah mereka berdua dengan berbagai macam tatapan yang di layangkan untuk Adam dan Jihan.


"Sebaiknya kita makan dulu ya kan mah, rasanya Adam sangat lapar sekarang." ucap Adam sambil sedikit menarik tangan Jihan agar Jihan mengikutinya.


Adam duduk di samping Zahra dan Jihan duduk di sebelah Adam, sesekali melirik istri pertamanya di sebelah kanan, karena iya ingin mengetahui bagaimana ekspresi dari Zahra.


Ternyata yang ia dapatkan saat ini adalah Zahra sepertinya sedang baik-baik saja, tidak ada rasa cemburu yang ditampilkan dari wajah Zahra.


"Kenapa mas... kenapa kamu melihatku seperti itu, apakah ada sesuatu di mukaku?" tanya Zahra pada Adam karena ketahuan mencuri pandang.


"Euuhm ahhh ti.. tidak apa-apa." jawa Adam gugup.


Pak Yusuf berinisiatif mengambil tindakan melihat anaknya tersebut yang duduk di tengah-tengah kedua istrinya, iya tahu bahwa kedua wanita yang menjadi menantunya itu tidak dalam keadaan baik-baik saja.

__ADS_1


Terlihat jelas dari wajah Jihan yang kelihatan sedih seperti menahan rasa kesal, tetapi berbanding balik dengan ekspresi yang ditampilkan oleh Zahra.


Iya begitu elegant, seolah-olah semua ini adalah tontonan semata yang ditayangkan dalam film, Zahra bagaikan penonton yang sedang menyaksikan drama di depannya itu.


"Pasti kalian semua sudah lapar kan?, sebaiknya kita makan dulu, baru setelah itu kita santai santai sambil bercanda." ucap pak Yusuf dengan sedikit senyuman di wajahnya, mengalihkan hawa panas yang sedang menerpa di ruangan makan itu.


Tak banyak berbicara lagi semuanya sibuk mengambil makanan, Adam hanya memanggang sendoknya saja, menunggu Zahra mengambilkan nasi dan lauk ke dalam piringnya, tetapi Zahra hanya mengambilkan untuk dirinya saja tidak untuk Adam.


Jihan melihat bahwa Adam sedang menunggu Zahra untuk mengisi nasi ke dalam piringnya, tetapi tak kunjung Zahra lakukan, menyadari itu Jihan inisiatif menawarkan dirinya.


"Mas boleh aku yang mengambilkan makanan untukmu?" tanya Jihan menawarkan dirinya.


"Tidak usah.. biar Zahra saja yang mengambilnya." ucap adam sambil tersenyum, karena iya tidak ingin hati istri pertamanya tersakiti, kalau dalam keadaan seperti ini pasti Iya akan mementingkan perasaan istri pertamanya yaitu Zahra.


Zahra melirik kearah Adam dengan sedikit senyum yang begitu manis seolah-olah itu adalah senyum yang begitu tulus.


"Kenapa harus aku mas .. bukankah Jihan ada disini, biarkan Jihan yang melakukannya." ucap Zahra.


Mendengar jawaban itu Zahra tersenyum sinis, sambil melihat ekspresi wajah Jihan yang bertambah murung, dengan sendok dan garpu yang di genggam begitu kuat.


Iya tahu... pasti Jihan merasa sakit hati ketika menerima penolakan dari Adam, suami yang begitu iya cintai, suami yang iya rebut dari wanita lain, dan Adam benar-benar tidak menyadari itu.


"Jihan apakah kamu tidak ingin melayani mas Adam.. seperti mengambil makan gitu?" tanya Zahra dengan suara yang begitu lembut.


"Tidak apa-apa mbak Zahra... mbak saja yang mengambilkan untuk mas Adam, kan itu sama saja... siapa yang mengambilnya untuk mas Adam baik mbak Zahra maupun saya, yang penting suami kita terurus." ucap Jihan sambil tersenyum menyembunyikan wajah murung nya itu.


Zahra tersenyum sambil menganggukkan kepalanya membenarkan setiap ucapan Jihan, tetapi berbeda dengan hatinya, iya benar-benar menikmati kecemburuan Jihan, karena Zahra mendapat sedikit perhatian lebih dari suaminya itu.


Dengan anggun Zahra mengisi nasi ke dalam piring Adam dan lauk yang disukai oleh Adam, sambil sesekali ia tetap wajah Jihan yang sedang menyembunyikan rasa cemburu nya di balik senyumku manisnya.

__ADS_1


"Apakah cukup segini mas?" tanya Zahra.


"Cukup sayang... malahan ini lebih dari cukup, nanti mas gendut lagi kalau banyak makan." ucap Adam bergurau berusaha mencairkan suasana yang sedikit membeku itu.


Zahra hanya tersenyum manis mendengar gurauan itu, setelah itu semuanya makan dalam keadaan diam dan hening, tidak ada suara yang terdengar kecuali sesekali suara piring dan sendok yang beradu.


"Mas coba rasa gulai punya Zahra, mama membuatnya sangat enak, pasti mas akan suka." ucap Zahra sambil memasukkan sesuap nasi berisi lauk gulai ke dalam mulut Adam.


Melihat hal itu tentu saja hati Jihan memanas, iya juga ingin merasakan berada di posisi Zahra, diperhatikan dan dimanjakan, semua keinginan dituruti dan juga disayangi oleh keluarga suaminya.


Karena terlalu emosi melihat kemesraan yang dipamerkan oleh Zahra, membuat Jihan tidak sadar menggigit cabe utuh di dalam makanannya.


"Ahhh pedas.. pedas.. pedas..." teriak Jihan yang kepedesan sehingga semua orang menoleh ke arahnya.


Zahra tersenyum melihat Jihan yang kepedesan, dengan sengaja Zahra berakting seperti tersedak makanan, iya langsung menepuk bahu suaminya.


"Mas.. mas.. tolong mas." ucap Zahra.


Melihat hal itu bu Ratna yang di depan Zahra langsung mengambil air dan memberikannya untuk Zahra, tetapi Zahra tidak mengambilnya iya malah merebut air di tangan Adam yang hendak diberikan nya kepada jihan.


Zahra langsung meneguknya hingga habis, sehingga fokus Adam teralihkan kepada Zahra dan sedikit melupakan jihan yang sedang kepedesan.


.


.


.


assalamualaikum kakak

__ADS_1


berhubung KKN yang saya jalankan udah selesai. insyaallah update akan seperti biasa lagi... jangan lupa selalu ngedukung ya🥰😘


Terimakasih banyak sudah bersabar menanti


__ADS_2