Surgaku Yang Direnggut

Surgaku Yang Direnggut
Viral


__ADS_3

Adam sudah dari kemarin pulang dari puncak menghabiskan waktu berlibur bersama dengan Jihan, Adam tidak bisa berlibur lebih lama dari tiga hari, karena Adam tidak bisa meninggalkan pekerjaannya begitu saja.


Berbeda dengan Zahra yang belum pulang dari rumah keluarganya, mungkin Zahra akan pulang dua hari lagi, seperti yang dikatakannya bahwa Zahra akan menginap di rumah kedua orang tuanya selama satu minggu.


Adam langsung memarkirkan mobilnya di sebuah pusat pembelanjaan, hari ini Adam untung banyak selain gajian, iya juga mendapatkan hasil dari investasinya, dengan senyum di wajahnya Adam melangkahkan kakinya memasuki mall mewah di depannya.


Ternyata investasi yang dijanjikan oleh Lucky adalah nyata, Adam memperoleh keuntungan yang lumayan, sehingga ia berniat akan menginvestasi lebih banyak lagi.


Sekarang Adam sedang memilih beberapa hadiah dan pakaian untuk Zahra dan Aisyah, matanya menatap sebuah gamis berwarna hijau lembut, Adam sangat tertarik dengan baju itu, baju itu adalah warna kesukaan Zahra.


Adam menghampiri patung yang dipakaikan gamis berwarna hijau, dia memegang mengecek bahan dan kualitas dari gamis itu.


"Pasti Zahra akan senang jika aku membelikannya baju ini, aku tidak sabar ketika Zahra melihat baju ini, pasti dia akan tersenyum senang karena aku membelinya baju ini." ucap Adam sambil tersenyum.


"Mbak." panggil Adam kepada pelayan yang melayani di butik itu.


"Iya... ada apa mas?" tanya pelayan itu. .


"Mbak saya mau baju ini, dan tolong carikan juga hijab yang sesuai dengan baju ini."


"Oh baik mas, apakah baju ini untuk istri mas?" tanya pelayan tersebut dengan ramah.


Adam mengganggu sambil tersenyum menjawab pertanyaan dari pelayan tersebut, tetapi iya baru menyadari kalau saat ini istrinya bukanlah Zahra saja, ada Jihan juga yang berstatus sebagai istrinya.


Adam membayangkan jika Jihan juga memakai baju ini, pasti Jihan akan terlihat sangat cantik juga.


"Mbak apakah ada baju yang seperti ini lagi?" tanya Adam.


"Ada mas, model baju seperti ini ada beberapa di butik kami, mas mau warna apa?" tanya pelayan itu.


Adam memikirkan warna apa yang biasanya disukai oleh Jihan, jujur saja Adam tidak mengetahui warna apa yang menjadi warna favorit Jihan, karena Adam kurang memperhatikan baju yang dipakai oleh Jihan.


"Kalau warnanya sama seperti baju ini ada nggak mbak?" tanya Adam.


"Ada mas, jadi mas mau warna yang sama dengan baju ini?"

__ADS_1


"Boleh mbak disamain saja."


"Ya udah mas... tunggu sebentar biar saya ambilkan dulu."


Adam menunggu pelayan itu mengambilkan baju pilihannya warna yang sama, Adam tersenyum bangga kepada dirinya sendiri, karena iya berusaha berlaku adil kepada kedua istrinya, iya tidak sabar akan menghadiahkan pakaian yang sama untuk istri-istrinya.


"Eh pak Adam ternyata di sini juga?" tanya seseorang dibelakang Adam.


Adam membalikkan badannya melihat orang tersebut, ternyata itu adalah pak Rudi atasannya di perusahaan, Adam langsung menjabat tangan atasannya itu dengan sopan.


"Iya pak... saya sedang membeli hadiah untuk istri saya, bapak sendiri kenapa bisa ada di sini?" tanya Adam tersenyum.


"wahh ternyata pak Adam suami yang baik, jarang sekali saat ini ada seorang suami membelikan hadiah untuk istrinya, bahkan banyak sekali suami saat ini yang berpoligami, tetapi berbeda dengan pak Adam." ucap Rudi memuji Adam.


Adam tersenyum malu mendengar pujian dari atasannya itu, jika saja pak Rudi mengetahui bahwa iya sudah menikah lagi, pasti iya akan langsung mendapatkan surat pemecatan diri perusahaan.


Karena perusahaan tempat Adam berkerja, yang dipimpin langsung oleh pak Rudi sangat melarang poligami, jika seorang suami berpoligami, istri sah bisa langsung melaporkannya ke perusahaan dan akan di memecat siapa saja yang ketahuan berpoligami ataupun berselingkuh.


"Ah bapak biasa saja, saya tidak sehebat yang bapak katakan." ucapan Adam canggung.


"Pak ini baju yang bapak minta, gamis dengan warna yang sama." ucap pelayan itu sambil memperlihatkan baju yang iya bawa.


"Kok pak Adam beli bajunya sama, memangnya satunya lagi untuk siapa?" tanya pak Rudi dengan dahi yang berkerut.


"Itu...itu.. satunya lagi untuk mama saya pak, agar samaan dengan istri saya Zahra." ucap Adam.


"Oh saya pikir pak Adam membelikan baju satunya lagi untuk selingkuhan pak Adam."


Pak Rudi berusaha bergurau membuat Adam menjadi semakin salah tingkah.


"Tidak mungkinlah pak, mana mungkin saya selingkuh, istri saya Zahra sangatlah sempurna untuk apa saya berselingkuh." ucap Adam berbohong.


"Iya ya pak, Zahra istri pak Adam memang wanita yang hebat, saya juga sudah melihat video istri bapak yang viral sekarang."


"Video... video apa maksud bapak.?" tanya Adam yang tidak mengerti arah pembicaraan pak Rudi.

__ADS_1


"Itu lho pak.. video ceramahnya Zahra, sangat bagus, bahkan semua orang memuji muji Zahra sekarang, Zahra sekarang sudah menjadi ustadzah, masak pak Adam tidak tahu?" gurau pak Rudi sambil terkekeh melihat penampilan Adam yang seperti orang bingung.


"Oh iya pak... kalau itu saya tahu."


Adam berusaha agar iya terlihat mengetahui tentang Zahra di depan pak Rudi, iya menjadi penasaran video apa yang dibicarakan oleh pak Rudi, karena iya sendiri belum melihat video yang viral itu.


"Ini pak..." Adam langsung membayar belanjaannya tersebut.


"Permisi ya pak.. saya pamit pulang dulu." ucap Adam sopan kepada pak Rudi.


"Iya pak Adam, hati-hati di jalan." balas pak Rudi.


Sedangkan di tempat lain, Jihan sedang berjalan-jalan keluar kompleks rumahnya, sambil melihat pemandangan sore hari, melihat ibu-ibu yang beraktivitas menemani buah hati yang sedang bermain.


"Iya bu.. saya juga sudah melihat video yang sedang viral itu, ternyata Umi Aminah memiliki seorang anak yang sangat cantik, ustadzah Zahrah tidak kalah jauh hebat dari Umi Aminah ibunya." ucap seorang ibu yang tak sengaja terdengar di telinga Jihan.


"Iya ya bu.. ceramahnya betul betul menyentuh hati sekali, kalau ada pelakor yang mendengar ceramah ustadzah Zahra pasti langsung insaf."


"Bener itu bu... andai bisa ustadzah Zahra berceramah di komplek kita, pasti saya akan langsung ikut, karena saya sangat suka sekali dengan ceramah ustadzah Zahra."


Jihan menghampiri ibu-ibu yang sedang berbicara itu, iya sedikit penasaran dengan apa yang dibicarakan oleh ibu-ibu itu. "Selamat sore ibu-ibu." sapa Jihan kepada mereka.


"Eh mbak Jihan mau kemana mbak?".


"Tidak kemana-mana bu, cuma jalan-jalan saja di komplek ini, oh iya bu tadi saya mendengar sedikit pembicaraan ibu-ibu sepertinya seru."


"Oh itu kami lagi membicarakan ustadzah Zahra yang ceramahnya viral itu."


"Ustadzah Zahra yang mana ya bu?" tanya Jihan yang sama sekali tidak kepikiran, bahwa Zahra yang ibu-ibu tersebut maksudkan adalah istri pertama dari suaminya.


.


.


selamat malam reader tercinta 🥰😍.

__ADS_1


dan selamat membaca 😌🥰


maaf ya kakak untuk saat ini mungkin akan sedikit lama-lama updatenya, karena saya mahasiswa semester 7 jadi sekarang saya sedang menjalankan KPM (KKN) di kampung orang, jadi sedikit sibuk, mohon dimaklumi ya kalau tidak dapat update, tetapi akan diusahakan update sehari satu bab, .


__ADS_2