Surgaku Yang Direnggut

Surgaku Yang Direnggut
Tak tahu malu


__ADS_3

Zahra dan Jihan duduk saling berhadapan, pandangan permusuhan di layangkan Jihan kepada Zahra, bukan tanpa sebab Jiha memandang Zahra seperti itu, rasa sakit dipermalukan di depan umum masih membekas dan tak akan pernah hilang di dalam ingatan Jihan.


Mendapatkan tatapan seperti itu dari Jihan membuat Zahra tersenyum sinis, tak pernah sekalipun Zahra menunjukkan wajah manis di hadapan Jihan, iya tak ingin menunjukkan wajah pura-pura jadi hadapan Jihan, seperti apa yang dilakukan Jihan di hadapannya dahulu.


''Langsung saja Adam... kedatangan kami ke sini untuk membahas masalah perceraianmu dengan Zahra, sebaiknya kamu tanda tangan surat perceraian tersebut, agar cepat diproses. ''


Suara Faisal membuat Adam tersadar yang dari tadi memandangan Zahra tanpa sepengetahuan Zahra, iya begitu rindu sosok istri baiknya itu, namun mendengar perkataan Faisal membuat tensi Adam naik seketika.


Iya begitu marah mendengar perkataan dari Faisal, walaupun Faisal adalah kakak Zahra, tapi tidak seharusnya Faisal ikut campur dalam urusan rumah tangganya, namun Adam tidak berani menegur Faisal secara langsung, karena akan berakibat fatal jika emosi Faisal memuncak di sini.


Berbeda dari Adam, Jihan begitu senang ketika mendengar suara Faisal, terasa sedikit beban yang dipikirkan oleh Jihan terangkat, iya tak sabar menanti hari perpisahan antara Adam dan Zahra.


Biarlah orang menganggap bahwa ia wanita perambut suami orang, atau wanita murahan sekalipun, bagaimanapun pendapat orang sekarang Jihan tidak akan mengambil pusing lagi, nyatanya memang Zahra sekarang yang tidak menginginkan Adam, sedangkan Jihan dengan lapang dada menerima kekurangan dan kelebihan Adam.


''Aku tidak sabar menanti saat di mana kalian akan menjadi orang asing, terima kasih Zahra karena kamu telah memberikan mas Adam padaku, bukan aku yang ingin kalian berpisah, kamu sendiri yang memberikan mas Adam kepadaku, awalnya aku rela hanya mendapatkan separuh perhatian dan cinta mas Adam, tapi aku tak menyangka kamu berbaik hati memberikan semuanya kepadaku, ayo mas.. silahkan tanda tangan surat cerai itu dan kita akan hidup bahagia bersama.'' batin Jihan senang dengan sedikit bibir terangkat menatap Adam.

__ADS_1


''Sampai kapanpun aku tidak akan pernah mau menandatangani surat perceraian itu, Zahra akan selalu menjadi istriku untuk selamanya, dan aku tak akan pernah melepaskannya.'' ucap Adam dengan penuh keyakinan membuat Faisal tersenyum mengejek arahnya.


''Selain bodoh ternyata kamu adalah lelaki yang tidak tahu malu Adam, udah sampai sini kamu menyakiti Zahra dengan menikahi perempuan yang tidak jelas, Yang nyatanya seratus persen lebih baik dari Zahrah... dengan tidak tau malunya kamu tidak ingin melepaskan adikku, memangnya punya kelebihan apa kamu?, sehingga Zahra pantas menjadi istrimu.''


Penghinaan yang dilontarkan oleh Faisal dengan tajam mengenai sasaran, hati sepasang suami istri itu begitu panas mendengar hinaan kepada mereka, Jihan mengggepalkan tangannya, ingin sekali ia memaki kakak dari istri pertama suaminya.


Namun Adam yang mengetahui Jihan yang berada di sampingnya menahan amarah, langsung menggenggam tangan Jihan yang berada di bawah meja, mengisyaratkan supaya Jihan tidak bertindak gerabah, walaupun Adam juga merasakan hal yang sama dengan Jihan, iya tidak ingin semua ini akan berakhir disini.


Berbeda dari Adam dan Jihan, Zahra tenang saja mendengar hinaan maupun sanjungan yang dilontarkan kakaknya tersebut, memang begitulah cara menghadapi orang yang tidak tahu malu seperti Adam dan Jihan, Zahra hanya menikmati pemandangan yang begitu menyenangkan di depannya.


''Pak Adam jika bapak memang tidak ingin berpisah dengan Zahra dengan cara baik baik, maka terpaksa kita akan bertemu di pengadilan agama, bayangkan saja pak semua masyarakat juga mengetahui bagaimana rumah tangga pak Adam dan Zahra, bisa pak Adam bayangkan sendiri selanjutnya apa yang akan terjadi.'' ucap Raihan yang sudah memahami bagaimana karakter dari Adam setelah melihat langsung tingkah Adam dengan matanya.


''Sayang apa tidak ada kesempatan sekali lagi untuk mas, mas mohon dengan sangat-sangat kepadamu, tolong kamu hilangkan pikiran untuk bercerai dari mas, mas takkan pernah siap kehilanganmu, pasti Aisyah juga akan merasa sedih jika kita berpisah sayang. ''


Faisal menatap tajam ke arah Zahra ketika mendengar bujuk rayuan Adam kepada adiknya itu, iya takut Zahra mengiyakan perkataan Adam, apalagi Adam membawa-bawa Aisyah agar Zahra tidak jadi bercerai dari Adam .

__ADS_1


Sedangkan Zahra tersenyum manis ke arah kakaknya, ketika mendapat tatapan tajam dari Faisal, iya tahu Faisal tak ingin melihatnya terkena bujuk rayu dan Adam.


''Tidak ada yang bisa diperbaiki mas, mari kita akhiri dengan cara baik-baik, walaupun aku belum bisa memaafkanmu, dengan berpisahan kita, aku akan berusaha untuk memaafkan perbuatamu yang selama ini menyakitiku. ''


Dulu Zahra dengan tulus melayani Adam sebagai suaminya, iya turuti semua perkataan Adam, iya penuhi segala kewajibannya sebagai istri Adam, iya ingin menjadi istri yang soleha melengkapi segala kekurangan suaminya, dan berharap semoga surga yang dijaga di dunia akan menyatu juga kelak di akhirat kelak.


Namun apa balasan dari kesetiaan dan ketaatan Zahra kepada Adam yang selaku suaminya, semuanya dibalas dengan penghianatan dan kesakitan, sungguh besar rasa sakit yang dirasakan oleh Zahra, sehingga rasa cintanya kepada Adam hilang tak berbekas.


''Sebelum kita menikah, hanya satu syarat yang aku ajukan kepadamu mas, yaitu tidak ada orang kedua didalam pernikahan kita, waktu itu kamu menyanggupi nya mas, kamu berjanji bahwa tidak ada wanita lain dalam hidupmu selain aku, kamu mengikari janji mu sendiri mas, kamu memasukkan orang lain di dalam kehidupan kita, sehingga merenggut surga yang begitu aku jaga. ''


''Maafkan mas Zahra.. maafkanlah mas, mas adalah laki-laki yang paling bodoh yang telah menyia-nyiakan istri sebaik dirimu, mas tidak bisa kehilangan kamu, apapun akan mas lakukan agar kamu tetap bersedia menjadi istri mas, sekalipun menceraikan Jihan, agar kamu mau memaafkan mas, dan kita mulai lagi dari awal.'' ucap Adam


''Kamu gila ya mas, kamu ingin menceraikan aku demi Zahra, wanita yang jelas-jelas ingin bercerai dari mu, kamu jangan lupa mas bahwa gara-gara Zahra kamu dipecat dari pekerjaanmu, dan menanggung malu yang begitu besar, semua ini karena Zahra, perempuan yang sok alim ini.'' ucap Jihan sambil menunjuk ke arah Zahra dengan wajah yang begitu murka karena ucapan suaminya.


''Inilah mas wanita yang kau pilih untuk menjadi istri kedua mu, iya wanita yang baik, wanita beradab.. yang kamu bilang seperti ku, tetapi beginilah adap yang ditunjukkan, dia tidak sadar akan kesalahannya sendiri, dia yang berbuat malah orang lain yang menurutnya salah, sekedar nasehat ya Jihan.. pulanglah dan berkaca sebelum berbicara panjang lebar. '' balas Zahra

__ADS_1


''Untuk apa kamu berdebat seperti itu Zahra, menghabiskan energi mu saja, biarlah anjing yang bergonggong dan kafilah berlalu.'' ucap Faisal yang begitu menohok.


''Aku tidak mau tau mas, secepatnya kamu tanda tangan surat cerai itu, dan harta kita bagi dua, ayo mas... pak Raihan... kita langsung pulang saja, begitu malas berurusan dengan manusia yang tidak memiliki urat malu.'' ucap Zahra dengan begitu tajam.


__ADS_2